Kesehatan Tubuh
Angiodisplasia - Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

Table of Contents
Angiodisplasia adalah kondisi medis berupa kelainan pembuluh darah dalam saluran cerna, mulai dari mulut, esofagus, lambung, usus halus, usus besar, hingga anus. Angiodisplasia menyebabkan pembuluh darah di dalam saluran cerna rusak, membengkak, dan rapuh.
Angiodisplasia perlu diwaspadai karena berisiko menyebabkan penyakit anemia ekstrem apabila dibiarkan tanpa mendapatkan penanganan tepat. Mari kenali lebih dalam mengenai penyebab serta gejala angiodisplasia melalui ulasan berikut.
Apa itu Angiodisplasia?
Angiodisplasia adalah kelainan pembuluh darah di dalam saluran cerna. Kondisi ini membuat pembuluh darah membengkak dan rapuh sehingga memicu terjadinya perdarahan dalam saluran cerna.
Kelainan angiodisplasia adalah lesi degeneratif pada pembuluh darah, artinya kondisi tersebut akan terus memburuk seiring dengan berjalannya waktu. Angiodisplasia juga dapat menyebabkan banyak lesi atau luka yang biasanya ditemukan di area usus besar.
Penyebab Angiodisplasia
Penyebab angiodisplasia hingga kini masih belum diketahui secara pasti. Namun, kejang otot pada saluran cerna diduga turut memicu terjadinya pembengkakan pembuluh darah. Pembengkakan pembuluh darah tersebut bisa berangsur-angsur memburuk dan menyebabkan perdarahan dalam saluran cerna.
Salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko angiodisplasia adalah usia. Pertambahan usia membuat pembuluh darah melemah, sehingga angiodisplasia sering dialami oleh orang lanjut usia. Selain itu, seseorang yang menderita penyakit jantung, seperti aorta stenosis, dan mengonsumsi obat antikoagulasi juga berisiko mengidap kelainan ini.
Gejala Angiodisplasia
Angiodisplasia adalah penyakit yang tergolong asimtomatik atau jarang menimbulkan gejala klinis. Hal ini menyebabkan banyak penderita angiodisplasia baru mengetahui kondisinya setelah melakukan pemeriksaan saluran cerna.
Namun, angiodisplasia pada beberapa kasus dapat menimbulkan gejala anemia serta BAB berdarah karena adanya perdarahan dalam saluran cerna. Sejumlah gejala umum yang bisa dialami oleh penderita angiodisplasia adalah sebagai berikut:
- Kulit pucat.
- Mudah lelah.
- Napas pendek jika disertai anemia.
- Lemas.
- Jantung berdebar.
Diagnosis Angiodisplasia
Beberapa tindakan medis yang dilakukan oleh dokter untuk menegakkan diagnosis angiodisplasia adalah sebagai berikut:
1. Endoskopi
Endoskopi adalah tindakan medis dengan memasukkan selang elastis yang telah dilengkapi kamera ke dalam saluran cerna untuk mendeteksi suatu penyakit. Endoskopi sebagai prosedur diagnosis angiodisplasia biasanya dilakukan untuk mendeteksi perdarahan yang terjadi pada esofagus, lambung, dan bagian atas usus halus.
2. Pemeriksaan Feses
Pemeriksaan feses pasien dilakukan untuk melihat keberadaan darah pada feses sebagai penanda perdarahan pada saluran cerna.
3. Pemeriksaan Darah
Pemeriksaan darah adalah tindakan medis dengan mengambil sampel darah dari tubuh pasien untuk diuji pada laboratorium. Pada pemeriksaan ini, jumlah sel darah merah akan dievaluasi untuk mengonfirmasi anemia yang terjadi sebagai gejala angiodisplasia.
4. Kolonoskopi
Prosedur kolonoskopi hampir serupa dengan endoskopi, namun yang membedakan adalah tindakan ini dilakukan dengan memasukkan selang elastis melalui dubur. Tujuan kolonoskopi adalah untuk memeriksa perdarahan serta kelainan lain yang terjadi pada usus besar dan rektum.
5. Angiografi
Angiografi merupakan prosedur pemeriksaan yang menggunakan sinar-X serta pewarna kontras untuk menghasilkan gambaran pembuluh darah arteri dan vena. Angiografi umumnya direkomendasikan oleh dokter apabila tindakan kolonoskopi belum menunjukkan hasil yang jelas.
Penanganan Angiodisplasia
Perdarahan yang terjadi karena angiodisplasia biasanya dapat berhenti dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, penanganan angiodisplasia tetap diperlukan untuk mengontrol perdarahan serta mengatasi anemia yang muncul sebagai gejala angiodisplasia. Beberapa tindakan medis untuk menangani angiodisplasia adalah sebagai berikut:
- Memberikan pengobatan ke dalam saluran cerna untuk menghentikan perdarahan dengan bantuan prosedur angiografi.
- Prosedur kauterisasi, yaitu tindakan medis yang digunakan untuk menghentikan titik perdarahan abnormal dalam saluran cerna. Kauterisasi dilakukan dengan bantuan prosedur endoskopi.
- Transfusi darah perlu dilakukan apabila perdarahan dalam saluran cerna membuat pasien mengalami anemia ekstrem.
- Operasi, tindakan ini akan dipilih oleh dokter apabila pengobatan lain tidak efektif dan perdarahan dalam usus besar cukup parah hingga dapat mengancam jiwa.
Angiodisplasia adalah penyakit yang sulit dideteksi karena jarang menimbulkan gejala. Oleh karenanya, pemeriksaan kesehatan saluran cerna penting untuk dilakukan secara rutin agar angiodisplasia dapat diketahui sedini mungkin dan risiko komplikasi pun bisa dicegah.
Anda dapat melakukan pemeriksaan kesehatan saluran cerna secara rutin melalui paket Medical Check Up - Skrining Sistem Pencernaan. Dalam paket ini sudah termasuk pemeriksaan saluran cerna secara lengkap serta konsultasi dengan dokter umum dari Siloam Hospitals.
Pemesanan paket Medical Check Up bisa dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur dalam aplikasi MySiloam yang bisa diunduh secara gratis pada Google Play Store dan App Store di ponsel Anda. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan tubuh Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







