Seasonal Affective Disorder (SAD) - Penyebab dan Gejalanya
Kesehatan Mental

Seasonal Affective Disorder (SAD) - Penyebab dan Gejalanya

19 September 2025 5 menit waktu baca
mengenal seasonal affective disorder

Pemicu perubahan suasana hati pada setiap orang bisa berbeda-beda. Namun jika perubahan suasana hati sering terjadi ketika pergantian musim, kondisi ini perlu diwaspadai sebagai seasonal affective disorder atau SAD. Umumnya, SAD terjadi pada musim gugur atau musim dingin setiap tahunnya.

 

Lantas, apa yang membuat seseorang mengalami seasonal affective disorder dan bagaimana tanda-tanda mengenali gejala SAD? Mari simak penjelasan selengkapnya di sini.

 

Apa itu Seasonal Affective Disorder (SAD)?

 

Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa SAD atau seasonal affective disorder adalah gangguan suasana hati yang berhubungan dengan perubahan musim. Itulah sebabnya, SAD dikenal juga dengan sebutan seasonal depression atau depresi musiman.

 

Jenis depresi ini lebih umum terjadi di negara dengan empat musim, terutama pada  awal musim gugur hingga musim dingin. Meski begitu, tak menutup kemungkinan gangguan ini juga dapat dialami oleh orang yang tinggal di negara dua musim, seperti Indonesia. Pada negara dua musim, biasanya SAD terjadi di awal musim panas atau musim semi.

 

Sebenarnya, merasa sedikit lesu dan tak bersemangat ketika memasuki musim gugur atau dingin merupakan suatu hal yang normal. Namun pada SAD, pengidapnya tidak hanya mengalami penurunan suasana hati, tetapi gejala pengidap sudah mengarah ke gejala depresi.

 

Penyebab dan Dampak Seasonal Affective Disorder pada Tubuh

 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab seasonal depression pada seseorang. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini muncul karena kurangnya paparan sinar matahari. Hal ini kemudian memengaruhi beberapa hal dalam tubuh, seperti:

 

  • Perubahan jam biologis: Apabila tubuh tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup,hal ini dapat memengaruhi jam biologis tubuh. Akibatnya, pola tidur pun menjadi berantakan dan suasana hati menurun.

  • Kekurangan vitamin D: Produksi vitamin D di dalam tubuh memerlukan paparan sinar matahari dalam prosesnya. Jadi, jika tubuh tidak mendapatkan sinar matahari yang cukup, hal tersebut berisiko menyebabkan kekurangan vitamin D, yang dapat memicu terjadinya depresi musiman.

  • Ketidakseimbangan senyawa kimia di otak: Kurangnya paparan sinar matahari dapat menyebabkan produksi salah satu senyawa kimia di otak, yakni serotonin (hormon pemicu rasa bahagia) menjadi tidak maksimal. Akibatnya, suasana hati pun dapat memburuk.

  • Meningkatkan melatonin: Melatonin adalah senyawa kimia yang memengaruhi pola tidur dan suasana hati. Kurangnya paparan sinar matahari dapat merangsang peningkatan produksi melatonin dalam tubuh secara berlebihan. Kondisi ini dapat mengakibatkan suasana hati memburuk dan memicu terjadinya gangguan tidur.

  • Pikiran negatif: Pengidap SAD sering mengalami stres dan gangguan cemas serta mempunyai pikiran yang negatif tentang musim dingin.

 

Selain kurangnya paparan sinar matahari, sejumlah faktor lain yang juga bisa meningkatkan risiko SAD, antara lain:

 

  • Memiliki keluarga dengan riwayat masalah mental, seperti depresi mayor atau penyakit skizofrenia.

  • Mengidap gangguan mental lainnya, seperti gangguan bipolar.

  • Tinggal di daerah dataran tinggi.

  • Tinggal di negara yang jauh dari garis khatulistiwa.

 

Gejala Seasonal Affective Disorder

 

Secara umum, beberapa gejala seasonal affective disorder adalah sebagai berikut:

 

  • Merasa sedih dan cemas secara berlebihan.

  • Suasana hati tidak baik.

  • Kesulitan tidur atau terlalu banyak tidur.

  • Cepat merasa lelah.

  • Kesulitan untuk fokus dan berkonsentrasi pada satu hal.

  • Kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya disukai.

  • Penurunan nafsu makan.

  • Memiliki keinginan untuk melukai diri sendiri (self harm) atau bahkan mengakhiri hidup.

 

Gejala SAD juga bisa berbeda-beda, tergantung dari musimnya. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

Gejala SAD di Musim Dingin dan Gugur

 

Berikut adalah beberapa gejala yang umumnya ditunjukkan oleh orang dengan SAD saat musim dingin dan gugur:

 

  • Peningkatan nafsu makan, terutama makanan tinggi karbohidrat.

  • Lebih banyak tidur.

  • Sering merasa lelah dan selalu kekurangan tenaga.

  • Peningkatan berat badan.

 

Gejala SAD di Musim Panas dan Semi

 

Sementara itu, gejala SAD yang sering muncul saat musim panas dan semi, antara lain:

 

  • Penurunan nafsu makan.

  • Insomnia.

  • Sering merasa cemas.

  • Penurunan berat badan.

 

Diagnosis Seasonal Affective Disorder

 

Pada sebagian besar kasus, seasonal affective disorder terjadi karena adanya masalah kesehatan mental lainnya yang lebih kompleks. Diagnosis SAD hanya dapat dikonfirmasi atau ditegakkan oleh dokter dengan mempertimbangkan beberapa kriteria berikut:

 

  • Pasien memiliki gejala depresi mayor.

  • Gejala depresi pada pasien hanya muncul pada musim tertentu, dan telah berlangsung selama setidaknya dua tahun berturut-turut.

  • Episode depresi muncul lebih sering pada satu musim tertentu dibandingkan musim lainnya.

 

Komplikasi Seasonal Affective Disorder

 

Apabila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, beberapa komplikasi yang mungkin bisa terjadi pada pengidap SAD adalah sebagai berikut:

 

  • Gangguan cemas menyeluruh (general anxiety disorder).

  • Gangguan dalam hubungan sosial.

  • Gangguan makan.

  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

  • Masalah dalam pekerjaan atau pembelajaran di sekolah.

  • Melakukan percobaan bunuh diri atau mencoba melukai diri sendiri.

 

Cara Mengatasi Seasonal Affective Disorder

 

Beberapa langkah pengobatan yang dapat diberikan kepada pengidap seasonal affective disorder adalah:

 

  • Terapi cahaya: Terapi ini dilakukan dengan menggunakan cahaya dari lampu khusus untuk menangani kondisi SAD.

  • Terapi perilaku kognitif (CBT): CBT adalah jenis terapi perilaku kognitif yang dinilai memiliki efek jangka panjang yang lebih baik dalam menangani depresi musiman dibandingkan metode pengobatan lainnya.

  • Mengonsumsi obat-obatan antidepresan: Jika diperlukan, biasanya psikiater akan memberikan resep obat antidepresan untuk meringankan gejala depresi.

  • Memperbanyak waktu di luar ruangan: Perawatan ini bisa dilakukan dengan pergi ke luar rumah di siang hari meski cuaca sedang mendung.

  • Mengonsumsi suplemen vitamin D: Pengobatan ini dapat membantu meredakan gejala SAD.

 

Pencegahan Seasonal Affective Disorder

 

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari munculnya depresi akibat perubahan musim adalah sebagai berikut:

 

  • Berolahraga secara rutin, setidaknya sebanyak 3–5 kali seminggu atau selama 30 menit per hari. Cobalah melakukan olahraga yang dapat membantu meningkatkan kesehatan mental, seperti bersepeda atau jalan cepat.

  • Memastikan tubuh mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup.

  • Istirahat dan tidur yang cukup, minimal 7–9 jam setiap malam.

  • Mengelola stres.

  • Menjaga hubungan baik dengan orang-orang di sekitar.

  • Mengatur jadwal makan, jenis makanan, dan kalori yang dikonsumsi per hari. Dianjurkan untuk mengonsumsi makanan yang mengandung tinggi vitamin D, seperti ikan sarden, telur, dan sebagainya.

 

Demikian informasi mengenai seasional affective disorder yang perlu Anda ketahui. Jika Anda merasa stres berkepanjangan dan membutuhkan bantuan dari tenaga medis profesional, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater.

 

Jika ingin berkonsultasi dari rumah, manfaatkan layanan Telekonsultasi yang tersedia di aplikasi MySiloam. Layanan tersebut memungkinkan dokter untuk meresepkan obat-obatan sesuai kondisi pasien, dan pasien pun bisa memperoleh obat-obatan tersebut tanpa harus keluar rumah. Namun jika diresepkan beberapa jenis obat, seperti antipsikotik dan antidepresan, pasien wajib mengambilnya secara langsung atau self pick up. 

 

Aplikasi MySiloam juga dilengkapi dengan berbagai layanan lain, seperti informasi jadwal praktik dokter, check in secara mandiri, dan untuk memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh MySiloam sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

telechat

message

ArticleDetail