Kesehatan Mental
Mengenal Fobia Sosial, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Table of Contents
Fobia sosial, gangguan kecemasan sosial, atau social anxiety disorder adalah jenis fobia yang ditandai dengan rasa ketakutan atau kecemasan berlebih saat berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya.
Studi menunjukkan terdapat 5–10% orang di seluruh dunia mengalami gangguan fobia sosial. Fobia sosial merupakan masalah kesehatan mental ketiga yang paling umum setelah masalah penyalahgunaan narkoba dan depresi, serta lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria.
Jika kondisi ini tidak segera ditangani, penderitanya dapat kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Lantas, apa penyebab seseorang mengalami fobia sosial dan bagaimana cara mengatasinya? Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Apa itu Fobia Sosial (Social Anxiety Disorder)?
Fobia sosial atau gangguan kecemasan sosial adalah masalah mental yang ditandai dengan rasa takut, cemas, dan ingin menghindari orang-orang di sekitarnya. Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami ketakutan saat berada di situasi sosial, seperti:
-
Menggunakan tempat istirahat bersama.
-
Bertemu orang baru.
-
Tampil di depan banyak orang.
-
Berbicara dengan orang lain melalui telepon.
-
Meminta bantuan di tempat umum.
-
Makan di depan banyak orang.
-
Menjawab pertanyaan di depan orang banyak.
-
Berpartisipasi dalam wawancara.
Pada situasi tersebut, penderita gangguan kecemasan sosial merasa takut dihakimi, ditolak, atau dipermalukan di depan orang banyak. Sebagian besar penderita kondisi ini sadar bahwa cemas yang dirasakan terlalu berlebihan, namun mereka tidak dapat mengatasi perasaan tersebut.
Apakah fobia sosial sama dengan rasa malu? Tidak, kedua kondisi tersebut berbeda. Rasa malu memang dapat membuat aktivitas sosial menjadi lebih sulit, tetapi tidak sampai mengganggu kehidupan sehari-hari. Sementara itu, gangguan kecemasan sosial cenderung terjadi secara berlebihan, setiap saat, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan seperti pada saat makan atau sedang belanja.
Jenis-Jenis Fobia Sosial
Beberapa orang dengan kondisi ini mungkin hanya mengalami gejala fobia sosial dalam satu situasi, misalnya saat akan tampil di depan umum. Namun, sebagian lainnya bisa saja mengalami fobia di semua bentuk interaksi sosial.
Berdasarkan tingkat keparahannya, fobia sosial terbagi menjadi tiga jenis, yaitu ringan, sedang, dan ekstrem.
-
Gangguan kecemasan sosial ringan: Kondisi ini dapat menyebabkan penderitanya mengalami gejala-gejala fisik dan psikologis dari kecemasan sosial, namun masih dapat berpartisipasi atau bertahan dalam situasi sosial. Gejala mungkin juga hanya muncul pada situasi sosial tertentu.
-
Gangguan kecemasan sosial sedang: Kondisi ini menyebabkan penderitanya mungkin mengalami gejala-gejala fisik dan psikologis kecemasan sosial tetapi masih dapat berpartisipasi dalam beberapa situasi sosial namun menghindari jenis situasi sosial lainnya.
-
Gangguan kecemasan sosial ekstrem: Kondisi ini dapat membuat pengidapnya mengalami gejala kecemasan sosial yang lebih intens, seperti serangan panik (panic attack) ketika dihadapkan dengan situasi sosial. Oleh sebab itu, orang dengan kecemasan sosial yang ekstrem biasanya menghindari situasi sosial dengan cara apa pun dan memiliki gejala di semua atau banyak jenis situasi sosial.
Penyebab Fobia Sosial
Fobia sosial dapat disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari faktor fisik, biologis, dan genetik. Kondisi ini juga dapat dipengaruhi oleh adanya masalah pada sistem neurotransmitter yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang berperan penting dalam mengatur mood atau suasana hati seseorang, seperti serotonin, dopamin, dan glutamat.
Selain itu, beberapa faktor lain yang dipercaya dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami fobia sosial adalah:
-
Pola asuh orang tua yang terlalu mengontrol.
-
Pelecehan emosional, fisik, atau bentuk lainnya.
-
Adanya interaksi negatif dengan teman sebaya.
-
Perundungan.
-
Pengalaman hidup yang menyebabkan trauma.
Trauma akibat peristiwa tertentu dapat memicu PTSD (post traumatic stress disorder), yang mana salah satu gejalanya adalah merasa takut dengan orang-orang di sekitarnya.
Gejala Fobia Sosial
Gejala fobia sosial lebih dari rasa malu dan tidak nyaman, bahkan diliputi ketakutan yang berlebihan sehingga pengidapnya cenderung mencari berbagai cara untuk menghindari situasi sosial. Gejala ini bisa muncul pada awal hingga pertengahan masa remaja.
Adapun beberapa gejala yang umum dialami oleh pengidap gangguan kecemasan sosial adalah sebagai berikut:
A. Gejala emosional dan perilaku:
-
Mengalami ketakutan dan kecemasan intens selama berada di situasi sosial.
-
Takut dinilai buruk oleh orang lain.
-
Takut mempermalukan diri sendiri atau orang lain.
-
Khawatir bahwa orang lain akan menyadari rasa cemas yang dialami.
-
Menghindari situasi yang membuatnya menjadi pusat perhatian.
-
Kecemasan untuk mengantisipasi aktivitas atau peristiwa yang ditakuti.
-
Memiliki ekspektasi akan konsekuensi terburuk yang mungkin terjadi dari pengalaman negatif selama situasi sosial.
-
Menghindari melakukan sesuatu atau berbicara dengan orang lain karena takut malu.
B. Gejala fisik:
-
Detak jantung meningkat.
-
Blushing.
-
Gemetar dan berkeringat.
-
Sakit perut atau mual.
-
Ketegangan otot.
-
Pusing.
-
Pikiran kosong (blank).
-
Kesulitan mengatur napas.
Diagnosis Fobia Sosial
Penegakan diagnosis fobia sosial atau gangguan kecemasan sosial biasanya dilakukan oleh dokter spesialis kejiwaan (psikiater). Dokter akan melakukan tanya jawab mengenai situasi yang membuat pasien mengalami kecemasan serta mencari tahu apakah terdapat gangguan fisik atau mental lainnya. Dokter dapat menentukan diagnosis berdasarkan:
-
Pemeriksaan fisik untuk membantu menilai apakah ada kondisi medis atau pengaruh obat-obatan yang dapat memicu gejala kecemasan.
-
Diskusi mengenai gejala yang dialami pasien, seperti seberapa sering dan dalam situasi seperti apa gejala-gejala tersebut muncul.
-
Meninjau daftar situasi yang dapat membuat pasien cemas.
-
Kuesioner tentang gejala kecemasan sosial yang dialami pasien.
Di samping itu, dokter juga akan melakukan analisis gejala pasien berdasarkan Criteria listed in the Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). Adapun kriteria DSM-5 untuk gangguan kecemasan sosial adalah:
-
Mengalami ketakutan atau kecemasan yang terus-menerus dan intens terhadap situasi sosial tertentu karena takut akan dinilai secara negatif atau dipermalukan oleh orang lain.
-
Menghindari situasi sosial yang menimbulkan rasa takut atau cemas yang intens.
-
Mengalami kecemasan berlebihan yang tidak sesuai dengan situasi yang terjadi sebenarnya.
-
Mengalami kecemasan atau tekanan hingga mengganggu kehidupan sehari-hari.
-
Ketakutan, kecemasan, atau penghindaran tersebut bersifat terus-menerus, biasanya berlangsung selama 6 bulan atau lebih.
-
Mengalami ketakutan atau kecemasan yang tidak dapat dijelaskan oleh kondisi medis, pengobatan, atau penyalahgunaan zat.
-
Performance only: Jika rasa takut hanya terbatas pada berbicara atau tampil di depan umum.
Cara Mengatasi Fobia Sosial
Langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi fobia sosial adalah melakukan konseling. Terapi perilaku kognitif atau cognitive behavioral therapy (CBT) merupakan terapi psikologis yang digunakan untuk mengubah pola pikir dan perilaku pengidap gangguan mental.
Dalam terapi CBT, dokter akan memulai percakapan dan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien untuk menciptakan perspektif atau suasana yang dapat membuat penderita merasa nyaman. Melalui metode ini, dokter dapat mengevaluasi masalah yang dialami oleh penderita, seperti pikiran, perasaan, dan tindakan yang memicu ketakutan dan kecemasan.
Dokter juga mungkin akan merekomendasikan terapi konseling lainnya, seperti exposure therapy atau terapi paparan. Bentuk terapi ini dirancang untuk membantu menghadapi ketakutan berlebih dengan membiasakan penderita berada pada situasi yang membuatnya tidak nyaman secara bertahap.
Selain itu, dokter biasanya juga memberikan obat-obatan untuk mengurangi gejala kecemasan sosial. Anda dapat menggunakan layanan Telekonsultasi untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater. Setelah itu, psikolog atau psikiater dapat meresepkan obat-obatan yang sesuai dengan kondisi Anda.
Jika Anda atau kerabat mengalami keluhan terkait gangguan psikologis, jangan ragu untuk berkonsultasi secara langsung dengan psikolog atau psikiater di Siloam Hospitals terdekat. Selain itu, gunakan juga aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Lippo Cikarang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Jambi
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
MENTAL - Skrining Mental health (MMPI)
Lainnya
2 Service/Item
Rp880.000
TERPOPULER
Paket Siloam Ruby
Skrining Umum
21 Service/Item
Rp1.000.000
TERPOPULER
Paket Siloam Silver
Skrining Umum
22 Service/Item
Rp1.900.000
TERPOPULER
Paket Siloam Pearl
Skrining Umum
31 Service/Item
Rp4.300.000
TERPOPULER
Brain Check Up
Penawaran Spesial, Skrining Stroke
19 Service/Item
Rp9.000.000







