Diet untuk Penderita Penyakit Jantung yang Aman dan Sehat
Pola Hidup Sehat

Diet untuk Penderita Penyakit Jantung yang Aman dan Sehat

17 Februari 2025 7 menit waktu baca
diet untuk penderita penyakit jantung

 

Penderita penyakit jantung perlu mengonsumsi makanan yang direkomendasikan untuk menjaga kesehatan jantung, seperti buah-buahan dan sayuran. Sementara itu, konsumsi makanan berlemak, makanan asin, serta makanan tinggi gula perlu dibatasi agar tidak memperburuk kondisi jantung hingga meningkatkan risiko terjadinya komplikasi. Mari kenali tips diet untuk penderita penyakit jantung yang aman dan sehat di bawah ini.

 

Tips Diet untuk Penderita Penyakit Jantung

 

Untuk menjaga kesehatan jantung, dokter umumnya merekomendasikan diet sehat yang dapat mencegah hipertensi, yaitu diet DASH (dietary approaches to stop hypertension). Pasalnya, diet ini terbukti dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi dan kolesterol LDL dalam darah.

 

Program diet DASH menerapkan prinsip pembatasan konsumsi natrium dan menambah konsumsi makanan kaya nutrisi, seperti kalium dan magnesium, yang diketahui baik untuk jantung. Mulai dari memperbanyak konsumsi buah, sayur, dan gandum utuh hingga memilih sumber protein rendah lemak, berikut beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam menjalani program diet untuk penderita jantung:

 

1. Memperbanyak Konsumsi Buah, Sayur, dan Gandum Utuh

 

Mengonsumsi buah, sayur, dan gandum yang mengandung nutrisi tinggi secara rutin dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Buah dan sayur kaya dengan kandungan serat, vitamin, serta mineral, namun rendah kalori sehingga membuatnya baik untuk kesehatan jantung.

 

Sementara itu, gandum utuh, seperti brown rice, roti gandum, oatmeal, quinoa, dan barley mengandung serat yang tinggi sehingga dapat mengontrol tekanan darah serta memelihara kesehatan jantung. 

 

Sebagai catatan, makanan kaya serat memiliki manfaat untuk jantung karena serat yang larut dapat menurunkan kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein). Serat larut tersebut dapat mengikat asam empedu di usus dan mengeluarkannya dari dalam tubuh.

 

Kendati demikian, penderita penyakit jantung disarankan untuk membatasi konsumsi buah kelapa, buah kaleng, dan sayuran yang diolah menggunakan santan karena kandungan lemak yang tinggi dalam olahan santan. Di sisi lain, buah kaleng mengandung gula dan garam yang tinggi. Menjaga kadar kalori dengan mengonsumsi buah dan sayuran dapat dilakukan setiap hari.

 

Cukup simpan buah dan sayur di dalam kulkas untuk dikonsumsi setiap hari. Buah-buahan segar, seperti apel, pir, beri, dan persik, bisa dikupas dan dipotong untuk dikonsumsi sebagai camilan. Adapun sayuran berdaun hijau, wortel, brokoli, dan lainnya dapat diolah menjadi hidangan sup atau tumis untuk disajikan sebagai menu makanan utama.

 

2. Mengontrol Porsi Makan

 

Diet untuk penderita penyakit jantung juga mengutamakan mengatur porsi makanan. Berdasarkan program diet DASH, porsi makanan per hari adalah sebagai berikut:

 

  • Beras dan gandum: 6–8 porsi per hari.

  • Buah: 4–5 porsi per hari.

  • Sayur: 4–5 porsi per hari.

  • Ikan, ayam, daging tanpa lemak: Maksimal 2 porsi per hari.

  • Lemak dan minyak: 2–3 porsi per hari.

  • Susu dan produk olahannya: 2–3 porsi per hari.

 

Pasalnya, mengonsumsi makanan secara berlebihan berisiko meningkatkan kalori yang mungkin dapat melebihi batas normal. Ketika kadar kalori dalam tubuh berlebihan, seseorang bisa berpotensi menderita obesitas yang menjadi salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner. Agar porsi makanan tidak berlebihan, ikuti tips berikut:

 

  • Makan dengan menggunakan mangkuk atau piring kecil.

  • Memilih makanan yang rendah kalori dan kaya nutrisi, seperti buah dan sayuran.

  • Mengurangi porsi makanan berkalori dan mengandung garam tinggi, termasuk makanan olahan dan makanan cepat saji.

  • Mengukur porsi makanan yang dikonsumsi secara spesifik, seperti menggunakan satuan ons atau jumlah potongan.

 

3. Membatasi Asupan Lemak Jenuh

 

Penderita penyakit jantung koroner perlu memperhatikan asupan makanan untuk menjaga kadar kolesterol dalam darah. Selain membatasi asupan lemak jenuh, penderita penyakit jantung juga perlu menghindari konsumsi lemak trans yang bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat menyebabkan aterosklerosis dan meningkatkan risiko serangan jantung (infark miokard) serta stroke.

 

Berikut adalah cara untuk membatasi asupan lemak jenuh dan lemak trans untuk menghindari risiko komplikasi penyakit jantung:

 

  • Membuang bagian lemak pada daging sebelum dimasak. Pilihlah bagian daging yang rendah lemak, seperti daging sapi bagian sirloin dan tenderloin atau daging dada ayam. Batasi konsumsi lemak jenuh harian <10% dari total kalori harian.

  • Mengurangi penggunaan mentega, margarin, krim, dan minyak kelapa dalam kebutuhan memasak.

  • Mengganti minyak kelapa dengan minyak zaitun, minyak kanola, minyak sayur, atau minyak sehat lainnya.

  • Mengurangi cara mengolah makanan dengan digoreng. Jika ingin menggoreng makanan, gunakan air fryer atau pastikan untuk memakai sedikit minyak.

 

4. Mengonsumsi Lemak Sehat

 

Alih-alih mengonsumsi lemak jenuh dan lemak trans, penderita penyakit jantung bisa mengonsumsi makanan yang mengandung lemak sehat. Lemak sehat, yakni asam lemak omega-3 dari ikan air dingin, seperti salmon, makarel, dan ikan haring, diketahui dapat membantu menurunkan kadar lemak darah. 

 

Risiko terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah akibat penumpukan kolesterol pun bisa berkurang karena diet untuk penderita penyakit jantung ini. Selain dari konsumsi ikan air dingin, lemak sehat juga terkandung dalam beberapa jenis makanan lain, utamanya kacang-kacangan.

 

Jenis kacang-kacangan, seperti kacang polong dan lentil, mengandung protein rendah lemak yang baik. Protein nabati dan hewani ini diketahui dapat menurunkan lemak dan kolesterol dalam tubuh serta meningkatkan jumlah serat yang dikonsumsi.

 

5. Mengurangi Penggunaan Garam

 

Penderita penyakit jantung perlu memperhatikan konsumsi garam. Pasalnya, mengonsumsi garam berlebihan bisa meningkatkan risiko terjadinya tekanan darah tinggi (hipertensi) yang berisiko memperburuk kondisi jantung. Hal ini juga berkaitan dengan batasan konsumsi makanan terproses, seperti makanan kaleng, makanan beku, makanan cepat saji, dan produk saus, termasuk kecap, saus tomat, atau mayones, karena mengandung natrium tinggi.

 

Asupan garam yang direkomendasikan tidak lebih dari 2.300 mg setiap hari atau sekitar 1 sendok teh bagi orang dewasa. Sementara itu, diet DASH menganjurkan penderita hipertensi untuk membatasi konsumsi garam tidak lebih dari ¾ sendok teh atau sejumlah 1.500 mg per hari.

 

6. Membatasi Asupan Gula Tambahan

 

Diet untuk penderita penyakit jantung mengharuskan pembatasan konsumsi gula tambahan. Perlu diketahui bahwa gula tambahan bukanlah gula alami yang terdapat dalam buah-buahan. Gula tambahan digunakan untuk menambah rasa manis pada makanan dan minuman siap saji. Beberapa jenis gula tambahan di antaranya adalah gula merah, sirup jagung, sukrosa, dekstrosa, dan fruktosa.

 

Gula tambahan biasanya ditemukan pada beberapa jenis produk minuman, seperti minuman bersoda, minuman berenergi, dan minuman beralkohol. Di sisi lain, makanan yang banyak mengandung gula tambahan meliputi kue, biskuit, brownies, donat, es krim, dan masih banyak lainnya.

 

Permenkes Nomor 30 Tahun 2013 menyarankan untuk mengonsumsi tidak lebih dari 50 gram atau 4 sendok makan gula dalam sehari. Agar kadar gula dalam tubuh tidak melebihi batas normal, biasakan untuk mengonsumsi:

 

  • Air putih. 

  • Susu bebas lemak.

  • Susu rendah lemak.

  • Jus sayuran tanpa tambahan gula.

  • Makanan tanpa pemanis untuk camilan atau dessert, seperti buah-buahan.

 

7. Membatasi Konsumsi Minuman Beralkohol

 

Dokter bisa merekomendasikan pembatasan konsumsi minuman beralkohol setelah melakukan anamnesis (wawancara medis) dengan penderita penyakit jantung. American Heart Association menyarankan konsumsi minuman beralkohol sebanyak 1 gelas per hari untuk wanita dan ≤ 2 gelas per hari untuk pria.

 

Berdasarkan kondisi pasien, dokter dapat menganjurkan untuk mengurangi atau menghentikan konsumsi minuman beralkohol sepenuhnya. Hal ini dikarenakan alkohol dapat menambah kalori dan menyebabkan masalah kesehatan berikut:

 

  • Meningkatkan kalori dalam tubuh.

  • Membuat berat badan naik.

  • Meningkatkan tekanan darah dan kadar trigliserida dalam darah.

  • Memperburuk gagal jantung, khususnya pada penderita kardiomiopati.

8. Memilih Sumber Protein Rendah Lemak

 

Mengonsumsi sumber protein rendah lemak, seperti daging ikan, daging unggas, telur, dan susu skim direkomendasikan untuk penderita penyakit jantung. Selain itu, sumber protein nabati, seperti kacang-kacangan dan biji-bijian, juga bisa menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah karena rendah lemak dan mengandung kolesterol baik.

 

Diet untuk penderita penyakit jantung atau diet DASH (dietary approaches to stop hypertension) dapat menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Meskipun begitu, diet tersebut hanyalah upaya untuk mengoptimalkan pemulihan penyakit jantung. Apabila membutuhkan rekomendasi makanan yang aman dan sehat untuk penderita penyakit jantung, konsultasikan kebutuhan Anda dengan Dokter Spesialis Gizi Klinik di Siloam Hospitals terdekat.

 

Hasil diagnosis dari pemeriksaan jantung Anda akan menjadi acuan untuk merencanakan diet yang sesuai dengan kondisi tubuh Anda. Dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan tambahan untuk memberikan penanganan yang tepat. Tahapan diagnosis dan penanganan ini dapat berbeda-beda di setiap rumah sakit karena disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia.

 

Anda juga bisa memesan paket Catering Sehat dari layanan Siloam at Home untuk memperoleh paket makanan yang sudah disesuaikan dengan kondisi tubuh dan kebutuhan gizi setiap pasien. Paket katering ini dapat dipesan dengan mudah melalui aplikasi MySiloam. Mari unduh aplikasi MySiloam untuk menggunakan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Siloam at Home (1)

Sumber

Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan. Diet Jantung Sehat: 6 Langkah Pencegahan Penyakit Jantung. Diakses pada 2025 | National Heart, Lung, and Blood Institute. Choose Heart-Healthy Foods. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Heart-healthy Diet: 8 Steps to Prevent Heart Disease. Diakses pada 2025 | Heart Foundation. How to Follow a Heart Healthy Eating Pattern. Diakses pada 2025 | Healthline. The Complete Beginner’s Guide to the DASH Diet. Diakses pada 2025 | National Lipid Association. Adding Soluble Fiber to Lower Your Cholesterol. Diakses pada 2025 | American Heart Association. Limiting Alcohol to Manage High Blood Pressure. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-lanny-christiawati-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lanny Christiawati, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-samuel-oetoro-spgk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Samuel Oetoro, MS, SpGK (K)

Gizi Klinik

Subspesialis Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-christopher-andrian-mgizi-spgk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Christopher Andrian, M.Gizi, SpGK

Gizi Klinik

Spesialis Gizi Klinik


Siloam Hospitals TB Simatupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail