Malaria Serebral, Komplikasi Malaria yang Memengaruhi Otak
Kesehatan Tubuh

Malaria Serebral, Komplikasi Malaria yang Memengaruhi Otak

01 November 2025 3 menit waktu baca
malaria serebral adalah

Cerebral malaria atau malaria serebral adalah salah satu komplikasi malaria yang dapat memengaruhi fungsi otak sehingga menurunkan fungsi tubuh secara keseluruhan. Malaria serebral adalah kondisi darurat medis karena bisa menyebabkan kecacatan atau bahkan kematian.

 

Untuk mengetahui penyebab, gejala, hingga pengobatan malaria serebral selengkapnya, mari simak ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Malaria Serebral?

 

Cerebral malaria atau malaria serebral adalah salah satu komplikasi malaria yang ditandai dengan pembengkakan atau kerusakan otak. Malaria adalah infeksi menular yang disebabkan oleh parasit Plasmodium falciparum.

 

Malaria serebral dapat terjadi ketika sel darah merah yang dipenuhi oleh parasit penyebab malaria menghalangi atau merusak blood brain barrier (sawar darah otak). Kondisi ini biasanya berkembang 2–7 hari setelah munculnya demam akibat infeksi parasit Plasmodium falciparum.

 

Malaria serebral biasanya terjadi pada 5–10% dari total kasus malaria. Meski jarang terjadi, penting untuk mewaspadai komplikasi malaria ini karena bisa menyebabkan penurunan fungsi otak, penurunan kesadaran, penurunan kemampuan atau fungsi tubuh secara keseluruhan, cacat neurologis, hingga mengancam nyawa.

 

Penyebab Malaria Serebral

 

Penyebab utama malaria serebral adalah infeksi parasit Plasmodium falciparum yang dibawa oleh nyamuk Anopheles betina. Parasit tersebut dapat merusak sawar darah otak (SDO), yaitu struktur membran yang berfungsi untuk menyaring darah ataupun zat lain yang masuk ke dalam sirkulasi otak. Kondisi inilah yang dapat memicu terjadinya pembengkakan atau kerusakan jaringan pada otak.

 

Faktor Risiko Malaria Serebral

 

Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami malaria serebral adalah sebagai berikut:

  • Tinggal di lingkungan beriklim tropis.
  • Pernah mengunjungi wilayah yang dikategorikan sebagai endemis malaria.
  • Tidak mengonsumsi obat profilaksis malaria sebelum bepergian ke daerah endemis malaria.
  • Tidak mendapatkan penanganan malaria dengan tepat dan segera.
  • Memiliki sistem imun tubuh yang lemah.

 

Gejala Malaria Serebral

 

Terdapat sejumlah gejala yang umum dialami oleh penderita malaria serebral, di antaranya adalah:

  • Demam.
  • Menggigil.
  • Nyeri kepala.
  • Nyeri otot dan sendi.
  • Kelelahan.
  • Mual dan muntah.
  • Gelisah.
  • Kejang.
  • Penurunan kesadaran.
  • Nyeri perut dan seluruh badan. 

 

Diagnosis Malaria Serebral

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan serta riwayat penyakit yang diderita pasien. Lalu, dokter dapat mengonfirmasi diagnosis malaria serebral dengan pemeriksaan fisik serta melibatkan beberapa pemeriksaan penunjang, di antaranya:

  • Tes darah untuk mendeteksi keberadaan parasit penyebab malaria di dalam darah.
  • CT Scan atau MRI untuk memeriksa kondisi otak.

 

Pengobatan Malaria Serebral

 

Apabila pasien telah didiagnosis menderita malaria serebral, dokter dapat menangani kondisi tersebut melalui beberapa tindakan medis, seperti:

 

1. Pemberian Obat Klorokuin Fosfat

 

Klorokuin fosfat merupakan jenis obat yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan parasit Plasmodium falciparum di dalam sel darah merah. Namun, penggunaan obat ini perlu diwaspadai karena terdapat kemungkinan terjadi resistensi.Resistensi yang terjadi dapat mengurangi atau menghilangkan efektivitas pengobatan terhadap penyakit malaria.

 

2. Artemisinin Combination Therapy (ACT)

 

Artemisinin combination therapy (ACT) adalah terapi yang menggunakan kombinasi dua atau lebih obat yang berbeda untuk melawan infeksi parasit Plasmodium falciparum.  Pengobatan ini biasanya diberikan untuk menangani kasus malaria yang resisten dengan obat klorokuin fosfat.

 

3. Tindakan Operasi

 

Tindakan operasi juga dapat dilakukan untuk menangani malaria serebral apabila telah menyebabkan perdarahan pada otak.

 

Cara Mencegah Malaria Serebral

 

Pada dasarnya, malaria serebral dapat dicegah dengan menghindari faktor risikonya. Adapun sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk menghindari risiko terjadinya malaria serebral adalah sebagai berikut:

  • Menghindari gigitan nyamuk dengan menggunakan obat anti nyamuk, memasang kelambu pada tempat tidur, serta menggunakan pakaian tertutup saat beraktivitas di luar ruangan pada malam hari.
  • Menjaga kebersihan lingkungan rumah sebaik mungkin.
  • Rutin melakukan penyemprotan insektisida di dalam dan sekitar lingkungan rumah.
  • Membersihkan tempat penampungan air secara rutin.
  • Menutup tempat penampungan air jika sedang tidak digunakan.
  • Mengonsumsi obat profilaksis sesuai anjuran dokter sebelum bepergian ke wilayah endemis malaria.

 

Malaria serebral adalah salah satu komplikasi malaria yang perlu diwaspadai karena berisiko menyebabkan penurunan kesadaran, cacat neurologis, hingga berujung kematian. Maka dari itu, segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter Siloam Hospitals terdekat terutama jika memiliki keluhan seperti ulasan di atas.


Sebelum itu, Anda dapat menemukan informasi jadwal, booking, serta buat janji temu dengan dokter terkait menggunakan fitur Cari Dokter. Atau, manfaatkan juga aplikasi MySiloam untuk memudahkan Anda dalam memesan paket medical check up, cek hasil skrining kesehatan, hingga konsultasi dengan dokter secara virtual. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail