Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner, Kenali sebelum Terlambat!
Kesehatan Tubuh

Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner, Kenali sebelum Terlambat!

20 Mei 2025 4 menit waktu baca
faktor risiko penyakit jantung koroner & pencegahannya

 

Penyakit jantung koroner adalah jenis penyakit jantung yang terjadi karena adanya penumpukan plak atau gangguan pada kerja pembuluh darah jantung. Seseorang dengan faktor risiko tertentu diketahui memiliki potensi lebih tinggi mengalami kondisi ini. Lantas, apa saja faktor risiko penyakit jantung koroner? Mari simak ulasannya berikut ini.

 

Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner

 

Risiko penyakit jantung koroner semakin tinggi jika seseorang menderita tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, memiliki kadar kolesterol darah tinggi, dan kondisi medis lainnya. Faktor risiko yang berkaitan dengan kondisi medis bisa diatasi dengan perubahan gaya hidup. Namun, faktor risiko lain, seperti usia dan riwayat keluarga, merupakan faktor-faktor risiko yang tidak dapat diubah. Berikut adalah beberapa faktor risiko penyakit jantung koroner yang perlu diperhatikan:

 

1. Riwayat Keluarga

 

Salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner yang signifikan adalah riwayat keluarga. Pasien dengan riwayat anggota keluarga yang mengidap kondisi penyakit jantung pada usia kurang dari 50 tahun memiliki risiko kematian akibat penyakit jantung koroner lebih tinggi.

 

Lebih spesifik, risiko penyakit jantung koroner pada seseorang juga lebih tinggi jika memiliki anggota keluarga dengan kondisi jantung koroner sebagai berikut:

 

  • Ayah atau saudara laki-laki yang terdiagnosis penyakit jantung koroner sebelum usia 55 tahun.

  • Ibu atau saudara perempuan yang terdiagnosis penyakit jantung koroner sebelum usia 65 tahun.

 

2. Usia

 

Risiko penyakit jantung koroner meningkat setelah seseorang menginjak usia 35 tahun. Hal ini berlaku untuk pria dan wanita. Adapun risiko seumur hidup (lifetime risk) penyakit jantung koroner pada pria dan wanita setelah usia 40 tahun masing-masing adalah 49% dan 32%.

 

Risiko penyakit jantung koroner pada pria cenderung meningkat secara signifikan pada usia sekitar 45 tahun. Sebelum menopause, wanita memiliki risiko lebih rendah mengidap penyakit jantung koroner dibandingkan pria. Namun, ketika wanita telah melewati masa menopause atau berusia sekitar 55 tahun, risiko terkena penyakit jantung koroner akan meningkat. Hal ini mungkin disebabkan karena terjadinya perubahan hormon setelah menopause.

 

3. Jenis Kelamin

 

Penyakit jantung koroner memang lebih banyak didapati pada pria. Namun, artikel review pada jurnal Medicine in Novel Technology and Devices (2019) menemukan bahwa angka kematian akibat penyakit jantung koroner lebih tinggi pada wanita. Sama seperti usia, jenis kelamin merupakan faktor risiko penyakit jantung koroner yang tidak bisa diubah. Maka dari itu, dokter perlu mempertimbangkan jenis kelamin penderita dalam mendiagnosis dan memberikan penanganan.

 

4. Lingkungan Tempat Tinggal

 

Polusi udara dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung koroner. Risiko ini biasanya lebih tinggi pada beberapa kelompok individu, seperti wanita, lansia, penderita diabetes, overweight atau obesitas. Polusi udara juga diketahui dapat memperburuk kondisi yang membuat seseorang berisiko terkena penyakit jantung koroner, seperti peradangan dan tekanan darah tinggi.

 

5. Pekerjaan

 

Selain faktor lingkungan tempat tinggal, pekerjaan juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung koroner. Beberapa faktor risiko penyakit jantung koroner yang berkaitan dengan pekerjaan adalah sebagai berikut:

 

  • Tekanan pekerjaan yang membuat seseorang mengalami stres berkepanjangan.

  • Diharuskan untuk duduk dalam waktu lama.

  • Terpapar racun, radiasi, atau zat berbahaya lainnya.

  • Bekerja lebih dari 55 jam dalam satu minggu.

  • Bekerja dengan sistem shift panjang, tidak teratur, atau pada malam hari yang memengaruhi kualitas tidur.

 

6. Gaya Hidup

 

Penumpukan plak lemak yang menjadi salah satu penyebab utama penyakit jantung koroner dapat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, seperti:

 

  • Jarang berolahraga atau bergerak secara aktif.

  • Kebiasaan merokok atau terpapar asap rokok dalam jangka waktu panjang.

  • Mengonsumsi makanan tinggi gula dan lemak.

  • Stres.

  • Tidak mendapatkan waktu tidur yang cukup.

  • Kualitas tidur yang buruk.

 

7. Menderita Kondisi Medis Tertentu

 

Penderita kondisi medis tertentu lebih berisiko terkena penyakit jantung koroner. Beberapa di antaranya adalah:

 

 

Penting untuk diingat bahwa penjelasan akan beberapa faktor risiko penyakit jantung koroner di atas tidak serta-merta mengindikasikan bahwa seseorang pasti akan mengalami penyakit jantung koroner jika memiliki faktor-faktor risiko tersebut. 

 

Oleh karenanya, apabila mengalami keluhan tak biasa yang mungkin mengarah pada kecurigaan penyakit jantung, sebaiknya segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta saran penanganan yang tepat.

 

Dokter akan menentukan prosedur pemeriksaan dan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien. Serangkaian tes atau pemeriksaan juga akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia di masing-masing rumah sakit sehingga langkah pelaksanaannya bisa berbeda.

 

Jika membutuhkan pemeriksaan jantung, Anda bisa memesan paket Skrining Jantung melalui MySiloam. Aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur-fitur untuk mengetahui jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter, dan mengecek hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh MySiloam sekarang untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Laboratory Digital Booking

Sumber

National Library of Medicine. Risk Factors for Coronary Artery Disease. Diakses pada 2024 | National Heart, Lung, and Blood Institute. Coronary Heart Disease: Causes and Risk Factors. Diakses pada 2024 | Medicine in Novel Technology and Devices. Gender Differences in Cardiovascular Disease. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail