Penyakit Meniere - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Penyakit Meniere - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

30 Oktober 2025 4 menit waktu baca
penyakit meniere adalah

Meniere’s disease atau penyakit Meniere adalah masalah kesehatan akibat adanya gangguan pada cairan endolimfe (cairan yang berada di bagian dalam telinga). Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami gangguan pendengaran dan keseimbangan tubuh.

 

Mari ketahui penyebab, gejala, diagnosis, serta pengobatan penyakit Meniere selengkapnya melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Penyakit Meniere?

 

Penyakit Meniere atau Meniere’s disease adalah gangguan pada telinga bagian dalam yang dapat menimbulkan gejala berupa pusing berputar (vertigo) dan masalah pendengaran (tinnitus atau telinga berdenging dan penurunan fungsi pendengaran). Pada kebanyakan kasus, penyakit Meniere hanya terjadi pada satu sisi telinga.

 

Penyakit Meniere adalah kondisi yang lebih sering terjadi pada orang berusia 40–60 tahun. Meski begitu, penyakit Meniere ini tetap bisa dialami oleh siapa saja sehingga penting bagi setiap individu untuk mewaspadai kondisi tersebut.

 

Penyebab Penyakit Meniere

 

Penyebab utama penyakit Meniere adalah penumpukan cairan endolimfe, yaitu cairan yang berada di telinga bagian dalam. Masih belum diketahui secara pasti apa kondisi yang dapat menyebabkan penumpukan cairan endolimfe tersebut. Namun, sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit Meniere adalah sebagai berikut:

  • Drainase cairan yang buruk di mana kondisi ini bisa disebabkan oleh adanya penyumbatan atau bentuk telinga yang tak beraturan.
  • Terdapat riwayat keluarga dengan penyakit Meniere.
  • Mengidap penyakit autoimun.
  • Cedera kepala.
  • Infeksi virus atau bakteri tertentu.
  • Migrain.
  • Ketidakseimbangan hormonal.
  • Alergi. 

 

Gejala Penyakit Meniere

 

Adapun sejumlah gejala yang umum dialami oleh penderita penyakit Meniere adalah sebagai berikut:

 

Perlu dipahami bahwa penyakit Meniere adalah penyakit yang bersifat progresif. Artinya, gejala penyakit Meniere ini dapat memburuk seiring dengan berjalannya waktu dan bisa menjadi permanen.

 

Komplikasi Penyakit Meniere

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, penyakit Meniere dapat menimbulkan sejumlah komplikasi, seperti:

  • Cedera karena kecelakaan atau terjatuh akibat kehilangan keseimbangan tubuh.
  • Depresi, kelelahan, dan stres.
  • Kehilangan fungsi pendengaran secara permanen.
  • Telinga berdenging yang semakin memburuk. 

 

Diagnosis Penyakit Meniere

 

Penegakkan diagnosis penyakit Meniere dapat diawali dengan melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan, riwayat kesehatan keluarga, riwayat kondisi medis pasien, riwayat penggunaan obat-obatan, riwayat alergi, dan lain-lain. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik yang meliputi evaluasi fungsi pendengaran, saraf, dan keseimbangan tubuh.

 

Selain itu, sejumlah pemeriksaan penunjang yang dapat digunakan untuk membantu mengonfirmasi diagnosis penyakit Meniere adalah sebagai berikut:

  • Tes pendengaran (audiometri).
  • Tes keseimbangan, di antaranya adalah posturografi, videonystagmography (VNG), rotary-chair test, electrocochleography (ECoG), vestibular evoked myogenic potentials (VEMP), dan video head impulse test (vHIT).
  • Pemeriksaan pencitraan, seperti CT scan dan MRI (Magnetic Resonance Imaging).

 

Pengobatan Penyakit Meniere

 

Hingga saat ini, penyakit Meniere adalah kondisi medis yang tidak dapat disembuhkan secara total. Kendati demikian, terdapat sejumlah tindakan atau pengobatan medis yang bisa dilakukan atau diberikan untuk meringankan gejala penyakit Meniere, di antaranya adalah:

 

1. Pemberian Obat-obatan

 

Untuk membantu meredakan gejala penyakit Meniere, dokter dapat meresepkan beberapa jenis obat-obatan, seperti:

  • Obat diuretik untuk membantu mengurangi penumpukan cairan endolimfe pada telinga bagian dalam.
  • Obat antimual untuk meredakan mual dan muntah yang kerap muncul saat penderita penyakit Meniere mengalami gejala vertigo.
  • Gentamicin untuk meredakan gejala vertigo.
  • Kortikosteroid untuk mengurangi pembengkakan dan iritasi pada telinga bagian dalam.

 

2. Terapi

 

Terapi juga menjadi salah satu tindakan medis yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan gejala penyakit Meniere. Adapun beberapa jenis terapi dan prosedur noninvasif yang umum digunakan untuk menangani penyakit Meniere adalah:

  • Vestibular rehabilitation therapy (VRT), yaitu terapi untuk memperkuat sistem vestibular yang berfungsi mengirimkan sinyal gerakan tubuh. Terapi ini dapat dilakukan untuk membantu meredakan vertigo.
  • Terapi meniett, yaitu tindakan medis yang menggunakan alat khusus untuk memberi tekanan pada telinga bagian tengah agar cairan di telinga bagian dalam berkurang. Tindakan ini bertujuan untuk meringankan gejala vertigo, tinnitus, dan rasa penuh di telinga yang sulit diobati dengan metode lainnya
  • Menggunakan alat bantu dengar untuk membantu memulihkan fungsi pendengaran yang menurun.

 

3. Tindakan Operasi

 

Apabila penggunaan obat-obatan dan terapi tidak efektif untuk menangani gejala penyakit Meniere, dokter dapat menindaklanjutinya dengan tindakan operasi. Berikut adalah beberapa tindakan operasi yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit Meniere.

  • Operasi pemotongan saraf vestibular untuk meredakan gejala vertigo tanpa mengganggu kerja telinga bagian dalam.
  • Tindakan pembedahan kantung endolimfatik, yaitu tindakan dengan mengempiskan kantung endolimfatik untuk mengurangi penumpukan cairan endolimfe berlebih pada telinga bagian dalam.
  • Labyrinthectomy, yaitu tindakan operasi dengan mengangkat telinga bagian dalam yang berfungsi untuk mengatur kemampuan fungsi pendengaran dan keseimbangan tubuh. Namun, tindakan ini hanya dilakukan apabila penderita penyakit Meniere telah hampir kehilangan seluruh fungsi pendengarannya.

 

Pencegahan Penyakit Meniere

 

Penyakit Meniere adalah kondisi medis yang sulit dicegah. Namun, terdapat sejumlah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya penyakit ini, yaitu:

  • Tidak merokok.
  • Membatasi konsumsi makanan yang mengandung tinggi garam.
  • Membatasi konsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein dan alkohol.

 

Apabila Anda atau kerabat terdekat mengeluhkan gejala seperti ulasan di atas, jangan ragu untuk mengunjungi Siloam Hospitals terdekat. Siloam Hospitals dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal karena dilengkapi oleh fasilitas medis berteknologi canggih serta tim dokter multidisiplin yang berpengalaman.


Sebelum itu, buat janji temu terlebih dahulu dengan dokter Siloam Hospitals menggunakan fitur Cari Dokter. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang dapat memudahkan Anda dalam memesan paket medical check up, cek hasil skrining kesehatan, serta konsultasi langsung dengan dokter secara virtual. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

My Siloam App

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail