Fisura Ani: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Fisura Ani: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

23 April 2026 4 menit waktu baca
fisura ani adalah

Fisura ani atau anal fissure adalah luka robek kecil pada lapisan kulit atau mukosa anus. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri tajam saat buang air besar (BAB) dan dapat disertai perdarahan berupa darah merah segar.

 

Fisura ani cukup sering terjadi dan dapat dialami bayi, anak-anak, maupun orang dewasa. Sebagian besar kasus dapat membaik dengan perawatan sederhana, tetapi beberapa kasus memerlukan pengobatan medis. Mari simak penjelasan lengkap mengenai penyebab fisura ani hingga cara mengobatinya di dalam ulasan berikut ini.

 

Apa Itu Fisura Ani?

 

Fisura ani adalah luka atau robekan pada jaringan mukosa anus. Luka tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami rasa nyeri bahkan perdarahan selama atau setelah buang air besar (BAB), terutama jika tekstur feses keras dan besar.

 

Luka ini dapat memicu kejang pada otot sfingter anus sehingga nyeri bertambah dan proses penyembuhan menjadi lebih lambat. Kondisi ini cukup umum terjadi dan dapat menyerang berbagai golongan usia maupun jenis kelamin. Namun, kondisi ini paling sering dialami oleh bayi dan orang dewasa berusia 20-40 tahun.

 

Berdasarkan durasi keluhannya, fisura ani dibedakan menjadi dua, yaitu:

 

  • Fisura ani akut: Berlangsung kurang dari 6 minggu dan Anda belum pernah mengalaminya sebelumnya. Pada tingkat akut, luka akibat fisura ani terlihat seperti luka baru.

  • Fisura ani kronis: Terjadi selama lebih dari 6 minggu dan sering muncul lagi. Robekan atau luka pada fisura ani akan membentuk jaringan parut disertai dengan dua benjolan terpisah pada kulit, yaitu sentinel pile (luar) dan hypertrophied papilla (dalam).

 

Fisura ani akut umumnya dapat sembuh dengan sendirinya melalui perawatan sederhana di rumah, seperti meningkatkan asupan serat dan banyak minum air hangat atau terapi air hangat. Namun, diperlukan pengobatan atau tindakan pembedahan apabila kondisi tak kunjung membaik guna mencegah kerusakan otot di sekitarnya.

 

Gejala Fisura Ani

 

Gejala fisura ani cukup bervariasi. Meski begitu, sejumlah gejala yang paling umum ditemukan pada penyakit fisura ani adalah sebagai berikut:

 

  • Darah merah segar dari fisura yang terpisah dari feses.

  • Anus berdarah atau terdapat sedikit bercak darah.

  • Kulit di sekitar anus terasa kering atau retak.

  • Nyeri ringan hingga nyeri hebat ketika buang air besar.

  • Nyeri setelah buang air besar berlangsung selama beberapa jam.

  • Terasa gatal di area sekitar anus.

  • Iritasi pada anus.

 

Penyebab Fisura Ani

 

Penyebab paling sering adalah trauma pada anus, terutama akibat:

 

  • Diare kronis.

  • Sembelit atau konstipasi.

  • Melakukan seks anal.

  • Menjalani proses persalinan normal.

  • Pernah mengalami radang usus atau kanker usus besar.

  • Penyakit menular seksual.

  • Memasukkan benda asing ke dalam anus.

 

Perbedaan Fisura Ani dan Wasir

 

Fisura ani dan wasir memang memiliki gejala yang mirip, yaitu BAB berdarah, rasa nyeri pada dubur, serta benjolan di area anus. Namun, benjolan pada fisura ani hanya muncul apabila kondisi pasien sudah parah atau tak kunjung membaik dalam kurun waktu 6 minggu.

 

Sementara itu, benjolan pada wasir dipicu oleh pembengkakan pembuluh darah vena di anus. Pada tingkat yang lebih parah, benjolan tersebut bisa muncul disertai dengan rektum keluar dari anus.

 

Pemicu utama dari wasir dan fisura ani adalah sembelit atau konstipasi. Pada fisura ani, sembelit menyebabkan feses menjadi kering, keras, dan besar sehingga menimbulkan luka di jaringan mukosa anus.

 

Sedangkan wasir terjadi karena proses mengejan yang terlalu keras, sehingga menekan pembuluh darah pada anus dan rektum. Akibatnya, pembuluh darah mengalami pembengkakan dan menyebabkan wasir.

 

Cara Mengobati Fisura Ani

 

Sebagian besar fisura ani akut membaik dalam beberapa minggu dengan langkah berikut:

 

Perawatan Mandiri

  • Perbanyak makanan tinggi serat.

  • Minum cukup air.

  • Hindari mengejan terlalu kuat.

  • Jangan menahan BAB.

  • Rendam area anus dengan air hangat (sitz bath) 10–20 menit beberapa kali sehari, terutama setelah BAB.

 

Obat dari Dokter

Jika keluhan menetap, dokter dapat meresepkan:

  • Salep nitrogliserin.

  • Krim penghilang nyeri/topikal anestetik.

  • Salep calcium channel blocker (misalnya diltiazem atau nifedipine).

  • Pelunak feses.

  • Suntikan botulinum toxin (Botox) pada kasus tertentu.

 

Tindakan Operasi

Pada fisura ani kronis yang tidak membaik, dokter dapat mempertimbangkan prosedur seperti lateral internal sphincterotomy.

 

Kapan Harus ke Dokter?

 

Segera periksa ke dokter bila mengalami:

 

  • Nyeri hebat saat BAB.

  • Perdarahan berulang dari anus.

  • Luka tidak sembuh lebih dari 6 minggu.

  • Benjolan membesar.

  • Keluar lendir atau nanah.

  • Demam.

  • Penurunan berat badan.

  • BAB berubah terus-menerus.

  • Riwayat keluarga kanker usus besar.

 

Apakah Fisura Ani Bisa Menjadi Kanker?

 

Pada dasarnya, fisura ani tidak menyebabkan kanker. Namun, gejalanya dapat menyerupai kanker anorektal atau dapat terjadi bersamaan sehingga perlu evaluasi medis bila tidak sembuh.

 

Penting untuk diketahui bahwa penyebab fisura ani serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi tersebut. Penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. 

 

Jika keluhan fisura ani tidak kunjung membaik, sering kambuh, atau Anda masih ragu apakah gejala yang dialami disebabkan oleh fisura ani, wasir, atau kondisi lain, mempertimbangkan second opinion dapat menjadi langkah bijak. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.

 

Untuk memudahkan Anda mendapatkan second opinion, hubungi layanan Siloam Medical Concierge. Dengan layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis dan akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini berstandar pelayanan internasional yang diakui secara global. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda di Siloam International Hospitals.

 

second opinion dokter spesialis

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail