Migrain dengan Aura, Waspadai Gejalanya dari Sekarang!
Kesehatan Tubuh

Migrain dengan Aura, Waspadai Gejalanya dari Sekarang!

05 Juni 2025 5 menit waktu baca
migrain dengan aura

 

Migrain dengan aura merupakan salah satu bentuk migrain (sakit kepala sebelah) yang ditandai dengan gejala neurologis yang muncul sebelum fase migrain dimulai. Aura dapat berupa gangguan visual, seperti tiba-tiba melihat kilatan cahaya, garis zig-zag, atau gangguan sensorik seperti kesemutan dan mati rasa di wajah atau anggota tubuh.

 

Memahami karakteristik migrain dengan aura sangat penting agar penanganan yang diberikan tepat dan efektif. Aura ini juga dapat membantu dokter membedakan migrain dari gangguan saraf lainnya. Mari simak ulasan selengkapnya mengenai migrain dengan aura melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa Itu Migrain dengan Aura?

 

Migrain adalah sakit kepala sebela (unilateral) yang berkembang secara bertahap selama beberapa jam hingga beberapa hari. Sekitar 25% penderita migrain mungkin mengalami gejala neurologis fokal, atau aura, yang bermanifestasi sebagai gejala visual, pendengaran, motorik, atau somatosensori.

 

Migrain dengan aura adalah jenis migrain yang disertai dengan gejala “peringatan” yang dapat terjadi sebelum atau selama timbulnya sakit kepala sebelah. Aura migrain merupakan sejumlah gejala visual, seperti tiba-tiba melihat kilatan cahaya seperti flash, titik-titik cahaya, atau cahaya zig-zag dalam penglihatan. 

 

Aura migrain juga dapat timbul dengan gejala sensorik seperti adanya rasa kesemutan, baal atau mati rasa pada tangan, wajah, atau bagian lain tubuh. Selain itu, beberapa orang mungkin mengalami tinitus (telinga berdengung), pusing berputar, ketidakmampuan berbicara dengan jelas hingga kelemahan pada otot.

 

Aura bisa muncul sebelum atau selama serangan migrain, biasanya 30–60 menit sebelum nyeri kepala. Namun, penting untuk dicatat bahwa aura migrain tidak selalu terjadi pada setiap episode migrain. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko cedera serebrovaskular (otak dan pembuluh darah) sehingga memerlukan diagnosis tepat waktu dan penanganan yang sesuai.

 

Jenis-Jenis Aura Migrain

 

Terdapat tiga jenis utama aura migrain, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Aura visual: Jenis aura migrain yang ditandai dengan gejala  pada penglihatan, seperti melihat lampu berkedip atau zig-zag.

  • Aura sensorik: Jenis aura migrain ini berupa kesemutan, mati rasa, atau kelemahan pada anggota gerak.

  • Aura disfasik: Jenis aura migrain yang paling jarang terjadi, biasanya meliputi gejala verbal dan bahasa, seperti bergumam atau kesulitan berbicara.

 

Dilansir dari Cleveland Clinic, hanya 25% hingga 30% penderita migrain yang mengalami aura migrain. Dari populasi tersebut, diperkirakan:

 

  • 90% hingga 99% mengalami aura visual.

  • 36% mengalami aura sensorik.

  • 10% mengalami aura disfasik.

 

Penyebab Migrain dengan Aura

 

Hingga kini, penyebab aura migrain tidak diketahui secara pasti. Namun, para ahli berpendapat bahwa kondisi ini disebabkan oleh gelombang listrik yang bergerak melintasi korteks visual dan mengakibatkan perubahan visual. Selain itu, terjadinya aura migrain juga dapat dipicu oleh beberapa faktor, yaitu:

 

  • Genetik.

  • Cahaya terang atau silau.

  • Bau menyengat.

  • Makanan atau obat tertentu.

  • Stres.

  • Gangguan tidur.

  • Menstruasi. 

  • Nyeri leher.

  • Obesitas.

  • Puasa.

 

Gejala Migrain dengan Aura

 

Aura migrain biasanya berlangsung kurang dari 60 menit sebelum nyeri kepala dimulai. Namun, terkadang aura migrain terjadi tanpa sakit kepala. Hal ini sering kali terjadi pada penderita migrain berusia 50 tahun ke atas. Gejala aura migrain umumnya meliputi gangguan penglihatan sementara, seperti:

 

  • Melihat bintik buta (skotoma), yaitu hilangnya sebagian penglihatan di area tertentu pada lapang pandang.

  • Garis zig-zag yang secara bertahap melayang di lapang pandang.

  • Bintik atau bintang yang berkilauan.

  • Perubahan kemampuan penglihatan atau kehilangan penglihatan.

  • Melihat kilatan cahaya.

 

Selain gangguan penglihatan atau visual, gangguan sementara lainnya yang sering dikaitkan dengan aura migrain adalah:

 

  • Mati rasa, biasanya terasa seperti kesemutan di satu tangan atau di satu sisi wajah lalu menyebar secara perlahan-lahan ke sepanjang tungkai.

  • Kesulitan berbicara.

  • Kelemahan otot.

 

Aura berkembang secara bertahap yang biasanya berlangsung tidak lebih dari 60 menit. Aura terdiri dari gejala positif dan negatif dan bersifat sepenuhnya reversibel. Gejala positif muncul karena adanya pelepasan aktif dari neuron sistem saraf pusat, sedangkan gejala negatif terjadi karena tidak adanya atau hilangnya fungsi.

 

Gejala positif meliputi:

 

  • Cahaya terang, garis, dan bentuk.

  • Tinnitus.

  • Parestesia.

  • Gerakan tersentak-sentak atau berulang.

 

Contoh gejala negatif meliputi:

 

  • Kehilangan penglihatan.

  • Kehilangan pendengaran.

  • Kehilangan sensorik.

  • Ketidakmampuan menggerakkan bagian tubuh.

 

Diagnosis Migrain dengan Aura

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) terlebih dahulu mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan saraf atau neurologis. Apabila aura tidak disertai dengan nyeri kepala, dokter mungkin perlu melakukan tes tambahan untuk menyingkirkan kondisi lain yang lebih serius, misalnya transient ischemic attack (TIA).

 

Tidak ada tes diagnostik khusus untuk migrain. Riwayat klinis dan pemeriksaan fisik pasien akan menentukan apakah diperlukan pemeriksaan penunjang lebih lanjut. Adapun beberapa jenis pemeriksaan yang mungkin dilakukan oleh dokter adalah sebagai berikut:

 

  • Pemeriksaan mata secara menyeluruh untuk menyingkirkan masalah mata yang bisa menyebabkan gangguan visual.

  • Pencitraan seperti CT scan atau MRI kepala untuk melihat gambaran otak secara lebih terperinci.

 

Pengobatan Migrain dengan Aura

 

Pengobatan migrain dengan aura difokuskan untuk meredakan gejala. Sejumlah pengobatan yang biasanya direkomendasikan oleh dokter adalah sebagai berikut:

 

  • Pereda nyeri, seperti acetaminophen (parasetamol), ibuprofen, atau aspirin.

  • Triptan, untuk memblokir jalur nyeri di otak. Obat ini bisa berupa pil, suntikan, atau semprotan hidung.

  • Suntikan atau semprotan hidung dihydroergotamine, biasanya digunakan di awal serangan migrain untuk membantu mengurangi gejala.

  • Opioid untuk pasien yang tidak bisa mengonsumsi triptan atau dihydroergotamine. Mengingat opioid sangat adiktif, dokter biasanya hanya merekomendasikan obat ini bila semua pilihan lain tidak efektif.

  • Antimual, untuk mengurangi gejala migrain yang disertai mual dan muntah.

  • Magnesium, suplemen yang bisa memecah aura visual dan mengurangi rasa nyeri.

 

Pencegahan Migrain dengan Aura

 

Migrain dengan aura tidak dapat dicegah sepenuhnya. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi durasi, tingkat keparahan, dan frekuensi serangannya. Jika pasien tidak merespons pengobatan biasanya dan mengalami gejala yang tergolong berat, dokter dapat merekomendasikan:

 

  • Suplemen magnesium.

  • Obat penurun tekanan darah.

  • Obat antikejang.

  • Antidepresan.

  • Calcitonin gene-related peptide (CGRP) monoclonal antibodies.

  • Suntik Botox.

 

Demikian penjelasan mengenai migrain dengan aura yang perlu Anda ketahui. Namun, perlu diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis yang akurat secara medis. Oleh sebab itu, bila Anda mengalami sejumlah gejala yang mengarah pada migrain, jangan ragu berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Neurologi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Namun, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

StatPearls [Internet]. Migraine With Aura. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Migraine with aura. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Migraine Aura. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail