Kenali DBD (Demam Berdarah Dengue) - Penyebab, Gejala, Pengobatan
Kesehatan Tubuh

Kenali DBD (Demam Berdarah Dengue) - Penyebab, Gejala, Pengobatan

03 Juni 2025 4 menit waktu baca
dbd

 

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang menyebabkan penderitanya mengalami demam tinggi selama beberapa hari. Penderita perlu mewaspadai kondisi ini, terutama saat demam sudah mulai turun.

 

Pasalnya, momen tersebut bukan menandakan penderita telah sembuh, melainkan fase kritis dari DBD yang berisiko menyebabkan komplikasi berbahaya. Mari simak informasi mengenai penyebab, gejala, komplikasi, hingga pengobatan DBD selengkapnya di sini.

 

Apa itu DBD (Demam Berdarah Dengue)?

 

DBD adalah penyakit yang disebabkan virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Penderita demam berdarah dengue biasanya akan mengalami gejala berupa nyeri hebat, terutama pada tulang dan persendian yang terasa seolah-olah patah.

 

Di Indonesia, menurut data Kementerian Kesehatan tahun 2023, terdapat sekitar 114.720 kasus DBD dengan 894 kematian. Komplikasi DBD dapat mengakibatkan kerusakan organ, seperti hati, jantung, dan paru-paru.

 

Penyebab DBD

 

Virus dengue penyebab DBD ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti ketika nyamuk tersebut menggigit dan menghisap darah korbannya. Jenis nyamuk ini biasanya menyerang di pagi dan sore hari. Nyamuk Aedes aegypti cukup mudah dikenali dari warnanya yang belang hitam-putih dan memiliki ciri fisik kecil. Nyamuk ini tidak suka mendiami tempat yang kotor, melainkan menyasar tempat-tempat bersih, seperti bak mandi.

 

Selain itu, ada beberapa faktor risiko yang membuat seseorang lebih rentan terkena penyakit demam berdarah, antara lain:

 

  • Tinggal atau sedang bepergian ke daerah tropis.

  • Memiliki riwayat infeksi virus dengue.

  • Anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah.

 

Maka dari itu, sebagai upaya pencegahan DBD, setiap orang disarankan untuk menjaga kebersihan lingkungan, menimbun barang bekas yang tidak terpakai, menghilangkan genangan air, dan menaburkan bubuk abate. Selain itu, disarankan juga untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, istirahat yang cukup, mengelola stres, olahraga secara teratur, dan memasang obat nyamuk di ruangan yang terindikasi tempat persembunyian nyamuk.

 

Gejala DBD

 

Gejala DBD umumnya ditandai dengan demam tinggi hingga 39 derajat Celsius. Kondisi ini akan bertahan selama 2–7 hari, setelah itu penderita akan mengalami penurunan suhu drastis. Selain demam tinggi, berikut beberapa tanda dan gejala DBD lainnya:

 

  • Sakit kepala.

  • Mual hingga muntah.

  • Nyeri di belakang mata, tulang, dan otot.

  • Muncul ruam kulit atau bercak kemerahan di kulit.

  • Radang tenggorokan yang diiringi dengan sulit menelan dan minum.

 

Gejala awal demam berdarah dengue biasanya diikuti dengan gejala tambahan yang menandakan virus sudah mulai menjalar ke seluruh tubuh dan menyebabkan peradangan, seperti:

 

  • Mimisan

  • Gusi berdarah

  • BAB berwarna hitam atau gelap

  • Muntah darah

 

Setelah muncul gejala tersebut, penderita akan memasuki fase kritis selama 2–3 hari. Di fase ini, banyak orang yang menyangka sudah sembuh karena demam tinggi sudah menurun, rasa sakit di tubuh mulai berkurang, dan menghilangnya beberapa gejala tambahan. Padahal, fase ini harus diwaspadai karena bisa menyebabkan Dengue Shock Syndrome (DSS) yang bisa sangat berbahaya bahkan berpotensi menyebabkan kematian.

 

Komplikasi DBD

 

Penanganan cepat dan tepat merupakan kunci dari penanganan demam berdarah. Pasalnya, komplikasi demam berdarah dengue sangat berbahaya bahkan bisa berujung kepada kematian. Berikut yang wajib diwaspadai dari komplikasi demam berdarah dengue:

 

  • Perdarahan: Ditandai dengan gusi berdarah, mimisan, muntah hitam, perdarahan di bawah kulit, batuk darah, dan feses berwarna hitam atau merah pekat.

  • Dengue Shock Syndrome (DSS): Ditandai dengan gejala berupa dehidrasi, bradikardia, hipotensi, pupil mata melebar, napas tidak teratur, kulit pucat, dan keringat dingin.

  • Gagal Ginjal Akut: Umumnya terjadi pada fase terminal sebagai akibat dari syok yang tidak tertangani dengan baik. Diuresis merupakan parameter yang penting dan mudah dikerjakan untuk mengetahui apakah syok telah teratasi. Diuresis diusahakan > 1 ml/Kg BB per jam.

  • Ensefalopati Dengue: Dapat terjadi sebagai komplikasi syok yang berkepanjangan dengan perdarahan, tetapi dapat juga terjadi pada demam berdarah dengue yang tidak disertai syok. Pada ensefalopati dengue, kesadaran pasien menurun menjadi apatis atau somnolen.

  • Edema Paru: Komplikasi yang mungkin terjadi sebagai akibat dari pemberian cairan yang berlebihan. Jika tidak segera ditangani, penderita berisiko mengalami gangguan fungsi organ tubuh bahkan bisa menyebabkan kematian.

 

Pengobatan DBD

 

Belum ada pengobatan khusus yang bisa dilakukan untuk mengatasi demam berdarah, pengobatan biasanya bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi dengan meredakan gejala yang muncul sekaligus melakukan upaya pencegahan infeksi virus yang lebih parah.

 

Beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk menangani demam berdarah dengue adalah:

 

  • Konsumsi obat penurun demam.

  • Konsumsi air putih dalam jumlah cukup untuk mencegah dehidrasi.

  • Pantau frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang keluar.

 

Bagi penderita DBD yang sudah cukup parah hingga tidak mampu mengonsumsi air putih dalam jumlah banyak, biasanya dokter akan memberikan cairan tambahan lewat metode infus. Selain itu, tidak disarankan mengonsumsi obat pereda nyeri karena bisa meningkatkan risiko perdarahan.

 

DBD adalah penyakit yang berpotensi menyebabkan kematian. Oleh sebab itu, jika Anda atau orang terdekat mengalami demam disertai sakit kepala, mual, hingga nyeri pada tulang dan otot, segera kunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis serta penanganan medis yang tepat. 

 

Sebagai upaya pencegahan DBD, tersedia juga paket Vaksin Dengue yang bisa Anda beli melalui aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini pula, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail