Mulut Kering (Xerostomia): Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kesehatan Tubuh

Mulut Kering (Xerostomia): Penyebab dan Cara Mengatasinya

22 Oktober 2025 5 menit waktu baca
mulut kering

Mulut kering atau xerostomia adalah sensasi kering pada mulut yang dikarenakan menurunnya produksi air liur (saliva). Ketersediaan air liur merupakan hal yang penting untuk menjaga kesehatan mulut. Biasanya kondisi ini terjadi karena beberapa faktor, seperti karena efek dari pengobatan untuk penyakit tertentu dan efek penuaan.

 

Kekurangan air liur dalam mulut dapat membuat mulut terasa kering dan menyebabkan ketidaknyamanan dalam melakukan hal-hal sederhana sehari-hari, seperti mengunyah dan menelan makanan. Mari simak informasi seputar mulut kering selengkapnya dan pahami cara mengatasinya di sini.

 

Apa itu Mulut Kering (Xerostomia)?

 

Mulut kering adalah rasa kering yang dirasakan di mulut karena kelenjar air liur tidak mampu memproduksi air liur yang cukup untuk membasahi mulut. Mulut yang terasa kering bukanlah suatu penyakit, melainkan merupakan gejala dari suatu penyakit tertentu.

 

Ketersediaan jumlah air liur yang cukup sangat penting untuk menetralkan asam yang diproduksi bakteri, membatasi pertumbuhan bakteri di mulut, dan membersihkan mulut dari sisa-sisa makanan. Selain itu, air liur juga membantu proses mengunyah dan menelan makanan, serta enzim dalam air liur dapat membantu proses pencernaan.

 

Air liur yang sedikit, dapat berisiko menyebabkan berbagai penyakit pada mulut, seperti gigi berlubang, gusi bengkak, karies gigi, hingga infeksi jamur. 

 

Perlu diketahui, xerostomia sering ditemukan pada lansia. Biasanya, kondisi ini merupakan efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi secara rutin untuk penyakit tertentu atau karena kekurangan nutrisi.

 

Penyebab Mulut Kering

 

Selain dari pengaruh obat-obatan dan faktor usia, xerostomia juga bisa disebabkan karena kerusakan saraf, dehidrasi, kebiasaan sehari-hari yang kurang baik, hingga gangguan kesehatan tertentu. Berikut penjelasannya.

 

1. Konsumsi Obat-obatan Tertentu

 

Beberapa obat-obatan untuk mengatasi penyakit tertentu diketahui dapat memengaruhi jumlah produksi air liur. Adapun jenis-jenis obat yang sering kali menyebabkan penurunan jumlah produksi air liur adalah:

 

  • Obat antidepresan.

  • Obat untuk mengatasi gangguan cemas.

  • Obat antihistamin.

  • Obat untuk mengatasi tekanan darah tinggi (hipertensi).

  • Obat pereda rasa sakit (pain reliever).

  • Pengobatan penyakit Parkinson.

  • Obat antikolinergik.

 

2. Faktor Usia

 

Seperti yang telah disebutkan di atas, sebagian besar penderita xerostomia adalah lansia. Faktor usia itu sendiri merupakan hal yang dapat memicu kondisi ini di samping penggunaan obat-obatan untuk mengatasi penyakit-penyakit yang biasanya dialami lansia. Kedua faktor tersebut berkontribusi dalam perubahan kemampuan tubuh dalam menerima pengobatan dan menyerap nutrisi yang masuk ke dalam tubuh.

 

3. Kerusakan Saraf

 

Kerusakan saraf di area kepala atau leher akibat cedera juga dapat menyebabkan terjadinya xerostomia.

 

4. Dehidrasi

 

Dehidrasi merupakan salah satu penyebab mulut kering yang cukup sering terjadi. Dehidrasi sendiri dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kurangnya minum air putih, mengeluarkan keringat secara berlebihan, atau mengalami diare.

 

5. Bernapas Melalui Mulut

 

Kebiasaan bernapas melalui mulut juga bisa membuat mulut mudah kering. Biasanya orang yang mengidap kondisi hidung tersumbat (nasal congestion) tanpa disadari bernapas dengan mulut ketika tidur di malam hari dan membuat mulut cepat kering.

 

6. Kebiasaan Merokok dan Mengonsumsi Minuman Beralkohol secara Berlebihan

 

Kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan dapat meningkatkan risiko terjadinya xerostomia. Mulut akan terasa kering karena produksi air liur yang terganggu oleh zat-zat yang terdapat dalam tembakau dan minuman beralkohol.

 

7. Kondisi Kesehatan Lainnya

 

Kondisi mulut kering atau xerostomia bisa jadi merupakan gejala dari kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti penyakit diabetes, Alzheimer, stroke, infeksi jamur di mulut, gangguan kecemasan, dan penyakit autoimun. Salah satu penyakit autoimun yang bisa membuat mulut kering adalah sindrom Sjogren. Sindrom ini menyerang kelenjar air liur yang menjaga kelembapan mulut dan lebih sering terjadi pada wanita menopause.

 

8. Pengobatan Kanker

 

Obat-obatan kemoterapi dan terapi radiasi pada kepala dan leher dapat menyebabkan kerusakan pada kelenjar air liur sehingga mengurangi jumlah produksi air liur. Kondisi ini dapat bersifat sementara ataupun permanen tergantung pada dosis pengobatan dan penyakit yang mendasarinya. 

 

Gejala Mulut Kering

 

Selain berkurangnya jumlah produksi air liur, kondisi mulut kering (xerostomia) juga bisa ditandai oleh beberapa hal berikut:

 

  • Bau mulut.

  • Tenggorokan terasa sakit.

  • Kesulitan mengunyah, menelan dan berbicara.

  • Hidung terasa kering.

  • Suara terdengar serak.

  • Mudah merasa haus.

  • Tidak dapat merasai rasa makanan (masalah pada indra pengecap).

  • Kesulitan ketika memakai gigi palsu.

  • Bibir, lidah, dan mulut terasa sakit.

  • Mulut terasa panas.

  • Bibir kering dan pecah-pecah.

  • Gigi berlubang.

  • Mata dan kulit terasa kering.

 

Diagnosis Mulut Kering

 

Diagnosis yang akurat diperlukan oleh dokter guna menentukan penanganan yang tepat untuk mengobati mulut kering (xerostomia). Dalam proses diagnosis, akan dilakukan tahapan pemeriksaan berikut:

 

  • Anamnesis (wawancara medis) dengan pasien untuk mengetahui keluhan, riwayat kesehatan, dan riwayat obat-obatan yang selama ini dikonsumsi.

  • Pemeriksaan fisik, dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik pasien secara menyeluruh.

  • Tes darah untuk mengidentifikasi gangguan kesehatan yang mungkin memicu terjadinya mulut kering.

  • Tes air liur untuk mengetahui seberapa banyak jumlah air liur yang diproduksi.

  • Biopsi kelenjar air liur yang dilakukan dengan meneliti sampel jaringan kelenjar air liur di laboratorium. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendiagnosis gangguan pada kelenjar air liur secara akurat.

  • Pemindaian dengan CT scan dan MRI untuk mendeteksi penyakit yang menyebabkan mulut kering atau gangguan pada kelenjar air liur.

 

Cara Mengatasi Mulut Kering

 

Untuk mencegah terjadinya kondisi yang lebih serius, penderita xerostomia dapat melakukan beberapa hal berikut untuk membantu menjaga jumlah produksi air liur dan kelembapan mulut:

 

  • Mengonsumsi air kurang lebih 2 liter per hari untuk menjaga kelembapan mulut dan mencegah dehidrasi.

  • Mengonsumsi makanan yang mudah ditelan untuk sementara waktu jika sedang mengalami kondisi mulut kering hingga kondisi membaik, seperti bubur dan sup.

  • Membiasakan untuk bernapas melalui hidung.

  • Berhenti merokok dan mengurangi konsumsi minuman beralkohol dan berkafein.

  • Menggunakan pelembap udara (humidifier).

  • Mengoleskan pelembap bibir jika bibir pecah-pecah.

  • Mengurangi konsumsi makanan tinggi gula, asam, pedas, dan asin.

 

Sekian informasi seputar kondisi mulut kering atau xerostomia. Meskipun terlihat tidak berbahaya, mulut yang terasa kering sepanjang waktu dapat memicu gangguan kesehatan lainnya yang lebih serius. Jika Anda atau keluarga mengalami kondisi ini, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapatkan penanganan langsung dari dokter.

 

Sebelumnya, buatlah janji temu terlebih dahulu melalui fitur Cari Dokter yang bisa ditemukan di situs resmi Siloam Hospitals atau di aplikasi MySiloam. Anda pun bisa mengunduh aplikasi MySiloam secara gratis yang dapat memudahkan Anda dalam memesan paket kesehatan dan menjadwalkan pertemuan dengan dokter dari mana saja dan kapan saja. Mari unduh aplikasinya dan selalu percayakan kesehatan Anda serta keluarga #BersamaSiloam!

 

Siloam at Home

Dokter Kami
besar-riyantospkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Besar Riyanto, SpKG

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-rudy-spkg

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Rudy, SpKG, SH, FISQua, FICD

Kedokteran Gigi

Spesialis Konservasi Gigi Subspesialis Endodontik


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

drg-halida-

Kunjungi Rumah Sakit

drg. Halida

Kedokteran Gigi

Dokter Gigi


Siloam Hospitals Mataram

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail