Kesehatan Tubuh
Neuroma Akustik - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Acoustic neuroma atau neuroma akustik adalah tumor jinak yang berkembang pada saraf vestibular, yaitu saraf utama dari telinga bagian dalam yang berkaitan dengan fungsi pendengaran dan keseimbangan. kondisi ini dapat menimbulkan gejala berupa gangguan pendengaran, telinga berdenging, hingga masalah keseimbangan. Mari pahami lebih lanjut mengenai neuroma akustik dalam artikel berikut ini.
Apa itu Neuroma Akustik?
Seperti yang telah dijelaskan bahwa vestibular schwannomas, acoustic neuroma, atau neuroma akustik adalah tumor jinak yang memengaruhi sistem saraf vestibular yang berperan penting dalam fungsi pendengaran dan keseimbangan. Saraf ini terletak pada telinga bagian dalam dan akan terhubung ke otak.
Schwannoma mencakup sekitar 8% dari seluruh tumor intrakranial yang dapat menimbulkan gejala. Meski bersifat jinak, tumor ini tetap perlu diwaspadai karena bisa menekan bagian otak yang mengatur aliran cairan serebrospinal (cairan yang berada di sekitar otak dan sumsum tulang belakang) apabila ukurannya semakin membesar.
Penyebab Neuroma Akustik
Acoustic neuroma terjadi ketika sel Schwann (sel pada sistem saraf tepi yang membentuk selubung mielin yang membungkus serabut saraf) membelah secara abnormal dan tidak terkendali. Pada dasarnya, sel-sel tersebut berfungsi untuk mendukung dan melindungi saraf yang mengatur fungsi pendengaran dan keseimbangan pada sistem saraf tepi. Sayangnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab terjadinya hal tersebut.
Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan perubahan (mutasi) pada gen dalam kromosom 22. Gen tersebut berfungsi untuk menghasilkan protein penekan tumor yang membantu mengontrol pertumbuhan dan perkembangan sel Schwann.
Mutasi gen pada kromosom 22 biasanya diwariskan kepada orang yang menderita penyakit langka bernama neurofibromatosis tipe 2. Secara umum, penderita neurofibromatosis tipe 2 mengalami bilateral acoustic neuromas atau kondisi ketika tumor tumbuh di kedua sisi. Namun, dilansir dari Mayo Clinic, neurofibromatosis tipe 2 hanya menyumbang sekitar 5% dari total kasus neuroma akustik.
Sebagian besar neuroma akustik bersifat unilateral dan terjadi secara sporadis (penyakit yang muncul secara tiba-tiba dan tidak terduga). Namun, faktor genetik berkontribusi terhadap perkembangan neuroma akustik bilateral yang jumlahnya kurang dari 5% dari semua schwannoma.
Gejala Neuroma Akustik
Gejala neuroma akustik umumnya memerlukan waktu bertahun-tahun untuk berkembang. Saat menimbulkan gejala, tumor ini dapat memengaruhi fungsi pendengaran dan keseimbangan. Selain itu, vestibular schwannomas juga dapat menekan saraf kranial trigeminal yang berfungsi mengendalikan sensasi, serta saraf yang mengendalikan otot-otot wajah. Adapun beberapa gejala umum vestibular schwannomas adalah:
-
Gangguan pendengaran, biasanya berkembang secara bertahap selama beberapa bulan hingga bertahun-tahun. Dalam kasus yang jarang terjadi, gangguan pendengaran bisa muncul secara tiba-tiba. Kondisi ini umumnya terjadi pada satu sisi atau lebih parah pada satu sisi saja.
-
Telinga berdenging (tinitus).
-
Gangguan keseimbangan.
-
Pusing berputar (vertigo).
-
Nyeri kepala.
-
Sensasi mati rasa pada wajah.
-
Kelemahan atau hilangnya gerakan otot-otot wajah (jarang terjadi).
-
Mual dan muntah.
-
Kesulitan menelan (disfagia).
-
Penglihatan kabur atau penglihatan ganda.
Diagnosis Neuroma Akustik
Diagnosis acoustic neuroma sering kali sulit ditegakkan pada tahap awal karena gejalanya kerap berkembang secara perlahan, sehingga sering diabaikan oleh penderitanya. Namun, apabila dokter mencurigai pasien mengalami kondisi ini, langkah pertama yang dapat dilakukan adalah wawancara medis (anamnesis) terkait dengan keluhan dan riwayat kesehatan pasien maupun keluarganya.
Pemeriksaan fisik juga dapat dilakukan untuk mengevaluasi kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan, seperti melakukan pemeriksaan pada kemampuan pendengaran dan keseimbangan pasien. Lalu, guna membantu menegakkan diagnosis acoustic neuroma, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:
-
Tes pendengaran (audiometri), seperti auditory brainstem response.
-
Elektronistagmografi, yaitu prosedur medis untuk memeriksa pergerakan mata serta otot yang mengontrolnya.
Pengobatan Neuroma Akustik
Pengobatan neuroma akustik bisa bervariasi, tergantung pada ukuran dan kecepatan perkembangan tumor, gejala, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Secara umum, terdapat tiga metode penanganan yang umum dilakukan untuk menangani kondisi ini, yaitu observasi, prosedur pembedahan, dan terapi radiasi.
-
Observasi: Apabila tumor tidak berkembang dan pasien tidak mengalami gejala tertentu, dokter dapat melakukan observasi atau pemantauan secara berkelanjutan.
-
Prosedur pembedahan: Dokter dapat mengangkat tumor melalui prosedur pembedahan terutama jika tumor tersebut terus berkembang, berukuran besar, dan menimbulkan gejala tertentu. Salah satu prosedur pembedahan yang kerap dilakukan adalah microsurgery.
-
Terapi radiasi: Dilakukan dengan menargetkan sel tumor secara khusus menggunakan energi radiasi untuk mengecilkan atau menghancurkan tumor tersebut. Beberapa jenis terapi radiasi yang umum dilakukan, yaitu:
-
Stereotactic radiosurgery. Terapi ini akan menggunakan radiasi berenergi tinggi untuk menghancurkan sel tumor. Gamma Knife atau Cyberknife adalah terapi radiasi presisi yang umum digunakan.
-
Fractionated stereotactic radiotherapy.
-
Proton beam therapy.
-
Kemoterapi: Dalam kasus yang jarang terjadi, dokter juga dapat menangani acoustic neuroma dengan kemoterapi untuk mengecilkan tumor.
Perlu diingat, penyebab dan gejala yang disebutkan di atas tidak dapat memastikan seseorang benar-benar menderita vestibular schwannomas. Sebab, penyebab dan gejala tersebut tidak secara spesifik mewakili vestibular schwannomas, sehingga mungkin saja juga terjadi pada kondisi medis lainnya. Maka dari itu, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Bedah Saraf di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, setiap tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait dengan neuroma akustik bisa berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada fasilitas kesehatan yang tersedia. Meski demikian, tenaga medis profesional tetap memastikan tahapan tindakan medis tersebut telah disesuaikan dengan kondisi medis pasien.
Untuk memperoleh penanganan lebih lanjut terkait tumor dan kanker, Anda juga dapat mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi yang merupakan pusat unggulan kanker di Indonesia dari Siloam Hospitals Group. Rumah sakit ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan yang memungkinkan pasien untuk mendapatkan pemeriksaan deteksi dini kanker, onkologi bedah, radioterapi, kemoterapi, serta pengobatan tumor dan kanker lainnya.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. Bagus Sasongko, SpBS, M.Kes, FN-TB, FINSS
Bedah Saraf
Spesialis Bedah Saraf
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini







