Nyeri Perut Bawah Sebelah Kiri Disertai Mual? Waspada Divertikulitis!
Kesehatan Tubuh

Nyeri Perut Bawah Sebelah Kiri Disertai Mual? Waspada Divertikulitis!

15 Mei 2025 4 menit waktu baca
divertikulitis adalah

 

Divertikulitis adalah peradangan pada divertikula yang berada di sepanjang saluran pencernaan. Divertikula merupakan kantong menonjol pada usus besar yang umumnya terbentuk ketika seseorang telah dewasa atau berusia 40 tahun ke atas akibat dinding usus yang sudah melemah. Kondisi ini rentan terjadi apabila seseorang jarang mengonsumsi makanan berserat. Mari simak penjelasan mengenai divertikulitis selengkapnya melalui artikel berikut ini.

 

Apa itu Divertikulitis?

 

Divertikulitis adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada divertikula atau kantung-kantung kecil yang terbentuk dan menonjol di sepanjang saluran pencernaan, terutama di usus besar (kolon). Tonjolan ini terbentuk akibat melemahnya bagian dinding usus besar.

 

Divertikulitis adalah gangguan pencernaan yang dapat dialami oleh semua kalangan usia. Meski begitu, divertikulitis lebih sering dialami oleh orang-orang berusia 40 tahun ke atas atau lebih dari 85 tahun (lansia). Apabila tidak ditangani dengan tepat, divertikulitis dapat berkembang menjadi radang minor maupun infeksi serius. Beberapa komplikasi akibat divertikulitis adalah perdarahan pada usus besar, usus tersumbat, atau pecahnya dinding usus besar. 

 

Penyebab Divertikulitis

 

Hingga kini, penyebab divertikulitis belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa peneliti berpendapat bahwa penyakit ini dapat terjadi apabila makanan yang dicerna atau feses bergerak terlalu lambat saat melewati usus besar. Proses ini dapat menyebabkan penyumbatan pada divertikula usus.

 

Divertikula yang tersumbat oleh makanan atau feses dapat menyebabkan dinding divertikula membengkak dan menipis. Penipisan dinding divertikula dapat mengakibatkan bakteri dari usus menetap dan berkembang biak pada kantung divertikula sehingga mengakibatkan peradangan atau infeksi pada divertikula yang disebut divertikulitis.

 

Sementara itu, beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko divertikulitis adalah:

 

 

Gejala Divertikulitis

 

Gejala divertikulitis umumnya menyerupai tanda-tanda gangguan pencernaan, seperti:

 

 

Diagnosis Divertikulitis

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala, riwayat kesehatan pasien serta obat-obat-obatan yang pernah dikonsumsi. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik, seperti pada perut dan dubur. Apabila pemeriksaan penunjang dibutuhkan, dokter akan merekomendasikan pasien untuk menjalani sejumlah tes, seperti:

 

  • Tes darah: Untuk memeriksa peradangan, masalah ginjal atau hati, dan anemia.

  • Tes pencitraan: Dilakukan menggunakan USG perut atau CT scan perut untuk mendapatkan gambaran saluran gastrointestinal.

  • Tes urine: Untuk memeriksa berbagai jenis infeksi.

  • Tes feses: Untuk memeriksa infeksi pencernaan, seperti Clostridium difficile.

  • Pemeriksaan panggul: Dilakukan pada wanita untuk mengidentifikasi masalah kandungan.

 

Cara Mengatasi Divertikulitis

 

Pengobatan divertikulitis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala yang dialami pasien. Apabila pasien tidak merasakan gejala yang berat atau menunjukkan tanda-tanda komplikasi, maka beberapa pengobatan yang akan dilakukan dokter adalah:

 

  • Obat-obatan: Dokter akan memberikan obat pereda rasa nyeri dan meresepkan antibiotik untuk mengobati infeksi jika diperlukan.

  • Diet tinggi cairan atau rendah serat: Bertujuan mengurangi beban kerja usus selama beberapa hari hingga rasa nyeri menghilang.

 

Apabila gejala yang dirasakan oleh pasien semakin memburuk dan menimbulkan komplikasi, dokter akan menyarankan pasien untuk menjalani rawat inap. Beberapa prosedur medis yang akan diberikan kepada pasien divertikulitis adalah:

 

  • Infus dan cairan nutrisi: Bertujuan untuk mengistirahatkan usus.

  • Antibiotik suntik: Bertujuan untuk mengatasi infeksi.

  • NGT (pemasangan selang ke lambung): Bertujuan mengosongkan isi lambung pasien.

  • Drainase dengan jarum: Prosedur ini dilakukan apabila terdapat abses di divertikula dengan memasukkan jarum khusus ke dalam perut, dibantu dengan CT scan atau endoskopi untuk mengeluarkan abses (nanah).

 

Dokter juga dapat melakukan prosedur pembedahan atau operasi jika pasien mengidap gangguan sistem kekebalan tubuh, mengalami divertikulitis berulang, dan komplikasi. Beberapa jenis operasi untuk menangani divertikulitis adalah:

 

  • Anastomosis usus: Membuang bagian usus yang meradang dan menyambungkan kembali dengan bagian usus yang sehat.

  • Kolostomi: Prosedur ini dilakukan jika area peradangan cukup luas sehingga sulit untuk disambungkan kembali. Dokter akan membuang usus yang meradang kemudian membuat lubang (stoma) di dinding perut sebagai tempat keluarnya feses sementara.

 

Komplikasi Divertikulitis

 

Apabila tidak ditangani dengan tepat, beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat divertikulitis adalah sebagai berikut:

 

  • Perdarahan di dubur akibat pecahnya pembuluh darah di sekitar divertikula.

  • Peritonitis (peradangan di peritoneum).

  • Perforasi usus (kebocoran akibat terbentuknya lubang di dinding usus besar).

  • Obstruksi usus (penyempitan usus besar).

  • Fistula (saluran abnormal antara usus besar dan kandung kemih, usus kecil, atau vagina).

  • Abses dan phlegmon (nanah di divertikula).

Pencegahan Divertikulitis

 

Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya divertikulitis adalah:

 

  • Memperbanyak konsumsi makanan tinggi serat untuk memudahkan proses pencernaan.

  • Menghindari kebiasaan merokok.

  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi untuk mencegah sembelit atau konstipasi.

  • Rutin berolahraga, setidaknya 30 menit per hari untuk membantu menjaga fungsi usus.

 

Gejala yang ditimbulkan oleh divertikulitis hampir sama dengan gangguan pencernaan pada umumnya sehingga sering kali penderitanya tidak menyadari kondisi ini. Oleh karenanya, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang tepat apabila Anda mengalami mual dan muntah disertai rasa nyeri pada perut bagian bawah.

 

Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail