Janin Tidak Berkembang (Hamil Kosong) - Penyebab & Tandanya
Ibu dan Anak

Janin Tidak Berkembang (Hamil Kosong) - Penyebab & Tandanya

15 Desember 2025 4 menit waktu baca
Janin tidak berkembang

Janin tidak berkembang sering kali diartikan sebagai kondisi ketika janin tidak tumbuh sesuai usianya. Faktanya, anggapan tersebut tidak benar. Istilah janin tidak berkembang pun sebenarnya tidak ada dalam dunia medis. Dalam ilmu medis, janin tidak berkembang merujuk pada kondisi hamil kosong atau blighted ovum. Mari kenali pengertian, penyebab, hingga tanda-tanda hamil kosong pada ulasan ini.

 

Apa itu Janin Tidak Berkembang?

 

Hingga kini, sebagian masyarakat memiliki pengertian bahwa istilah janin tidak berkembang berarti janin tidak tumbuh sesuai dengan usianya. Faktanya, janin tidak berkembang merupakan sebutan awam untuk kondisi hamil kosong (blighted ovum).

 

Hamil kosong adalah kondisi terbentuknya kantung kehamilan, namun tidak ditemukan embrio (tahap awal perkembangan manusia setelah pembuahan) di dalamnya. Hal ini bisa terjadi karena sel telur yang sudah dibuahi di dalam rahim gagal berkembang menjadi embrio (bakal janin).

 

Janin tidak berkembang atau hamil kosong ini juga sering dikaitkan dengan pertumbuhan janin terhambat (intrauterine growth restriction/IUGR). Berbeda dengan hamil kosong, IUGR adalah kondisi ketika pertumbuhan janin tidak sesuai dengan usia kehamilan ibu (usia gestasi).

 

Pada IUGR, sel telur yang sudah dibuahi berkembang menjadi janin, namun pertumbuhannya terhambat atau tidak normal. Kondisi ini dapat dilihat dari ukuran janin yang tidak sesuai dengan rata-rata ukuran janin seusianya.

 

Pada kondisi janin tidak berkembang atau hamil kosong, ibu hamil bisa dibilang mengalami keguguran karena tidak adanya embrio yang terbentuk dalam kantong kehamilan. Biasanya, sisa jaringan di rahim dapat keluar dengan sendirinya atau dibantu dengan obat-obatan.

 

Penyebab Janin Tidak Berkembang

 

Normalnya, sel telur yang sudah dibuahi akan membelah dan berkembang menjadi embrio pada hari ke-10. Di saat itu, hormon kehamilan meningkat, dan plasenta pun mulai berkembang.

 

Namun, pada kasus janin tidak berkembang atau hamil kosong, zigot atau sel telur yang sudah dibuahi tidak membelah diri atau pembelahan zigot berhenti ketika sudah menempel ke dinding rahim.

 

Hal tersebut dapat terjadi karena adanya kelainan kromosom pada zigot yang dapat dipengaruhi oleh kualitas sperma atau sel telur yang tidak baik. Di samping itu, hamil kosong juga bisa disebabkan oleh konsumsi alkohol, kelainan bentuk rahim, infeksi, atau efek samping obat-obatan.

 

Tanda Janin Tidak Berkembang

 

Dalam kondisi hamil kosong (blighted ovum), ibu tetap bisa mengalami atau merasakan tanda-tanda hamil, seperti berhentinya menstruasi, mual, muntah, hasil test pack positif, muncul flek darah, kram perut, serta payudara yang terasa membesar dan lebih keras. 

 

Sel-sel dalam plasenta pun menghasilkan hormon hCG atau hormon kehamilan, yaitu ketika kadar hormon ini tetap meningkat meski embrio tidak berkembang.

 

Gejala hamil kosong umumnya hampir mirip dengan keguguran, berikut di antaranya:

 

1. Muncul Bercak atau Perdarahan dari Vagina

 

Seperti halnya kondisi keguguran, janin tidak berkembang juga dapat menyebabkan perdarahan berupa gumpalan darah atau jaringan yang keluar dari vagina. Namun, bisa juga keluar dalam bentuk bercak darah berwarna cokelat kemerahan.

 

2. Perut Kram

 

Kram perut di masa awal kehamilan dapat menjadi salah satu tanda hamil kosong (blighted ovum). Posisi kram perut dapat bervariasi, bisa di area perut bagian bawah atau pinggul. Tingkat keparahan nyeri akibat kram perut pun juga bisa berbeda-beda, mulai dari nyeri ringan atau seperti saat menstruasi, hingga nyeri hebat seperti saat kontraksi persalinan.

 

3. Penurunan Kadar hCG

 

Hormon hCG adalah hormon kehamilan yang diproduksi oleh jaringan plasenta muda setelah hasil pembuahan menempel di dinding rahim, dan kadar hormon ini akan mencapai puncaknya pada usia kehamilan minggu ke-8–10.

 

Jika embrio tidak berkembang, kadar hormon hCG dalam tubuh akan tetap ada dan meningkat untuk sementara waktu, namun selanjutnya akan menurun dan gejala kehamilan pun menghilang.

 

3. Detak Jantung Bayi Tidak Terdeteksi

 

Detak jantung janin umumnya dapat dideteksi pada usia kehamilan minggu ke-6 melalui USG transvaginal atau menggunakan USG doppler di usia kehamilan minggu ke-12. Jika pada usia tersebut tidak terdengar detak jantung bayi, kondisi ini dapat menjadi tanda bahwa janin tidak berkembang.

 

4. Tidak Ada Embrio

 

Tanda utama hamil kosong adalah tidak adanya embrio pada hasil pemeriksaan USG. Normalnya, hasil USG akan memperlihatkan kantong ketuban berisi embrio. Namun pada hamil kosong, hanya terdapat gambar kantong ketuban tanpa embrio di dalamnya.

 

Penanganan Janin Tidak Berkembang

 

Setelah hamil kosong atau blighted ovum terdeteksi, biasanya dokter akan merekomendasikan beberapa pilihan penanganan blighted ovum pada pasien, yaitu:

 

  • Menunggu terjadinya keguguran secara alami dalam hitungan minggu.

  • Mengonsumsi obat untuk merangsang peluruhan kandungan.

  • Dilatasi dan kuretase untuk membersihkan jaringan yang tersisa dalam rahim.

 

Perlu diketahui bahwa menunggu terjadinya keguguran secara alami cukup berisiko, dan bisa membutuhkan waktu yang lama, sehingga perkembangan kondisi pasien harus selalu dipantau oleh dokter. Kemudian, jika masih ada jaringan yang tersisa di rahim, dibutuhkan tindakan dilatasi dan kuretase untuk mencegah terjadinya infeksi.

 

Janin tidak berkembang atau hamil kosong (blighted ovum) sering dikaitkan dengan pertumbuhannya yang terhambat. Penyebabnya bisa terjadi karena adanya kelainan kualitas sperma atau sel telur yang tidak baik, selain itu bisa dipicu karena konsumsi alkohol hingga efek samping obat-obatan.

 

Apabila Anda mengalami kondisi yang mirip dengan kondisi seperti di atas, sangat disarankan untuk segera ke Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang tepat dan akurat. 

 

Ibu hamil juga bisa menggunakan NEST, sebuah layanan dan fasilitas lengkap yang didukung oleh tim dokter multidisiplin, seperti dokter spesialis kandungan dan kebidanan, dokter spesialis anak, dokter spesialis anestesi, ahli gizi klinis, konsultan laktasi, dan tenaga medis profesional lainnya. Layanan NEST tersedia di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang.

 

Nest Artikel Banner

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail