Apa Itu Vertigo? Kenali Pusing yang Berputar-putar
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Vertigo? Kenali Pusing yang Berputar-putar

02 September 2025 5 menit waktu baca
vertigo adalah

 

Vertigo adalah kondisi ketika seseorang merasa pusing dan seakan-akan segala sesuatu di sekitarnya berputar. Namun, perlu dipahami bahwa vertigo bukanlah suatu penyakit, melainkan indikasi dari berbagai masalah kesehatan lain. Mari simak penyebab hingga cara mengatasi vertigo melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Vertigo?

 

Vertigo adalah sensasi pusing atau seolah-olah dunia di sekitar penderita melayang atau berputar. Vertigo tak jarang membuat penderitanya kehilangan keseimbangan, sehingga sulit untuk berjalan atau sekadar berdiri. Vertigo bukanlah suatu penyakit, melainkan sebuah gejala yang dapat terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang berusia di atas 20 tahun.

 

Penyebab Vertigo

 

Penyebab vertigo bervariasi, tergantung dari jenis vertigo yang dialami. Berdasarkan penyebabnya, vertigo terbagi menjadi dua jenis, yaitu peripheral dan central. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Vertigo Peripheral

 

Vertigo peripheral adalah jenis vertigo yang paling umum terjadi. Kondisi ini biasanya terjadi karena adanya gangguan pada telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengatur keseimbangan tubuh. Ketika kepala digerakkan, telinga bagian dalam akan memberi informasi terkait keberadaan posisi kepala lalu mengirimkan sinyal kepada otak untuk menjaga keseimbangan.

 

Namun, jika terdapat gangguan pada bagian dalam telinga akibat peradangan atau infeksi, hal ini dapat menyebabkan rasa pusing dan nyeri yang disebut vertigo peripheral. Adapun beberapa kondisi yang bisa memicu vertigo perifer adalah:

 

  • Benign paroxysmal positional vertigo (BPPV): Gangguan pada vestibular telinga dalam yang dipicu oleh perubahan posisi dan gerakan kepala secara tiba-tiba. Kondisi ini umumnya terjadi dalam waktu singkat.

  • Riwayat cedera kepala: Seseorang yang pernah mengalami cedera kepala berisiko mengalami gangguan telinga dalam dan menyebabkan vertigo.

  • Labirinitis: Peradangan dan infeksi pada labirin telinga bagian dalam, tepatnya di saluran berliku-liku dan penuh cairan.

  • Vestibular neuronitis: Peradangan pada bagian saraf telinga yang berhubungan langsung dengan otak. Kondisi ini dapat menyebabkan vertigo disertai kehilangan keseimbangan, mual, dan muntah.

  • Penyakit Meniere: Penyakit Meniere adalah kelainan cairan endolimfe yang berada di telinga bagian dalam. Meski jarang terjadi, kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami vertigo yang cukup parah.

 

2. Vertigo Central

 

Vertigo central disebabkan oleh adanya masalah pada otak. Bagian otak yang paling terdampak akibat penyakit ini adalah otak kecil (cerebellum). Jenis vertigo sentral biasanya disebabkan oleh beberapa hal, seperti:

 

  • Migrain: Sakit kepala sebelah yang tak tertahankan disertai rasa nyeri dan berdenyut. Migrain sering dialami oleh orang-orang berusia muda.

  • Multiple sclerosis: Gangguan pada sistem saraf pusat, yaitu otak dan tulang belakang, akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang lapisan pelindung saraf.

  • Neuroma akustik: Tumor jinak yang tumbuh di dalam saraf penghubung telinga dengan otak (saraf vestibular).

  • Tumor otak: Sel abnormal yang tumbuh di dalam otak kecil sehingga mengakibatkan gangguan koordinasi gerakan tubuh.

  • Stroke: Kondisi yang terjadi akibat penyumbatan pembuluh darah pada otak sehingga  menyebabkan kurangnya suplai darah (iskemia) pada otak kecil.

 

Faktor Risiko Vertigo

 

Selain beberapa kondisi medis di atas, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami vertigo adalah sebagai berikut:

 

  • Berusia di atas 50 tahun.

  • Pernah mengalami trauma atau cedera di kepala.

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti antidepresan.

  • Memiliki keluarga dengan riwayat vertigo.

  • Stres berlebih.

  • Kebiasaan mengonsumsi alkohol.

  • Infeksi pada telinga dalam.

 

Gejala Vertigo

 

Salah satu gejala umum dari vertigo adalah pusing berat hingga merasa lingkungan di sekitarnya berputar dan akan semakin memburuk ketika menggerakkan kepala. Pada beberapa kasus, vertigo bahkan membuat penderitanya sulit membuka mata. Serangan awal vertigo umumnya terjadi selama beberapa jam. Kondisi ini dapat kambuh apabila tidak segera ditangani secara tepat.

 

Adapun beberapa gejala lain yang dapat menyertai vertigo adalah sebagai berikut:

 

  • Mual dan muntah.

  • Keringat berlebih.

  • Mengalami gangguan pendengaran.

  • Kehilangan keseimbangan.

  • Nyeri kepala.

  • Menggerakkan mata tanpa disengaja.

  • Telinga terasa berdengung.

 

Diagnosis Vertigo

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui gejala yang dialami pasien, seperti sensasi berputar yang dirasakan, frekuensi kemunculan, pemicu, hingga durasi terjadinya gejala tersebut. Dokter juga akan bertanya terkait riwayat kesehatan pasien, seperti riwayat migrain, cedera kepala, infeksi telinga, hingga obat-obatan yang rutin dikonsumsi. Apabila diperlukan, pemeriksaan akan dilanjutkan dengan beberapa tes, seperti:

 

  • Tes impuls kepala: Pada tes ini, pasien diminta untuk fokus menatap ujung hidung dokter, sementara kepalanya digerakkan secara cepat ke satu sisi. Hasilnya negatif apabila pasien tetap bisa fokus menatap hidung selama gerakan tersebut.

  • Tes Romberg: Pasien diminta untuk berdiri dengan kedua kaki merapat, kemudian dokter akan memintanya untuk menutup mata secara tiba-tiba. Apabila pasien terjatuh atau kehilangan keseimbangan, terdapat kemungkinan pasien mengalami vertigo.

  • Tes Unterberger atau tes Fukuda Step: Pasien diminta melakukan gerakan jalan ditempat dan mengangkat lutut setinggi mungkin selama 30 detik. Pasien dinyatakan mengalami vertigo apabila tubuh berputar ke samping (arah sisi yang bermasalah).

  • Tes nistagmus: Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui gerakan bola mata yang tak terkendali (nistagmus). Pemeriksaan ini menggunakan alat elektronistagmografi (ENG) dan videonistagmografia (VNG) yang berfungsi untuk merekam gerakan mata.

  • Pemeriksaan pendengaran: Tujuan pemeriksaan ini pada pasien vertigo adalah untuk mengetahui apakah pasien mengalami tinnitus (telinga berdenging) atau bahkan kehilangan pendengaran.

  • Pemeriksaan penunjang: Pemeriksaan ini dilakukan menggunakan prosedur rontgen, CT scan, atau MRI untuk memastikan lebih lanjut adanya kelainan pada otak kecil.

 

Cara Mengatasi Vertigo

 

Vertigo dapat membaik dengan sendirinya. Namun pada beberapa kasus, dibutuhkan penanganan lebih lanjut oleh dokter sesuai dengan kondisi yang mendasari vertigo. Adapun beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengurangi kekambuhan vertigo adalah:

 

  • Menghindari gerakan jongkok, membungkuk, atau mendongakkan kepala secara cepat.

  • Menghindari gerakan secara tiba-tiba.

  • Gerakkan kepala dengan perlahan.

  • Mengenali faktor pemicu vertigo sehingga bisa menghindarinya.

  • Segera duduk atau berbaring ketika vertigo menyerang.

 Cara mengatasi vertigo

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Sejumlah gejala yang disebutkan pada artikel ini pun tidak secara spesifik mewakili kondisi vertigo mengingat gejala-gejala tersebut juga dapat mengindikasi kondisi medis lainnya.

 

Lantas, kapan harus ke dokter? Apabila Anda mengalami pusing yang tak kunjung membaik disertai hilangnya keseimbangan tubuh, segera kunjungi Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis pasien.

 

Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur yang mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 1

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail