Hipertensi Pulmonal - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Hipertensi Pulmonal - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

11 Mei 2025 4 menit waktu baca
hipertensi pulmonal adalah

Table of Contents

Hipertensi pulmonal adalah tekanan darah tinggi yang terjadi di pembuluh darah arteri di paru-paru dan sisi kanan jantung. Hipertensi pulmonal sering kali tidak disadari penderitanya, sehingga berisiko menjadi kondisi yang lebih serius.

 

Hipertensi pulmonal dapat terjadi pada semua kalangan, namun seseorang yang mengidap gangguan jantung dan paru-paru memiliki risiko lebih tinggi mengalaminya. Simak ulasan di bawah ini untuk mengetahui gejala, penyebab, dan cara menurunkan hipertensi pulmonal.

 

Apa itu Hipertensi Pulmonal?

 

Hipertensi pulmonal adalah meningkatnya tekanan di pembuluh darah arteri paru-paru atau pembuluh darah kapiler paru-paru sehingga menyebabkan peningkatan tekanan sisi kanan jantung. Pada kondisi ini, pembuluh darah arteri di paru-paru (arteri pulmonal) atau pembuluh darah kapiler mengalami penyempitan, sumbatan, atau kerusakan.

 

Hal tersebut menyebabkan aliran darah ke paru-paru menjadi lebih sulit dan dapat meningkatkan tekanan pada arteri paru-paru. Akibatnya, bilik jantung kanan bawah harus bekerja lebih keras untuk memompa darah, sehingga otot jantung menebal dan akhirnya dapat berkembang menjadi gagal jantung kanan.

 

Lantas, apa yang membuat hipertensi pulmonal berbeda dengan hipertensi biasa/sistemik? Hipertensi sistemik sering kali berkaitan dengan bilik kiri jantung, sementera hipertensi pulmonal terjadi di bilik kanan jantung.

 

Penyebab Hipertensi Pulmonal

 

Penyebab hipertensi pulmonal adalah penyempitan, penyumbatan, atau kerusakan pada arteri atau pembuluh darah kapiler di paru-paru. Kondisi ini menyebabkan darah dari sisi kanan jantung tidak dapat mengalir ke paru-paru dengan lancar. Alhasil, tekanan pada arteri paru-paru meningkat.

 

Tak hanya itu, beberapa kondisi medis yang juga dapat memicu hipertensi pulmonal adalah:

 

 

Jenis-Jenis Hipertensi Pulmonal

 

Berdasarkan penyebabnya, hipertensi pulmonal terbagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

 

Hipertensi Pulmonal Akibat Penyakit Jantung Kiri

 

Beberapa kondisi yang memicu hipertensi jenis ini adalah:

 

  • Gagal jantung kiri.
  • Kelainan katup jantung kiri, seperti katup aorta atau mitral.

 

Pulmonary Arterial Hypertension (PAH)

 

PAH sering kali dipicu oleh beberapa kondisi, seperti:

 

  • Penyakit jantung bawaaan.
  • Konsumsi obat penurun berat badan atau obat terlarang, seperti amfetamin.
  • Faktor genetik.
  • Kondisi medis lain, seperti HIV, penyakit hati kronis, atau penyakit jaringan ikat.
  • Idiopatik (tidak diketahui penyebabnya).

 

Hipertensi Pulmonal Akibat Gumpalan Darah Kronis

 

Kondisi akibat gumpalan darah yang dapat menyebabkan hipertensi pulmonal adalah:

 

  • Emboli paru, yaitu gumpalan darah pada paru-paru.
  • Penyakit pembekuan darah.

 

Hipertensi Pulmonal Akibat Penyakit Paru

 

Beberapa jenis penyakit paru yang kerap memicu hipertensi pulmonal adalah:

 

 

Hipertensi Pulmonal Akibat Kondisi Medis Lainnya

 

Sementara itu, sejumlah kondisi medis lain yang dapat menyebabkan hipertensi pulmonal adalah:

 

  • Penyakit ginjal.
  • Tumor yang menekan arteri pulmonalis.
  • Penyakit peradangan, seperti vaskulitis dan sakoidosis.
  • Kelainan darah.



Faktor Risiko Hipertensi Pulmonal

 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami hipertensi pulmonal adalah sebagai berikut:

 

  • Obesitas atau berat badan berlebih.
  • Berusia antara 30-60 tahun.
  • Berjenis kelamin wanita.
  • Tinggal di daerah dataran tinggi.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat hipertensi pulmonal.
  • Penyakit gangguan pembekuan darah.
  • Terpapar asbes.

 

Gejala Hipertensi Pulmonal

 

Hipertensi pulmonal adalah kondisi yang perkembangannya cukup lambat sehingga gejala yang timbul juga bertahap. Gejala tersebut biasanya disadari seiring memburuknya kondisi pengidapnya. Beberapa gejala umum dari hipertensi pulmonal adalah:



  • Nafsu makan menurun.
  • Kelelahan dan pusing.
  • Nyeri dada.
  • Napas pendek saat beraktivitas.
  • Jantung berdebar.
  • Nyeri di bagian kanan atas perut.
  • Sesak napas.
  • Warna kebiruan pada kulit dan bibir.
  • Kehilangan kesadaran.
  • Pembengkakan (edema) pada pergelangan tangan dan kaki.

 

Diagnosis Hipertensi Pulmonal

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, seperti:

 

  • EKG (elektrokardiogram): Pemeriksaan utama pada hipertensi pulmonal yang bertujuan mendeteksi sinyal listrik di jantung.
  • Ekokardiogram: Untuk melihat gambaran struktur, gerakan, dan kinerja jantung.
  • Tes pencitraan: Dilakukan dengan rontgen dada, CT Scan, MRI dan PET Scan untuk melihat kondisi jantung pasien.
  • Tes darah: Memeriksa penyebab hipertensi pulmonal atau tanda komplikasi.
  • Kateterisasi jantung: Untuk mengukur tekanan di arteri pulmonalis dan ventrikel kanan jantung secara langsung.

 

Pengobatan Hipertensi Pulmonal

 

Hipertensi pulmonal adalah penyakit yang belum bisa disembuhkan, namun tetap diperlukan pengobatan untuk meringankan gejala dan memperlambat perkembangan penyakit. Beberapa pilihan pengobatan sebagai cara menurunkan hipertensi pulmonal adalah:

 

  • Penanganan kondisi yang mendasari hipertensi pulmonal, apabila disebabkan oleh kondisi medis tertentu.
  • Terapi oksigen untuk membantu pasien bernapas lebih lega. Penanganan ini dilakukan bila pasien mengalami sesak napas.
  • Mengonsumsi obat-obatan, seperti obat pengencer darah dan obat antihipertensi (menurunkan tekanan darah).
  • Operasi. Prosedur ini membutuhkan pertimbangan dengan matang dan biasanya hanya ditujukan untuk pasien hipertensi yang sudah parah. Contoh operasi yang dilakukan adalah transplantasi paru atau atrial septostomy.

 

Komplikasi Hipertensi Pulmonal

 

Apabila tidak ditangani, beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh hipertensi pulmonal adalah:

 

  • Menyebabkan komplikasi pada wanita hamil.
  • Aritmia (gangguan irama jantung).
  • Terbentuknya gumpalan darah.
  • Perdarahan di paru-paru.
  • Pembesaran jantung kanan dan gagal jantung.

 

Hipertensi pulmonal dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih serius apabila tidak ditangani dengan baik. Apabila Anda merasakan gejala yang menyerupai hipertensi pulmonal, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals untuk mendapatkan penanganan secara tepat.

 

Anda dapat melakukan konsultasi melalui layanan telekonsultasi di aplikasi MySiloam atau menghubungi call center kami di 1-500-181 untuk membuat janji temu dengan dokter. Mari percayakan kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail