Kesehatan Tubuh
Waspadai IBS, Ditandai Berbagai Gejala Gangguan Pencernaan!

Table of Contents
Irritable bowel syndrome adalah sekumpulan gejala yang disebabkan oleh iritasi saluran pencernaan. Gejalanya sering kali berupa nyeri perut, diare, perut kembung, atau sembelit berulang. Simak artikel berikut ini untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyebab, jenis, gejala, faktor risiko, dan pengobatan irritable bowel syndrome.
Apa Itu Irritable Bowel Syndrome?
Irritable bowel syndrome (IBS) adalah kelainan iritasi yang umum terjadi pada saluran pencernaan Kondisi ini merupakan gangguan gastrointestinal umum yang ditandai dengan nyeri perut dan perubahan kebiasaan buang air besar tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi.
IBS ditandai dengan serangkaian gejala, seperti nyeri perut berulang yang dapat semakin parah setelah mengonsumsi makanan atau minuman tertentu. Meskipun memiliki gejala yang mirip dengan gangguan pencernaan lain, irritable bowel syndromedikategorikan sebagai penyakit fungsional. Artinya, kondisi ini tidak menunjukkan kelainan organik pada hasil pemeriksaan medis seperti endoskopi atau pencitraan.
Walaupun tidak menular atau berbahaya, gangguan ini bisa menurunkan kualitas hidup karena ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Oleh karena itu, tetap penting bagi pasien untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.
Tipe Irritable Bowel Syndrome
IBS dapat dibedakan menjadi empat tipe berdasarkan pola buang air besar pasien. Jenis-jenisnya adalah sebagai berikut:
-
Tipe konstipasi atau sembelit (IBS-C): Ditandai oleh sembelit (>25% gejala) dengan tinja yang bertekstur keras, kering, dan menggumpal.
-
Tipe diare (IBS-D): Ditandai oleh diare (>25% gejala) dengan tinja yang tampak lembek dan berair.
-
Tipe campuran (IBS-M): Ditandai dengan diare dan sembelit (masing-masing >25% gejala) sehingga tinja bertekstur keras sekaligus berair.
-
Tipe yang tidak terklasifikasi: Gejala diare dan sembelit <25%.
Penyebab Irritable Bowel Syndrome
Irritable bowel syndrome disebabkan oleh gangguan pada saluran pencernaan, namun tidak menunjukkan adanya kerusakan struktural pada usus seperti penyakit radang usus (IBD) atau penyakit celiac.
Penyebab utama dari irritable bowel syndrome belum diketahui secara pasti. Ada dugaan bahwa kondisi ini berkaitan dengan gangguan pada saluran pencernaan, termasuk gangguan motilitas atau pergerakan usus, sistem saraf, kontraksi otot, peradangan, infeksi, perubahan keseimbangan bakteri di usus, serta pengaruh psikologis.
Irritable bowel syndrome menyebabkan kontraksi pada usus besar yang memicu gangguan pencernaan. Normalnya, usus besar berkontraksi untuk menyerap air, melunakkan tekstur feses sekaligus mendorong keluarnya kotoran. Pada penderita irritable bowel syndrome, proses kontraksi usus besar tidak bekerja secara normal sehingga menyebabkan kontraksi usus terlalu cepat yang dapat memicu diare atau sembelit.
Beberapa penelitian yang lebih baru juga menyoroti peran mikrobiota usus dalam memengaruhi fungsi dan perilaku otak, yang kemudian dikenal sebagai gut-brain axis. Hubungan pasti antara masalah kesehatan jiwa dengan dan IBS belum sepenuhnya dipahami. Namun, pasien dengan IBS memiliki insiden depresi mayor, gangguan panik, gangguan kecemasan, dan hipokondriasis yang lebih tinggi.
Faktor Risiko Irritable Bowel Syndrome
Sekalipun penyebab irritable bowel syndrome belum diketahui secara pasti, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami IBS adalah sebagai berikut:
-
Masalah psikologis: Irritable bowel syndrome adalah kondisi yang dapat dialami seseorang ketika sedang stres. Faktor psikologis dapat memengaruhi dismotilitas usus karena adanya gut-brain axis, yakni hubungan antara otak dan saluran cerna, sehingga stres yang dialami pasien pun bisa memicu rasa nyeri dan tidak nyaman pada sistem pencernaan.
-
Infeksi saluran pencernaan: Sindrom ini dapat terjadi setelah seseorang mengalami infeksi berat akibat virus atau bakteri penyebab diare yang terjadi sebelumnya.
-
Riwayat keluarga: Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan irritable bowel syndrome berisiko lebih tinggi menderita penyakit ini.
-
Mengonsumsi makanan pemicu IBS: Beberapa makanan dan minuman yang dapat memicu irritable bowel syndrome adalah makanan tinggi FODMAP, yakni makanan yang mengandung fruktosa, laktosa, fruktan, dan poliol, makanan tinggi lemak, makanan pedas, produk susu bagi yang intoleran terhadap laktosa, minuman beralkohol dan berkafein, serta pemanis buatan.
-
Jenis kelamin wanita: IBS lebih sering terjadi pada wanita karena dipicu oleh hormon yang berkaitan dengan siklus menstruasi.
-
Abnormalitas sistem saraf: Kondisi ini dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada perut dan menimbulkan produksi gas berlebih.
-
Perubahan flora normal di usus: Perubahan ketidakseimbangan bakteri baik dalam usus dapat memicu terjadinya irritable bowel syndrome.
Gejala Irritable Bowel Syndrome
Gejala IBS bervariasi pada setiap orang. Namun, beberapa gejala umum yang dialami penderita irritable bowel syndrome adalah sebagai berikut:
-
Intensitas buang gas meningkat.
-
Tekstur feses tidak menentu, bisa keras atau lembek.
-
Terdapat lendir pada feses.
-
Nyeri perut, kram, dan rasa tidak nyaman pada perut.
-
Diare berair yang bisa lebih dari sekali dalam sehari.
-
Masih terasa mengganjal setelah buang air besar.
-
Sembelit.
-
Gejala yang dirasakan hilang timbul.
Diagnosis Irritable Bowel Syndrome
Dalam mendiagnosis IBS, dokter akan melakukan anamnesis (wawancara medis) serta pemeriksaan fisik secara menyeluruh untuk mengetahui riwayat medis dan gejala pasien. Setelah itu, dokter akan menyesuaikan gejala pasien dengan kriteria diagnostik Rome IV.
Menurut kriteria diagnostik Rome IV, pasien dicurigai mengalami IBS apabila memiliki keluhan nyeri perut yang telah berlangsung minimal sekali dalam seminggu selama 3 bulan terakhir, dengan kemunculan gejala selama 6 bulan. Selain itu, kondisi pasien juga memenuhi setidaknya dua dari tiga kriteria berikut:
-
Berhubungan dengan buang air besar (defekasi).
-
Berhubungan dengan perubahan frekuensi buang air besar.
-
Berhubungan dengan perubahan bentuk atau tekstur feses.
Bila diperlukan, dokter dapat menyarankan beberapa pemeriksaan penunjang berikut untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit lain:
-
CT scan atau foto rontgen: Mengetahui penyebab lainnya dari sindrom iritasi usus. Biasanya dokter akan menggunakan cairan kontras barium untuk melihat gambaran struktur usus secara spesifik.
-
Kolonoskopi: Memasukkan kamera ke dalam anus untuk memantau permukaan seluruh usus besar.
-
Sigmoidoskopi: Sama halnya dengan prosedur kolonoskopi tetapi tujuannya untuk memantau permukaan usus besar hanya sampai di area sigmoid.
Pengobatan Irritable Bowel Syndrome
Irritable bowel syndrome adalah kondisi yang dapat disembuhkan. Namun, dokter perlu menentukan terlebih dahulu metode pengobatan yang efektif bagi pasien untuk mengurangi gejalanya. Mengingat kondisi ini dipicu oleh beragam faktor yang berbeda.
Umumnya, pengobatan IBS bertujuan mengelola gejala dengan perubahan gaya hidup. Beberapa hal yang biasanya disarankan oleh dokter kepada penderita irritable bowel syndrome adalah sebagai berikut:
-
Menghentikan kebiasaan merokok.
-
Rutin berolahraga, seperti melakukan yoga dan berjalan kaki.
-
Minum air putih yang cukup.
-
Membatasi konsumsi kafein.
-
Memperbaiki pola makan sesuai dengan tipe IBS yang dialami pasien, seperti menerapkan diet rendah FODMAP atau mengonsumsi makanan tinggi serat pada IBS-C.
-
Meningkatkan kualitas tidur.
Sembari diimbangi dengan perubahan gaya hidup, dokter juga mungkin memberikan obat-obatan sesuai dengan gejala untuk pengidap IBS, seperti antidiare, antidepresan, antispasmodik, suplemen serat, dan obat pencahar sembelit. Jika IBS dipicu oleh faktor psikologis, psikoterapi juga dapat disarankan sebagai pengobatan pendukung.
Perawatan Irritable Bowel Syndrome
Irritable bowel syndrome adalah kondisi yang dapat disembuhkan, namun peluang kambuhnya juga cukup besar. Berikut beberapa hal yang dapat membantu mengurangi risiko kambuhnya IBS, yaitu:
1. Membuat Catatan Jurnal Makanan
Hipersensitivitas terhadap makanan tertentu dapat menyebabkan sindrom ini. Karena itu, Anda dapat membuat catatan terkait makanan dan minuman yang dikonsumsi untuk mengetahui jenis asupan yang bisa memicu kambuhnya IBS.
2. Mengelola Stres dengan Baik
Salah satu pemicu irritable bowel syndrome adalah kondisi stres. Oleh karenanya, coba terapkan beberapa cara menghilangkan stres agar gejala IBS tidak semakin memburuk. Misalnya, Anda dapat melakukan kegiatan yang meningkatkan mood seperti beraktivitas fisik, menonton film, atau karaoke bersama orang terdekat.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi IBS. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroentero Hepatologi di Siloam Hospitals Denpasar atau Siloam Hospitals terdekat lainnya.
Siloam Hospitals Denpasar menyediakan Siloam Digestive Center, pusat layanan terpadu untuk penanganan penyakit saluran cerna yang didukung oleh fasilitas yang komprehensif, seperti kolonoskopi, pemeriksaan feses, dan sebagainya, serta tim medis yang terlatih dan berpengalaman.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi IBS dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Rome Foundation. Rome IV Criteria. Diakses pada 2025 | National Center for Biotechnology Information. Irritable Bowel Syndrome. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Irritable Bowel Syndrome – Symptoms and Causes. Diakses pada 2025. |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
Dr. dr. I Ketut Mariadi, SpPD, KGEH, FACG, FINASIM
Penyakit Dalam
Subspesialis Gastroenterohepatologi
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Sabtu, 30 Mei 2026
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini






