Mengenal Jenis-Jenis & Bahaya Pemanis Buatan bagi Kesehatan
Pola Hidup Sehat

Mengenal Jenis-Jenis & Bahaya Pemanis Buatan bagi Kesehatan

22 Agustus 2024 4 menit waktu baca
Bahaya pemanis buatan

Pemanis buatan adalah zat pengganti gula yang dibuat melalui proses kimiawi. Jika dibandingkan dengan gula alami, pemanis buatan menawarkan rasa yang jauh lebih manis. Akan tetapi, di balik rasa manis yang ditawarkan, pemanis buatan dapat menimbulkan efek negatif pada kesehatan tubuh. Apa saja itu? Mari ketahui selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

 

Apa itu Pemanis Buatan?

 

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa pemanis buatan adalah zat kimia yang dimanfaatkan sebagai pengganti gula. perlu diketahui bahwa pemanis buatan terdiri dari beberapa jenis, mulai dari aspartam, sakarin, hingga neotam.

 

Setiap pemanis buatan memiliki batasan konsumsi harian (acceptable daily intake/ADI) yang telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Administration). ADI adalah jumlah kandungan aktif produk yang dianggap aman untuk dikonsumsi setiap hari sepanjang hidup.

 

Berikut adalah uraian selengkapnya tentang jenis-jenis pemanis buatan.

 

  • Aspartam: Memiliki intensitas rasa manis 200 kali lebih kuat daripada gula pasir. Pemanis buatan ini sering digunakan dalam permen karet, minuman berkarbonasi, sereal, dan agar-agar. Aspartam terdiri dari asam amino, fenilalanin, asam aspartat, dan etanol dalam jumlah sedikit. Batas konsumsi hariannya adalah 50 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 75 saset pemanis).

  • Sakarin: Berbentuk seperti bubuk kristal putih yang tidak memiliki kalori dan tidak memengaruhi gula darah sehingga sering dikonsumsi oleh penderita diabetes. Rasa manisnya 300 kali lebih manis dari gula pasir. Batas konsumsi hariannya adalah 15 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 15 saset pemanis). 

  • Acesulfame potassium: Pemanis buatan yang satu ini sering digunakan dalam berbagai produk makanan karena mudah larut dalam air dan stabil dalam temperatur tinggi. Memiliki intensitas rasa manis 200 kali lebih kuat daripada gula pasir dengan batas konsumsi harian 15 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 23 saset pemanis).

  • Neotam: Kandungan pemanis buatan ini hampir sama dengan aspartam namun memiliki rasa manis 40 kali lebih kuat, dan memiliki rasa manis 7.000–13.000 kali lebih kuat daripada gula pasir. Neotam biasanya digunakan untuk makanan rendah kalori. Batas konsumsi hariannya adalah 0,3 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 23 saset pemanis).

  • Sukralosa: Pemanis buatan ini berasal dari sukrosa dengan rasa manis 600 kali lebih kuat dibandingkan gula pasir. Sukralosa kerap digunakan untuk pemanis produk makanan yang digoreng atau dipanggang. Batas konsumsi hariannya adalah 5 mg/kg berat badan/hari (setara dengan 23 saset pemanis).

 

Bahaya Pemanis Buatan bagi Kesehatan

 

Pada dasarnya, pemanis buatan relatif aman selama asupannya tidak melebihi batas harian. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan, pemanis buatan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi tubuh, mulai dari obesitas hingga penyakit kardiovaskular. Berikut adalah uraian selengkapnya tentang dampak mengonsumsi pemanis buatan secara berlebihan.

 

1. Overweight atau Obesitas

 

Bahaya pemanis buatan berlebihan yang pertama adalah dapat menyebabkan obesitas. Hal ini bisa terjadi karena asupan gula berlebih dapat mematikan sistem pengontrol nafsu makan, sehingga merusak metabolisme tubuh. Kondisi ini dapat mengakibatkan kinerja hormon insulin menjadi terganggu. Pada akhirnya, tubuh akan terus merasa lapar meski sudah makan camilan dalam jumlah banyak.

 

Pemanis buatan sering kali dijadikan sebagai pengganti gula dalam makanan rendah kalori sehingga membuat tubuh tetap merasa kekurangan gizi. Akibatnya, seseorang cenderung ingin makan lebih banyak. Semakin banyak jumlah makanan yang dikonsumsi, maka kadar lemak dalam tubuh juga akan meningkat. Inilah yang memicu terjadinya overweight atau obesitas.

 

2. Diabetes Tipe 2

 

Bahaya pemanis buatan berikutnya adalah dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Diabetes merupakan penyakit yang disebabkan oleh tingginya kadar gula di dalam darah, yang mana salah satu faktor pemicunya adalah sering mengonsumsi makanan dan minuman manis.

 

Semakin banyak jumlah gula yang dikonsumsi, maka tubuh juga akan memproduksi hormon insulin lebih banyak untuk mengolah gula menjadi energi. Namun, bila kadar insulin dan gula terlalu tinggi, tubuh dapat mengalami resistensi insulin, yaitu suatu kondisi di mana sel-sel dalam tubuh tidak lagi dapat merespons kerja insulin sebagaimana mestinya. Hal inilah yang dapat menyebabkan terjadinya penyakit diabetes.

 

3. Penyakit Kardiovaskular dan Hipertensi

 

Terlalu banyak mengonsumsi gula juga dapat menyebabkan kerja jantung dalam memompa darah menjadi terganggu. Selain itu, terlalu banyak pemanis buatan juga dapat meningkatkan tekanan darah dan mendorong hati membuang lemak ke aliran darah.

 

Jika tumpukan lemak di aliran darah semakin banyak, maka seseorang berisiko mengalami aterosklerosis (penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak lemak di dinding pembuluh darah). Kondisi ini dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung.

 

4. Sindrom Metabolik

 

Bahaya pemanis buatan selanjutnya adalah memicu terjadinya sindrom metabolik, yaitu sekumpulan kondisi yang dapat meningkatkan risiko stroke, diabetes, dan penyakit jantung. Pada sindrom metabolik dapat terjadi peningkatan kadar gula darah, tekanan darah, kadar kolesterol, dan penambahan lemak di area pinggang. Jika terdapat setidaknya tiga kondisi di atas, seseorang dapat dikatakan menderita sindrom metabolik.

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab sindrom metabolik. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan resistensi insulin. Mengonsumsi makanan dan minuman dengan pemanis buatan dalam jumlah banyak juga dapat meningkatkan risiko mengalami sindrom metabolik.

 

Itulah penjelasan mengenai beberapa jenis dan bahaya pemanis buatan yang perlu diwaspadai. Jika ingin menerapkan pola hidup sehat, sebaiknya Anda membatasi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung pemanis buatan.

 

Jangan lupa juga untuk selalu memenuhi kebutuhan gizi harian dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang setiap hari. Agar lebih praktis, Anda dapat memesan paket Homecare Catering Sehat dari Siloam Hospitals. Paket makanan ini dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan. Bahkan, Anda bisa melakukan konsultasi gratis dengan ahli gizi.

 

Anda dapat memesan paket Homecare Catering Sehat dengan lebih mudah melalui aplikasi MySiloam. Lewat aplikasi MySiloam, Anda juga bisa mendapatkan beragam kemudahan dalam mengakses layanan kesehatan. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail