TEVAR, Prosedur Minimal Invasif untuk Atasi Penyakit Aorta
Kesehatan Tubuh

TEVAR, Prosedur Minimal Invasif untuk Atasi Penyakit Aorta

10 Juni 2026 5 menit waktu baca
tevar adalah

Aorta adalah pembuluh darah terbesar yang mengalirkan darah kaya oksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Kerusakan pada aorta bisa berakibat fatal dan mengancam nyawa. Pada kondisi tertentu, seperti aneurisma aorta dan diseksi aorta, thoracic endovascular aortic repair (TEVAR) bisa menjadi salah satu solusi yang direkomendasikan dokter.

 

TEVAR adalah prosedur untuk memperbaiki bagian aorta yang mengalami kerusakan tanpa operasi terbuka. Dibandingkan dengan metode konvensional seperti operasi terbuka, TEVAR menjadi alternatif tindakan yang lebih minimal invasif. Lalu, bagaimana tindakan ini dilakukan dan adakah risiko komplikasinya? Simak penjelasannya dalam ulasan berikut.

 

Apa Itu TEVAR?

 

Tindakan TEVAR adalah prosedur endovaskular yang digunakan untuk menangani kelainan pada aorta, seperti aneurisma (pelebaran dinding aorta) atau diseksi (robekan dinding aorta). Tindakan ini dilakukan dengan memasukkan stent graft melalui pembuluh darah untuk memperkuat dinding aorta dan menjaga aliran darah tetap stabil.

 

Berbeda dengan operasi terbuka, TEVAR merupakan tindakan minimal invasif yang menggunakan sayatan kecil. Oleh sebab itu, pemulihan pasien setelah menjalani tindakan TEVAR cenderung lebih cepat dengan risiko komplikasi serius yang lebih rendah.

 

Kondisi yang Memerlukan TEVAR

 

TEVAR umumnya dilakukan pada kondisi yang melibatkan kerusakan dinding aorta, terutama aneurisma dan diseksi aorta. Aneurisma aorta adalah kondisi ketika dinding pembuluh darah melemah dan menggelembung seperti balon akibat kelemahan struktur, sehingga berisiko pecah dan memicu perdarahan dalam tubuh yang mengancam nyawa.

 

Sementara itu, diseksi aorta adalah kondisi ketika lapisan paling dalam dari dinding aorta mengalami robekan. Akibatnya, darah dapat masuk ke sela-sela lapisan dinding aorta, sehingga mengganggu aliran darah normal. Kondisi ini adalah keadaan darurat medis.

 

Prosedur TEVAR dirancang untuk memperbaiki kerusakan pembuluh darah dengan cara:

 

  • Menutup robekan pada lapisan dalam aorta.

  • Menutup ‘jalur darah yang salah' (false lumen) agar darah tidak lagi menyelinap ke sela-sela robekan dinding pembuluh darah.

  • Mengurangi tekanan pada dinding aorta yang melemah.

  • Mencegah pembengkakan (aneurisma) bertambah besar.

  • Mencegah pembuluh darah pecah (ruptur aorta), yang merupakan kondisi darurat berisiko kematian tinggi.

 

Sebelum menjalani prosedur TEVAR, sebagian pasien mungkin mempertimbangkan untuk mencari second opinion guna memastikan ketepatan rencana tindakan yang direkomendasikan. Melalui konsultasi dengan dokter spesialis lain, pasien dapat memperoleh penilaian tambahan terkait indikasi, risiko, serta kesesuaian prosedur dengan kondisi pembuluh darah yang dialami.

 

Prosedur TEVAR

 

Sebelum prosedur ini dilakukan, dokter biasanya memberikan beberapa instruksi yang perlu diikuti oleh pasien, seperti menjalani pemeriksaan praprosedur, seperti CT angiogram. Pemeriksaan ini berfungsi untuk mengukur secara pasti ukuran cangkok pembuluh darah (stent graft) yang paling sesuai untuk pasien.

 

Berikut langkah-langkah prosedur TEVAR secara umum:

 

  • Kateter dimasukkan dan diarahkan ke pembuluh darah aorta melalui pembuluh darah paha dengan panduan fluoroskopi.

  • Setelah mencapai area yang mengalami kelainan, stent graft diposisikan secara tepat di lokasi target. Stent graft kemudian dilepaskan dan mengembang untuk menempel pada dinding aorta, sehingga memperkuat struktur pembuluh dan menstabilkan aliran darah.

  • Posisi dan fungsi stent dievaluasi untuk memastikan aliran darah sudah optimal dan tidak ada kebocoran (endoleak).

  • Setelah tindakan selesai, kateter dilepas dan akses pembuluh darah ditutup. Pasien biasanya dipindahkan ke ruang perawatan intensif (ICU atau ICCU) selama kurang lebih dua hari untuk dilakukan pemantauan. Jika sudah stabil, pasien dipindahkan ke ruang rawat inap dan umumnya diperbolehkan pulang dalam waktu sekitar tiga hingga tujuh hari.

 

Faktor Keberhasilan TEVAR Jangka Panjang

 

Keberhasilan jangka panjang setelah prosedur TEVAR dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kondisi kesehatan secara keseluruhan dan penyebab kerusakan aorta. Karena itu, sebelum tindakan dilakukan, dokter dan pasien biasanya akan berdiskusi mengenai kondisi yang ada serta pilihan penanganan yang paling sesuai.

 

Menurut sebuah studi dalam IJC Heart & Vasculature (2025), pasien ruptur aorta akibat cedera atau trauma fisik memiliki tingkat keberhasilan relatif baik. Hal ini mungkin terjadi karena:

 

  • Pasien trauma umumnya cenderung lebih muda sehingga sistem jantung dan pembuluh darah lebih sehat.

  • Faktor risiko penyakit jantung lebih sedikit.

  • Aorta pasien belum pernah mengalami kerusakan sebelumnya, misalnya akibat aterosklerosis.

 

Risiko Komplikasi TEVAR

 

TEVAR merupakan prosedur minimal invasif yang efektif dan relatif aman untuk menangani penyakit aorta. Akan tetapi, seperti halnya prosedur medis lainnya, TEVAR tetap memiliki sejumlah risiko komplikasi yang tetap perlu diwaspadai meski jarang terjadi, antara lain:

 

  • Stroke, bisa terjadi jika ada plak pembuluh darah yang tanpa sengaja terlepas selama alat kateter dimasukkan, lalu aliran darah membawanya hingga ke otak.

  • Gangguan fungsi ginjal, yang dipicu oleh beban kerja ginjal saat menyaring cairan pewarna kontras yang digunakan selama operasi, atau jika aliran darah ke ginjal sempat terganggu.

  • Kekurangan suplai darah ke saraf tulang belakang (spinal cord ischemia), terjadi jika pemasangan (stent graft) tanpa sengaja menutupi cabang pembuluh darah kecil yang bertugas mengalirkan darah ke saraf di tulang belakang.

  • Kelumpuhan pada tubuh bagian bawah (paraplegia), muncul jika saraf tulang belakang mengalami kerusakan akibat kekurangan suplai darah (ischemia) seperti yang disebutkan sebelumnya.

 

Penting untuk dipahami bahwa informasi mengenai prosedur TEVAR di atas bersifat edukatif dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun rekomendasi tindakan dari tenaga medis profesional. Gejala atau kondisi yang dijelaskan juga dapat berkaitan dengan gangguan pembuluh darah lainnya, sehingga tetap diperlukan evaluasi medis secara menyeluruh.

 

Selain itu, penerapan prosedur TEVAR, termasuk teknik, teknologi, dan pilihan terapinya, dapat berbeda di setiap rumah sakit, bergantung pada kondisi klinis pasien serta fasilitas yang tersedia. Oleh karena itu, dalam menentukan tempat tindakan TEVAR, penting untuk mempertimbangkan reputasi layanan, kompetensi tim medis, serta ketersediaan fasilitas penunjang, termasuk jika Anda ingin memperoleh second opinion sebelum menjalani prosedur.

 

Tidak perlu jauh ke luar negeri, jika ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai prosedur ini, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Subspesialis Kardiologi Intervensi di Siloam Hospitals terdekat.

 

Mengakses layanan kesehatan berstandar internasional pun kini bisa lebih mudah dengan Siloam Medical Concierge. Melalui layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi tentang jadwal dokter, pemeriksaan, dan fasilitas medis. Mari, ambil langkah menuju kesembuhan bersama kami di Indonesia.

 

 

second opinion penanganan komprehensif

Sumber

Jurnal Riset Rumpun Ilmu Kedokteran. Chimney Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR) in Stanford Type B Aortic Dissection Patient: First Time Procedure in Manado. Diakses pada 2026 | Johns Hopkins Medicine. Thoracic Endovascular Aortic Repair. Diakses pada 2026 | Cleveland Clinic. Endovascular Repair of Toracic Aortic Aneurysm. Diakses pada 2026 | Stanford University. Endovascular Aortic Surgery. Diakses pada 2026 | Penn Medicine. Thoracic Endovascular Aortic Repair (TEVAR). Diakses pada 2026 | AHA|ASA Journals. 2022 ACC/AHA Guideline for the Diagnosis and Management of Aortic Disease: A Report of the American Heart Association/American College of Cardiology Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Diakses pada 2026 | Vascular and Endovascular Surgery Journal. Postoperative complications of endovascular blunt thoracic aortic injury repair. Diakses pada 2026 |

Dokter Kami
dr-kadek-satrya-kurnia-suratna-spjp

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kadek Satrya Kurnia Suratna, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ronald-a-ulaan

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rinaldi Agustinus Ulaan, SpJP

Kardiologi (Jantung)

Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah


Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-magma-purnawan-putra-spjp

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Magma Purnawan Putra, SpJP (K), FIHA, FESC

Kardiologi (Jantung)

Subspesialis Kardiologi Intervensi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail