Kesehatan Tubuh
Mengenal Migrain, Ini Gejala Hingga Cara Mengatasinya

Table of Contents
Sakit kepala sebelah atau migrain adalah nyeri yang terjadi pada satu sisi kepala dan biasanya terasa berdenyut. Rasa sakit ini dapat berlangsung selama beberapa jam sampai berhari-hari sehingga sering membuat penderitanya kesulitan beraktivitas seperti biasa.
Umumnya, keluhan mulai muncul sejak masa pubertas dan dapat semakin berat ketika memasuki rentang usia 35–45 tahun. Simak artikel ini untuk memahami lebih jauh mengenai apa itu migrain, termasuk jenis, penyebab, gejala, serta cara mengatasinya.
Apa Itu Migrain?
Sakit kepala sebelah atau migrain adalah nyeri pada kepala yang disebabkan oleh gangguan saraf dalam otak. Migrain membuat penderitanya merasa seakan kepala berdenyut parah dan sakit kepala sebelah saja. Pada beberapa kasus migrain, keluhan juga dapat menyerang kedua sisi kepala.
Migrain adalah kondisi yang cukup umum terjadi dan dapat menyerang semua kalangan usia. Nyeri kepala ini biasanya juga disertai dengan kondisi lain seperti mual, muntah, dan peningkatan sensitivitas terhadap suara dan cahaya. Gejala migrain bisa muncul kapan saja dan dapat diredakan dengan obat-obatan serta perawatan di rumah. Namun, pengobatan tersebut hanya bertujuan mengurangi frekuensi terjadinya serangan dan tingkat keparahannya.
Jenis-Jenis Migrain
Serangan migrain bisa terjadi dengan atau tanpa tanda-tanda (aura). Berdasarkan hal tersebut, migrain terbagi menjadi beberapa jenis yaitu:
1. Migrain dengan Aura
Migrain dengan aura ditandai dengan gejala awal seperti permasalahan sensorik seperti terdapat kilatan cahaya saat sedang melihat, kesulitan berbicara, atau sensasi kesemutan pada salah satu sisi wajah, lengan, dan kaki. Gejala ini dapat muncul sebelum atau pun pada saat nyeri kepala berlangsung.
2. Migrain Tanpa Aura
Migrain tanpa aura merupakan jenis migrain yang tidak diawali dengan tanda atau gejala khusus sebelum serangan muncul. Akibatnya, rasa nyeri di kepala dapat terjadi secara mendadak tanpa peringatan terlebih dahulu dan kerap mengganggu aktivitas sehari-hari.
3. Migrain Aura Tanpa Sakit Kepala
Jenis migrain ini sering dikenal sebagai silent migraine, yaitu kondisi ketika seseorang hanya merasakan gejala awal migrain, tetapi tidak disertai rasa nyeri di kepala. Meski tidak menimbulkan sakit kepala, gejalanya tetap dapat membuat penderitanya merasa tidak nyaman.
4. Migrain Kronis
Migrain kronis ditandai dengan rasa nyeri di kepala yang terjadi secara terus-menerus dan berkepanjangan hingga lebih dari 15 hari dalam sebulan. Kondisi ini perlu segera ditangani untuk mencegah kemungkinan komplikasi, seperti serangan jantung atau hipertensi.
5. Hemiplegic Migraine
Hemiplegic migraine merupakan jenis migrain yang ditandai dengan kelemahan pada salah satu sisi tubuh. Kondisi ini biasanya disertai gangguan visual, serta sensasi kesemutan atau mati rasa sehingga dapat memengaruhi kemampuan bergerak dan aktivitas sehari-hari.
6. Retinal Migraine
Retinal migraine termasuk jenis migrain yang dapat menyebabkan hilangnya penglihatan selama 10–20 menit dan biasanya tidak lebih dari 1 jam. Apabila hal ini baru pertama kali terjadi, sebaiknya segera mengunjungi rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
7. Abdominal Migraine
Jenis migrain selanjutnya adalah abdominal migraine. Kondisi ini kerap ditandai dengan rasa nyeri pada perut, mual, dan muntah. Umumnya, jenis migrain ini lebih sering terjadi pada anak-anak dan sering kali membuat mereka merasa tidak nyaman.
Penyebab Migrain
Hingga kini, belum diketahui secara pasti penyebab migrain. Namun, kondisi ini diduga berkaitan dengan penurunan kadar zat kimia dalam otak yang disebut serotonin. Meski belum diketahui secara pasti, beberapa faktor berikut bisa memicu migrain:
-
Efek samping obat-obatan, seperti pil KB atau sedang menjalani terapi hormon.
-
Paparan asap rokok, parfum yang menyengat atau aseton (penghapus cat).
-
Dampak emosional, misalnya stres berlebih, depresi, burnout, atau terlalu bahagia.
-
Tubuh kelelahan dan kualitas tidur yang buruk.
-
Melakukan olahraga berat.
-
Pola makan yang buruk, seperti terlalu banyak mengonsumsi MSG, makanan dengan pemanis buatan, minum kafein dan alkohol secara berlebihan hingga menimbulkan ketergantungan.
-
Perubahan kadar hormon estrogen pada wanita, seperti saat hamil, haid, atau menopause.
Gejala Migrain
Gejala utama dari migrain adalah sakit kepala sebelah kiri atau kanan dengan intensitas yang cukup kuat dan dapat menyebar ke bagian kepala lainnya. Serangan ini dapat dimulai sejak anak-anak, remaja, atau dewasa muda. Biasanya, serangan migrain muncul secara bertahap dalam 4 fase, yaitu prodromal, aura, attack, dan postdrome.
1. Fase Prodromal
Fase prodromal terjadi dalam beberapa hari atau jam sebelum serangan migrain. Gejala yang umumnya timbul pada fase ini adalah:
-
Lebih sering menguap.
-
Peningkatan nafsu makan.
-
Leher terasa kaku.
-
Peningkatan frekuensi buang air kecil.
-
Perubahan suasana hati secara ekstrem.
2. Fase Aura
Pada beberapa kasus, fase aura biasanya terjadi secara perlahan selama 20–60 menit sebelum serangan migrain terjadi. Beberapa gejalanya yaitu:
-
Kesulitan berbicara secara tiba-tiba.
-
Terdapat kilatan cahaya atau titik-titik cahaya pada objek yang sedang dilihat (floaters).
-
Salah satu sisi tubuh lemas atau mati rasa.
-
Tangan dan kaki terasa kebas, kesemutan seperti sensasi tertusuk jarum.
-
Hilangnya penglihatan sementara waktu.
3. Fase Attack
Fase attack atau serangan pada migrain adalah fase di mana gejala ringan mulai muncul. Fase ini biasanya berlangsung dari 4–72 jam atau lebih jika tidak diobati. Beberapa gejala serangan yang muncul adalah:
-
Mual dan muntah.
-
Nyeri kepala yang semakin memburuk jika sedang bergerak, batuk, atau bersin.
-
Sakit kepala sebelah kiri maupun sakit kepala sebelah kanan, tetapi terkadang juga menyerang kedua sisi bersamaan.
-
Nyeri kepala disertai rasa berdenyut.
-
Lebih sensitif terhadap cahaya atau suara.
4. Fase Postdrome
Tanda-tanda fase postdrome pada migrain adalah tubuh terasa lemas karena kehabisan energi dan kebingungan atau linglung. Selama fase ini, gerakan kepala secara tiba-tiba berpotensi membuat serangan migrain muncul kembali. Gejala-gejala migrain lebih sering muncul saat pagi hari setelah bangun tidur. Namun, terkadang serangan ini tidak dapat diprediksi, seperti pada akhir pekan setelah seminggu penuh bekerja atau sebelum menstruasi.

Cara Mengatasi Migrain
Migrain adalah kondisi yang tidak dapat disembuhkan sehingga berpotensi tinggi untuk kambuh. Namun, terdapat beberapa cara mengatasi migrain yang bisa diterapkan secara mandiri di rumah seperti beristirahat dengan cukup dan melakukan pijatan kepala secara lembut.
Apabila cara mengatasi migrain secara mandiri di rumah belum cukup efektif untuk meredakan gejala migrain, penderita migrain dapat mengonsumsi obat-obatan seperti obat pereda nyeri, triptan, atau antimual untuk meringankan gejala migrain.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi migrain. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Sistem Saraf) Subspesialis Neurologi Nyeri di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahap pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi sakit kepala sebelah atau migrain dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari dapatkan layanan kesehatan yang lebih praktis dengan mengunduh aplikasi MySiloam sekarang juga!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP
Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)
Spesialis Neurologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Brain Check Up Plus+ Package
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
34 Service/Item
Rp12.500.000
Skrining Kesehatan Otak
2 Service/Item
Rp3.000.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000
TERPOPULER
CT Head Non-CNTRS / CT Scan Kepala
CT Scan
Rp1.664.000
TERPOPULER
MRI Head Non-CNTRS / MRI Kepala
MRI / MRA
Rp2.870.000
TERPOPULER
MRI 3T Head Non Contrast / MRI 3T Kepala
MRI / MRA
Rp5.282.000







