Obat Antidepresan - Jenis, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya
Kesehatan Tubuh

Obat Antidepresan - Jenis, Cara Kerja, dan Efek Sampingnya

30 Mei 2025 4 menit waktu baca
obat antidepresan

 

Antidepresan adalah golongan obat yang digunakan untuk mengobati beberapa jenis gangguan mental, seperti gangguan kecemasan, depresi, obsessive-compulsive disorder (OCD), post-traumatic stress disorder (PTSD), serta berbagai masalah medis lainnya. Lantas, bagaimana cara kerja antidepresan? Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengonsumsinya? Mari Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

 

Apa itu Antidepresan?

 

Seperti yang sudah dijelaskan bahwa obat antidepresan adalah obat yang digunakan untuk 

mengatasi gangguan depresi atau masalah mental lainnya. Sebagai informasi, depresi merupakan suatu kondisi ketika seseorang mengalami perasaan sedih terus-menerus dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang dulunya dianggap menyenangkan.

 

Depresi dapat menyebabkan penderitanya mengalami kesulitan dalam mengingat, berpikir, motivasi, makan, dan tidur. Adapun beberapa jenis gangguan depresi adalah:

 

 

Selain itu, The U.S Food and Drug Administration (FDA) telah menyetujui penggunaan obat antidepresan untuk mengatasi beberapa kondisi berikut ini:

 

 

Jenis Antidepresan

 

Terdapat berbagai jenis obat antidepresan yang digunakan untuk mengatasi masalah mental tertentu. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs): Dokter sering kali memulai pengobatan depresi dengan meresepkan SSRIs karena memiliki risiko efek samping yang lebih kecil. Jenis antidepresan ini meliputi fluoxetine, fluvoxamine, sertraline, citalopram, dan escitalopram.

  • Serotonin and norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs): Jenis antidepresan ini bekerja dengan meningkatkan kadar serotonin dan norepinefrin dalam otak. Beberapa jenis SNRIs adalah venlafaxine, duloxetine, desvenlafaxine, dan levomilnacipran.

  • Tricyclic antidepressants (TCAs): Jenis antidepresan ini cenderung menyebabkan lebih banyak efek samping sehingga baru diresepkan ketika antidepresan lain tidak menunjukkan hasil yang diharapkan. Contoh tricyclic antidepressants adalah amitriptyline.

  • Inhibitor monoamine oksidase (MAOIs): Penggunaan jenis antidepresan ini memerlukan diet yang ketat karena dapat menimbulkan interaksi berbahaya dengan makanan yang mengandung tyramine, seperti keju, dan beberapa obat, seperti pereda nyeri dan dekongestan. Karenanya, MAOIs umumnya baru akan diresepkan ketika jenis obat antidepresan lain tidak menunjukkan hasil positif.

  • Atypical antidepressants: Salah satu kelompok jenis antidepresan ini adalah mirtazapine. Obat-obatan tersebut memiliki mekanisme kerja yang berbeda dan hanya akan digunakan bila jenis antidepresan lain tidak berhasil.

 

Cara Kerja Antidepresan

 

Secara umum, obat antidepresan bekerja dengan menyeimbangkan zat kimia tertentu di otak (neurotransmitter), seperti serotonin, norepinefrin, atau dopamin. Setiap jenis antidepresan bekerja dengan cara yang berbeda untuk melakukan hal tersebut.

 

Selain itu, penelitian dalam jurnal Experimental and Therapeutic Medicine menunjukkan bahwa obat antidepresan dapat menginduksi neuroplastisitas. Sebagai informasi, neuroplastisitas adalah suatu proses ketika otak mengubah strukturnya melalui penguatan atau pelemahan koneksi antara sel-sel otak yang disebut neuron.

 

Risiko Efek Samping Antidepresan

 

Obat antidepresan dapat menimbulkan efek samping tertentu, namun hal ini mungkin tidak dialami oleh semua orang. Setiap jenis antidepresan mungkin menyebabkan efek samping yang berbeda. Berikut masing-masing penjelasannya:

 

Efek samping selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) dan serotonin-norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIs):

 

  • Mual.

  • Gangguan pencernaan.

  • Sakit kepala.

  • Disfungsi seksual.

  • Peningkatan tekanan darah (khusus SNRI, sehingga tidak disarankan untuk penderita hipertensi).

 

Efek samping tricyclic antidepressants (TCAs):

 

 

Efek samping inhibitor monoamine oksidase (MAOIs):

 

  • Mengantuk.

  • Insomnia.

  • Mulut kering.

  • Pusing.

  • Diare.

  • Mual.

  • Sembelit.

  • Disfungsi seksual.

 

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan

 

Dokter akan meresepkan antidepresan dengan mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk riwayat medis pasien, efektivitas, dan toleransi terhadap efek samping. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memulai pengobatan adalah sebagai berikut:

 

  • Berkonsultasi dengan dokter: Sebelum mengonsumsi obat antidepresan, pasien wajib berkonsultasi dengan dokter dan memberi tahu keseluruhan gejala, obat-obatan yang dikonsumsi, dan riwayat medis.

  • Menyampaikan riwayat kesehatan kepada dokter: Informasikan kepada dokter apabila memiliki masalah medis dan penyakit kronis tertentu, termasuk bila pasien sedang hamil atau menyusui.

  • Pemahaman efek samping dan risiko: Dokter akan menyampaikan beberapa efek samping yang bisa terjadi saat pengobatan berlangsung.

  • Mengikuti petunjuk dari dokter: Pasien harus mengikuti petunjuk dari dokter mengenai dosis dan jadwal mengonsumsi obat. Hindari memulai atau menghentikan konsumsi obat tanpa persetujuan dokter. Selesaikan pengobatan sesuai dengan anjuran dokter, jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba.

  • Hindari konsumsi alkohol: Mengonsumsi alkohol selama pasien dalam masa pengobatan dapat meningkatkan risiko efek samping dan penurunan efektivitas obat.

 

Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan hanya untuk tujuan edukasi sehingga tidak dapat menggantikan saran kesehatan dari dokter. Obat antidepresan ini wajib dikonsumsi di bawah pengawasan dari dokter atau tim medis profesional lainnya.

 

Maka dari itu, bila mengalami gejala yang mengarah pada masalah mental, hindari melakukan self-diagnosis dan segera berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (Psikiatri) di Siloam Hospitals terdekat agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi ini mungkin berbeda di satu fasilitas kesehatan dengan yang lain. Tenaga medis akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang tepat sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Apabila ingin berkonsultasi dari rumah, Anda dapat memanfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Namun, jika diresepkan beberapa jenis obat, seperti antidepresan dan antipsikotik, pasien wajib mengambilnya secara langsung (self pick-up).

Sumber

StatPearls [Internet]. Antidepressants. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Antidepressants: Selecting One That's Right For You. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Antidepressants. Diakses pada 2024 | NHS UK. Overview - Antidepressants. Diakses pada 2024 | Medical News Today. All about Antidepressants. Diakses pada 2024 | Mayo Clinic. Selective Serotonin Reuptake Inhibitors (SSRIs). Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-leman-spkj-mkes

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Leman, SpKJ, MKes

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jimmy-sebastian-ollich-spkj

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jimmy Sebastian Ollich, SpKJ

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-pricella-maria-ismail-spkj

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Pricella Maria Ismail, SpKJ

Psikiatri

Spesialis Psikiatri


Siloam Hospitals Sentosa

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail