Kesehatan Mental
Sering Mimpi Buruk Bisa Jadi Tanda PTSD, Waspadai sebelum Makin Parah!

Table of Contents
PTSD adalah gangguan mental yang disebabkan oleh kejadian traumatis. Gangguan ini dapat membuat penderitanya merasa cemas dan takut berlebih saat teringat peristiwa traumatis tersebut. Kondisi ini pun membutuhkan penanganan yang tepat dengan segera. Sayangnya, tak jarang penderita tidak menyadari bahwa dirinya mengalami PTSD.
Oleh karena itu, mari tingkatkan kewaspadaan terkait PTSD dengan mengenali penyebab, gejala, diagnosis, hingga pengobatannya melalui ulasan berikut.
Apa itu PTSD (Posttraumatic Stress Disorder)?
PTSD atau Posttraumatic Stress Disorder adalah gangguan mental yang terjadi pada seseorang karena mengalami kejadian traumatis. Kejadian traumatis tersebut dapat berupa bencana alam, kecelakaan, terorisme, perang/pertempuran, pelecehan seksual, kekerasan fisik, dan sejenisnya.
Penyebab PTSD
PTSD dapat dialami oleh penderita setelah dirinya mengalami atau menyaksikan kejadian yang menakutkan hingga mengancam nyawa. Beberapa kejadian yang bisa menjadi penyebab PTSD adalah sebagai berikut:
-
Kecelakaan.
-
Perang.
-
Perundungan.
-
Pelecehan seksual.
-
Kekerasan fisik.
-
Bencana alam.
-
Pernah menderita penyakit yang mengancam nyawa, seperti serangan jantung.
Selain itu, terdapat pula sejumlah faktor yang dapat memicu terjadinya PTSD, di antaranya:
-
Emosi yang cenderung tidak stabil.
-
Riwayat keluarga kandung yang memiliki gangguan mental.
-
Tidak mendapatkan dukungan dari kerabat dekat.
-
Memiliki pekerjaan yang berisiko mengalami peristiwa traumatis, seperti militer, dokter, dan sejenisnya.
-
Menggunakan obat-obatan terlarang serta mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Gejala PTSD
Penderita terkadang tidak menyadari dirinya sedang mengalami PTSD. Hal ini dikarenakan gejalanya bisa saja baru muncul dan dirasakan setelah beberapa bulan kejadian traumatis. Selain itu, gejala PTSD yang dirasakan oleh penderitanya juga cukup beragam. Adapun gejala umum dari PTSD adalah sebagai berikut:
-
Munculnya ingatan kejadian masa lalu yang menakutkan sehingga akan sangat mengganggu penderitanya.
-
Sering bermimpi buruk yang berkaitan dengan kejadian traumatis tersebut.
-
Cenderung menghindari tempat atau hal-hal yang berkaitan dengan kejadian traumatis.
-
Stres dan sering muncul pikiran negatif.
-
Sulit untuk tidur.
-
Merasa takut untuk bertemu orang lain.
-
Sulit berkonsentrasi.
-
Mudah terkejut.
-
Tidak berhasrat untuk melakukan kegiatan yang biasanya digemari.
Diagnosis PTSD
Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis PTSD. Adapun pemeriksaan yang dimaksud adalah sebagai berikut:
-
Pemeriksaan fisik. Tahapan ini dilakukan untuk mendeteksi masalah medis tertentu yang diakibatkan dari penyebab PTSD.
-
Evaluasi psikologis. Evaluasi psikologis merupakan wawancara secara mendalam antara tenaga profesional atau dokter dengan pasien untuk membicarakan hal-hal yang mengarah ke peristiwa traumatis tersebut.
-
Menganalisis kondisi pasien berdasarkan teori acuan. Diagnosis PTSD akan mengacu pada teori dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).
Pengobatan PTSD
PTSD biasanya akan ditangani oleh dokter dengan dua pendekatan, yaitu psikoterapi dan penggunaan obat-obatan. Dokter bisa menentukan salah satu atau mengombinasikan pengobatan PTSD tersebut sesuai dengan kondisi dan gejala yang dialami oleh pasien.
A. Psikoterapi untuk PTSD
Ada beberapa jenis psikoterapi yang dipilih oleh dokter untuk menangani PTSD, antara lain:
-
Terapi paparan (exposure therapy): dilakukan dengan mendekati pasien terhadap situasi atau hal yang ditakutkan.
-
Terapi kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT): terapi bicara untuk membantu penderita PTSD mengenali pola pikir dirinya sendiri yang dapat memengaruhi emosinya.
B. Obat-obatan untuk PTSD
Obat-obatan yang biasa diresepkan oleh dokter untuk penderita PTSD di antaranya yaitu:
-
Obat anticemas. Obat ini digunakan untuk meredakan kecemasan berlebih pada pasien PTSD karena traumanya. Obat anticemas ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk dikonsumsi dalam jangka waktu pendek.
-
Prazosin. Prazosin digunakan untuk mengurangi mimpi buruk yang dialami oleh penderita PTSD.
-
Antidepresan. Antidepresan berfungsi untuk membantu meringankan depresi, sulit berkonsentrasi, dan hal sejenis yang berkaitan dengan gejala PTSD.
Perlu dipahami bahwa terdapat berbagai kondisi yang mungkin memiliki gejala dan penyebab yang hampir sama dengan apa yang telah tertulis di artikel ini. Maka dari itu, apabila Anda menyadari adanya perubahan pada diri, seperti sulit berkonsentrasi, menurunnya motivasi, hingga sering bermimpi buruk terkait kejadian tertentu di masa lalu, hindari melakukan self-diagnose dan segera berkonsultasi dengan Psikiater di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang tepat.
Penting pula untuk dipahami bahwa proses pemeriksaan dan pengobatan di setiap rumah sakit bisa berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang disediakan. Namun, tenaga medis tentu akan memastikan bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi pasien.
Jika ingin berkonsultasi dari rumah, manfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien, dan pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun, jika diresepkan beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Sentosa
Tersedia :
Tersedia hari ini







