Kesehatan Tubuh
Gegar Otak, Kenali Penyebab, Gejala, & Pengobatannya

Table of Contents
Gegar otak adalah kondisi ketika otak mengalami cedera akibat pukulan, benturan, atau guncangan yang keras. Gegar otak tergolong dalam cedera otak ringan karena biasanya tidak mengancam nyawa. Meski begitu, kondisi ini tidak boleh disepelekan dan perlu ditangani dengan segera.
Meski dikategorikan cedera kepala ringan, efek yang ditimbulkan karena gegar otak bisa sangat serius, terutama jika terjadi pada anak-anak. Mari simak gejala gegar otak dan pengobatannya melalui artikel berikut.
Apa Itu Gegar Otak?
Gegar otak adalah cedera otak traumatis yang berdampak pada fungsi otak. Gegar otak sering kali menimbulkan efek seperti nyeri kepala, masalah keseimbangan dan koordinasi, serta gangguan konsentrasi dan memori yang bersifat sementara. Kondisi ini umumnya dipicu oleh pukulan, benturan atau guncangan pada kepala dan tubuh bagian atas yang cukup keras.
Meski jarang terjadi, beberapa kasus gegar otak dapat menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran (pingsan). Gegar otak pun lebih rentan terjadi pada seseorang dengan kegiatan yang berisiko tinggi mengalami benturan kepala, misalnya atlet tinju dan sepak bola.
Jenis-Jenis Gegar Otak
Berdasarkan tingkat keparahannya, gegar otak terbagi menjadi tiga jenis, yaitu gegar otak ringan, sedang dan berat. Berikut masing-masing penjelasannya.
A. Gegar Otak Ringan
Gejala gegar otak ringan umumnya berupa nyeri kepala ringan dalam waktu singkat (tidak lebih dari 15 menit) dan terdapat benjolan di kepala akibat benturan yang terjadi. Kondisi ini biasanya tidak menyebabkan penderitanya kehilangan kesadaran.
B. Gegar Otak Sedang
Seseorang dapat dikatakan mengalami gegar otak sedang apabila gejala yang dialami berlangsung lebih dari 15 menit. Sama halnya dengan gegar otak ringan, kondisi ini umumnya tidak menyebabkan penderitanya hilang kesadaran dan dapat beraktivitas normal setelah gejala mereda.
C. Gegar Otak Berat
Gegar otak berat biasanya ditandai dengan hilangnya kesadaran atau pingsan dalam beberapa detik hingga menit. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri kepala hebat yang bisa berlangsung lama disertai dengan hilangnya keseimbangan tubuh hingga amnesia (hilang ingatan) sementara.
Penyebab Gegar Otak
Umumnya, penyebab gegar otak adalah benturan atau guncangan yang terlalu keras pada kepala sehingga berdampak pada fungsi otak. Benturan atau guncangan tersebut dapat terjadi akibat:
-
Pukulan yang sangat keras pada kepala atau leher sehingga otak mengalami guncangan.
-
Gerakan tubuh yang menyebabkan guncangan keras dan mendadak di otak, misalnya kecelakaan motor atau mobil.
Selain beberapa insiden di atas, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gegar otak adalah:
-
Memiliki riwayat gegar otak sebelumnya.
-
Melakukan aktivitas fisik yang berisiko tinggi mengalami cedera, salah satunya olahraga tinju. Risiko akan semakin meningkat bila dilakukan tanpa pantauan ahli dan tidak menggunakan pengaman.
-
Mengabaikan keamanan saat mengendarai kendaraan, misalnya mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm atau dalam keadaan yang tidak sepenuhnya sadar (tipsy).
Gejala Gegar Otak
Otak manusia dilapisi dengan bantalan yang berfungsi sebagai pelindung otak terhadap gesekan, benturan, maupun cedera pada kepala. Akan tetapi, bantalan tersebut tidak dapat melindungi otak dari benturan yang terlalu keras dan mendadak. Saat terjadi benturan keras pada kepala, otak akan ikut bergerak dan bergeser, pergerakan otak yang berlebihan ini dapat menimbulkan gejala gegar otak.
Gejala gegar otak dapat berlangsung selama beberapa menit hingga berhari-hari setelah mengalami benturan. Hal tersebut tergantung dari tingkat keparahannya. Gejala umum yang sering kali muncul akibat gegar otak adalah sebagai berikut:
-
Nyeri kepala.
-
Kesulitan tidur.
-
Mual dan muntah.
-
Penglihatan memburuk.
-
Merasa linglung atau kebingungan.
-
Lebih sensitif terhadap cahaya dan suara.
-
Kesulitan berkonsentrasi.
-
Gangguan indra perasa dan penciuman.
-
Sulit mengendalikan emosi, salah satunya mudah marah.
-
Sering lupa, misalnya selalu mengulang pertanyaan yang sama.
Diagnosis Gegar Otak
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) terkait gejala yang dirasakan pasien serta penyebab benturan pada kepala. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk memastikan gejala dan keluhan yang dialami pasien.
Apabila ditemukan gejala yang cukup serius, dokter akan melakukan pemeriksaan penunjang pada pasien, seperti CT scan dan MRI untuk melihat kondisi otak secara lebih jelas. Sementara itu, apabila pasien mengalami kejang, dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan gelombang otak menggunakan alat khusus atau pemeriksaan mata untuk memastikan efek gegar otak pada saraf mata.
Komplikasi Gegar Otak
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat gegar otak adalah sebagai berikut:
-
Sakit kepala selama beberapa hari setelah terjadi benturan kepala.
-
Kepala terasa pusing hingga mengalami sensasi lingkungan di sekitarnya berputar (vertigo) yang berlangsung selama beberapa hari, minggu, bahkan bulan setelah terjadi cedera.
Di samping itu, gegar otak juga dapat menyebabkan perdarahan otak yang fatal. Itulah mengapa pasien gegar otak memerlukan pemantauan minimal 24 jam setelah cedera terjadi. Pada beberapa kasus, gegar otak juga dapat menyebabkan penderitanya mengalami sindrom pascagegar otak (post-concussion syndrome), yakni gejala yang muncul berupa nyeri kepala dan pusing disertai kesulitan berpikir selama 3 minggu hingga 3 bulan.
Pengobatan Gegar Otak
Gegar otak akibat kecelakaan dapat terjadi kapan dan di mana saja. Apabila terjadi benturan keras pada kepala, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah:
-
Segera hentikan aktivitas, istirahat, dan tenangkan diri agar kondisi otak cepat pulih.
-
Batasi pergerakan kepala dan leher selama beberapa minggu setelah cedera agar tidak memperparah kondisi dan dapat pulih dengan segera.
-
Perhatikan perubahan perilaku pasien. Gegar otak berpengaruh terhadap perubahan perilaku, salah satunya menjadi mudah marah atau rewel pada anak-anak.
-
Segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit.
Sementara itu, beberapa perawatan lanjutan yang biasanya dilakukan oleh dokter pada pasien gegar otak adalah sebagai berikut:
-
Istirahatkan fisik dan mental pasien secara optimal. Selama perawatan ini, dokter akan membatasi aktivitas yang memerlukan kinerja otak dalam berpikir dan memusatkan konsentrasi. Biasanya pasien disarankan untuk membatasi penggunaan gadget dan aktivitas fisik yang berat.
-
Berikan obat pereda nyeri untuk meredakan rasa nyeri pada kepala akibat benturan.
Guna mencegah terjadinya gegar otak, pastikan untuk selalu menggunakan alat pengaman di setiap kegiatan yang berisiko menyebabkan cedera. Misalnya, menggunakan helm saat mengendarai sepeda motor dan menggunakan alat perlengkapan yang memadai selama berolahraga.
Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Sejumlah gejala yang disebutkan pada artikel ini pun tidak secara spesifik mewakili gegar otak mengingat gejala-gejala tersebut juga dapat mengindikasi kondisi medis lainnya.
Oleh karena itu, segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat apabila mengalami keluhan yang dicurigai sebagai tanda-tanda gegar otak, seperti nyeri kepala disertai perasaan linglung dan sering menanyakan hal yang sama berulang kali.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait gegar otak akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







