Kesehatan Tubuh
Tekanan Darah, Indikator Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Table of Contents
Tekanan darah adalah tekanan dari aliran darah dalam arteri, yaitu pembuluh darah yang membawa darah dari jantung ke seluruh tubuh. Tekanan darah bisa berubah-ubah sesuai dengan aktivitas yang dilakukan seseorang atau dipengaruhi oleh faktor lainnya. Untuk mengetahui seberapa pentingnya tekanan darah dalam pemeriksaan kesehatan, simak pembahasan di bawah ini.
Apa itu Tekanan Darah?
Tekanan darah adalah ukuran tekanan atau kekuatan darah ketika berada di dalam arteri. Jantung yang berdetak secara normal setiap 60–100 kali per menit memompa darah ke dalam arteri yang kemudian membawanya ke seluruh bagian tubuh. Darah yang kaya oksigen dan nutrisi tersebut dialirkan ke bagian tubuh yang membutuhkan sehingga tubuh dapat berfungsi sebagaimana mestinya.
Mengapa Tekanan Darah Dapat Berubah-ubah?
Pengukuran tekanan darah tidak selalu menunjukkan hasil yang konsisten setiap waktu. Tekanan darah bisa berubah-ubah berdasarkan kegiatan seseorang. Sebagai contoh, tekanan darah akan naik ketika seseorang berolahraga atau merasa bersemangat. Sebaliknya, tekanan darah akan turun ketika seseorang berbaring. Selain itu, tekanan darah bisa berubah karena faktor usia, obat-obatan yang dikonsumsi, dan perubahan posisi tubuh.
Posisi terbaik untuk mengukur tekanan darah adalah duduk dalam keadaan rileks. Tekanan darah bisa diukur dengan manset dari mesin sphygmomanometer yang dilingkarkan pada lengan atas. Apabila hasil pengukuran menunjukkan angka yang tinggi, dokter bisa mengatur pengukuran kembali dalam kesempatan terpisah sebelum mendiagnosis pasien dengan tekanan darah tinggi (hipertensi).
Pada pemeriksaan tekanan darah, terdapat dua angka yang ditampilkan. Sebagai contoh, tekanan darah yang ditampilkan adalah 120/80. Angka lebih besar atau tekanan darah sistolik menunjukkan tekanan yang terjadi di dalam arteri saat jantung memompa darah pada setiap denyutnya.
Sementara itu, angka yang lebih rendah atau tekanan darah diastolik menunjukkan tekanan di dalam arteri saat jantung sedang berelaksasi sebelum berdetak kembali. Kedua angka yang menunjukkan tekanan darah seseorang diukur dalam satuan mmHg atau milimeter air raksa.
Kapan Harus Melakukan Pengecekan Tekanan Darah?
Pemeriksaan tekanan darah bisa dilakukan setiap dua tahun ketika tekanan darah berada pada rentang normal dengan syarat berikut:
-
Tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.
-
Tidak memiliki riwayat tekanan darah tinggi dalam keluarga.
-
Belum pernah didiagnosis dengan tekanan darah tinggi sebelumnya.
Tekanan darah juga bisa diperiksa saat pemeriksaan tahunan oleh orang yang tidak menderita hipertensi. Adapun penderita hipertensi memerlukan jadwal pemeriksaan tekanan darah tersendiri.
Apabila seseorang memiliki tekanan darah 140/95 mmHg atau lebih tinggi dengan faktor risiko penyakit jantung lain, seperti riwayat keluarga dengan stroke atau serangan jantung, pemeriksaan tekanan darah dianjurkan setiap 12 bulan atau sesuai dengan rekomendasi dokter.
Cara Menjaga Tekanan Darah Normal
Dokter umumnya merekomendasikan sejumlah perubahan gaya hidup untuk menjaga tekanan darah normal, seperti:
-
Mengurangi atau menghentikan kebiasaan merokok bagi perokok aktif.
-
Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam tinggi.
-
Menjalani diet untuk penderita penyakit jantung.
-
Menjaga berat badan untuk mencegah obesitas.
-
Beraktivitas fisik atau berolahraga secara rutin.
-
Membatasi konsumsi minuman beralkohol, tidak lebih dari 4 per hari atau 10 minuman beralkohol selama satu minggu.
Dokter mungkin akan merekomendasikan konsumsi obat-obatan, seperti beta-blocker dan ACE inhibitor, untuk mengontrol hipertensi. Meskipun begitu, penderita kondisi tersebut tetap harus mengupayakan perubahan gaya hidup untuk memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Kondisi Medis yang Berkaitan dengan Tekanan Darah
Pengecekan tekanan darah adalah hal rutin yang perlu dilakukan sesuai dengan anjuran dokter, terutama bagi orang yang memiliki tekanan darah abnormal, baik terlalu tinggi atau rendah. Ketika tekanan darah terlalu tinggi atau rendah, risiko komplikasi kondisi medis lain pun menjadi meningkat. Berikut adalah beberapa komplikasi dari tekanan darah tinggi (hipertensi) dan tekanan darah rendah (hipotensi):
A. Hipertensi
Tekanan yang berlebihan pada dinding arteri akibat hipertensi bisa merusak pembuluh darah dan organ tubuh. Apabila tidak ditangani dengan tepat, hipertensi dapat menyebabkan sejumlah komplikasi sebagai berikut:
-
Gangguan pada mata (retinopati hipertensi).
-
Kerusakan ginjal.
-
Serangan jantung.
-
Perubahan daya ingat atau pemahaman.
B. Hipotensi
Penderita hipotensi berisiko mengalami beberapa komplikasi yang mungkin membahayakan jiwa, di antaranya adalah:
-
Pusing dan pingsan yang dapat menyebabkan jatuh secara tidak sengaja. Hal ini bisa berisiko menimbulkan patah tulang (fraktur), gegar otak, hingga cedera serius.
-
Kerusakan organ atau syok karena aliran darah kaya oksigen yang terbatas.
-
Kerusakan jantung permanen, bahkan gagal jantung. Kondisi ini juga bisa menyebabkan sejumlah masalah, seperti trombosis vena dalam (deep vein thrombosis/DVT) dan stroke.
Mengingat komplikasi dari hipertensi dan hipotensi yang disebutkan di atas, pemeriksaan tekanan darah perlu dilakukan secara rutin. Untuk memastikan tekanan darah berada di batasan normal, Anda bisa berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat agar mendapatkan diagnosis yang tepat.
Dokter akan menyesuaikan pemeriksaan tekanan darah sesuai dengan kondisi setiap pasien. Apabila diperlukan, dokter akan menganjurkan pasien untuk menjalani serangkaian tes yang dapat dilakukan di fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Better Health. Blood Pressure. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Blood Pressure. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. High Blood Pressure (Hypertension). Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Low Blood Pressure. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP
Kardiologi (Jantung)
Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah
Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC
Kardiologi (Jantung)
Subspesialis Kardiologi Intervensi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Premium Kesehatan Jantung
Skrining Jantung
13 Service/Item
Rp5.400.000
TERPOPULER
Paket Spesial Skrining Jantung
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp1.200.000
TERPOPULER
Jantung Kuat
Skrining Jantung
2 Service/Item
Rp499.000
TERPOPULER
Jantung Sehat
Skrining Jantung
6 Service/Item
Rp999.000
TERPOPULER
Jantung Prima
Skrining Jantung
7 Service/Item
Rp1.399.000






