Penyakit Parkinson - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Penyakit Parkinson - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

17 April 2026 5 menit waktu baca
(rework) parkinson adalah

Penyakit Parkinson adalah kondisi medis yang dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol gerakan dan keseimbangan tubuh. Kondisi ini biasanya ditandai dengan tremor, gangguan koordinasi tubuh, dan kaku otot. Adapun penyebab penyakit Parkinson yakni karena adanya kerusakan sel saraf di otak. Mari simak informasi mengenai penyakit Parkinson selengkapnya melalui artikel berikut.

 

Apa Itu Penyakit Parkinson?

 

Penyakit Parkinson adalah penyakit neurodegeneratif (akibat proses penuaan pada sistem saraf) yang menyebabkan penderitanya mengalami gangguan motorik dan keseimbangan tubuh. Penyakit Parkinson adalah penyakit yang bersifat progresif, artinya kondisi tersebut dapat berkembang secara perlahan dan memburuk seiring dengan berjalannya waktu.

 

Penyakit Parkinson pada lansia tidak dapat disembuhkan secara total. Namun, penanganan medis tetap diperlukan untuk mengendalikan gejala serta meningkatkan kualitas hidup penderitanya.

 

Penyebab Penyakit Parkinson

 

Penyebab utama penyakit Parkinson adalah kerusakan sel saraf pada area substantia nigra di otak. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan produksi hormon dopamin yang berfungsi untuk mengontrol gerakan dan keseimbangan tubuh.

 

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan kerusakan sel saraf pada area substantia nigra tersebut. Namun, terdapat sejumlah faktor yang diduga turut meningkatkan risiko seseorang menderita penyakit Parkinson, di antaranya:

 

  • Memiliki keluarga dengan riwayat penyakit Parkinson.

  • Berusia di atas 60 tahun.

  • Pria diduga lebih berisiko mengalami penyakit Parkinson.

  • Paparan polusi udara atau racun, seperti pestisida dan herbisida.

  • Cedera kepala.

  • Penggunaan obat-obatan yang dapat memicu penyakit Parkinson, seperti obat-obatan antipsikotik.

 

Gejala Penyakit Parkinson

 

Gejala penyakit Parkinson bisa berbeda-beda pada setiap penderitanya. Namun, gejala umum yang kerap dialami oleh penderita penyakit Parkinson adalah sebagai berikut:

 

  • Tremor.

  • Otot terasa kaku, kejang, dan kram.

  • Bradikinesia, yaitu kondisi berupa melambatnya gerakan spontan.

  • Gangguan keseimbangan tubuh, terutama saat sedang berjalan.

  • Kesulitan mempertahankan posisi tubuh sehingga mudah terjatuh.

  • Kelainan postur tubuh.

  • Ekspresi wajah berkurang.

  • Disfagia atau kesulitan untuk menelan makanan.

  • Gangguan bicara.

 

Gejala penyakit Parkinson tersebut dapat memburuk secara bertahap seiring dengan berjalannya waktu. Berdasarkan perkembangan gejalanya, penyakit Parkinson dapat diklasifikasikan menjadi beberapa stadium, yaitu:

 

  • Stadium 1: Gejala cenderung ringan dan tidak mengganggu aktivitas penderitanya, seperti tremor pada satu bagian tubuh, ekspresi wajah berkurang, dan perubahan postur.

  • Stadium 2: Gejala mulai memburuk dan mulai memengaruhi kedua sisi tubuh sehingga membuat penderitanya kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari.

  • Stadium 3: Penderita penyakit Parkinson mulai kehilangan keseimbangan tubuh, mudah terjatuh, dan gerakan cenderung melambat. Pada tahapan ini, gejala penyakit Parkinson telah mengganggu aktivitas sehari-hari.

  • Stadium 4: Gejala penyakit Parkinson sudah tergolong berat sehingga membuat penderitanya kesulitan berjalan dan membutuhkan alat bantu untuk beraktivitas.

  • Stadium 5: Pada stadium ini, penderita penyakit Parkinson sudah kesulitan bahkan tidak mampu berdiri. Selain itu, pada stadium 5, penderita penyakit Parkinson juga dapat mengalami demensia, delusi, dan halusinasi.

 

Penyakit parkinson

 

Komplikasi Penyakit Parkinson

 

Jika tidak segera ditangani, penyakit Parkinson dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya sekaligus menimbulkan berbagai komplikasi, di antaranya:

 

  • Pneumonia aspirasi.

  • Hipotensi atau tekanan darah rendah.

  • Gangguan tidur, seperti sleep apnea atau insomnia.

  • Cedera akibat sering terjatuh.

  • Gangguan cemas.

  • Depresi.

  • Gangguan pencernaan.

  • Penurunan gairah seks.

  • Penurunan fungsi kognitif seperti kesulitan dalam berpikir yang biasanya terjadi pada penyakit Parkinson stadium lanjut.

 

Diagnosis Penyakit Parkinson

 

Langkah awal yang dilakukan dokter untuk mendiagnosis penyakit Parkinson adalah melakukan anamnesis atau wawancara medis dengan pasien untuk mengetahui keluhan, jenis obat-obatan yang dikonsumsi, serta riwayat kesehatan keluarga dan pasien. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan fisik untuk memeriksa postur tubuh dan kondisi otot pasien. 

 

Selain itu, untuk membantu menegakkan diagnosis penyakit Parkinson, terdapat sejumlah pemeriksaan penunjang yang umum digunakan, yaitu:

 

  • Tes darah.

  • Single-photon emission computed tomography (SPECT scan) khusus, yang disebut sebagai dopamine transporter (DAT) scan.

  • MRI otak.

  • CT scan otak.

  • PET scan.

 

Pengobatan Penyakit Parkinson

 

Pengobatan penyakit Parkinson bertujuan untuk mengendalikan gejala serta meningkatkan kualitas hidup penderitanya. Adapun sejumlah tindakan medis yang umum digunakan untuk menangani penyakit Parkinson adalah sebagai berikut:

 

1. Pemberian Obat-obatan

 

Dokter dapat memberikan obat-obatan untuk meningkatkan produksi hormon dopamin di dalam otak. Berikut adalah jenis obat-obatan yang umum digunakan untuk menangani penyakit Parkinson.

 

  • Kombinasi obat levodopa-carbidopa untuk menangani tremor dan gangguan gerak tubuh.

  • Antikolinergik untuk mengendalikan tremor.

  • Agonis dopamin untuk menggantikan fungsi hormon dopamin di dalam tubuh.

  • Monoamine oxidase B (MAO-B) inhibitors, merupakan pengobatan alternatif dari levodopa, bekerja dengan menghambat efek enzim monoamine oxidase B yang memecah dopamine sehingga dapat menaikkan kadar dopamine. 

  • Catechol O-methyltransferase (COMT) inhibitors, dapat digunakan untuk memperpanjang atau meningkatkan efek dari levodopa. 

  • Amantadine, dapat digunakan untuk memperbaiki gejala ringan dari penyakit Parkinson seperti tremor, bradikinesia, dan kaku otot.

 

2. Terapi

 

Untuk membantu meningkatkan kualitas hidup pasien penyakit Parkinson, dokter dapat merekomendasikan sejumlah terapi rehabilitasi, seperti:

 

  • Fisioterapi untuk membantu menangani keterbatasan fisik penderita akibat nyeri sendi dan kaku otot.

  • Terapi wicara untuk menangani pasien penyakit Parkinson yang kesulitan berbicara ataupun menelan makanan.

  • Psikoterapi untuk menangani pasien penyakit Parkinson yang mengalami depresi atau gangguan kejiwaan lainnya.

 

3. Tindakan Operasi

 

Tindakan operasi juga dapat dilakukan untuk menangani penyakit Parkinson apabila gejalanya tidak dapat mereda setelah konsumsi obat-obatan. Berikut adalah tindakan operasi yang dapat dilakukan untuk menangani penyakit Parkinson:

 

  • Deep brain stimulation, yaitu tindakan medis dengan menanamkan elektroda pada otak untuk mengirimkan sinyal listrik ke otak dan mengurangi gejala penyakit Parkinson.

  • Gamma knife surgery atau disebut juga gamma knife thalamotomy, yaitu tindakan medis dengan menggunakan pancaran sinar gamma untuk mengurangi gejala tremor pada penderita penyakit Parkinson.

 

Pencegahan Penyakit Parkinson

 

Sebagai upaya pencegahan penyakit Parkinson, setiap individu dianjurkan untuk menerapkan gaya hidup sehat sedini mungkin. Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena penyakit Parkinson adalah:

 

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.

  • Mengelola stres sebaik mungkin.

  • Mengontrol kadar kolesterol dan tekanan darah secara rutin.

  • Tidur yang cukup.

  • Rutin berolahraga.

  • Bersosialisasi atau berinteraksi sosial.

 

Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Beberapa penyebab serta gejala yang disebutkan juga tidak secara spesifik mewakili penyakit Parkinson, mengingat penyebab dan gejala tersebut dapat terjadi pada kondisi medis lainnya.

 

Oleh karena itu, apabila Anda kerap mengalami tremor dan mudah terjatuh secara tiba-tiba tanpa penyebab yang jelas, segera kunjungi Dokter Spesialis Neurologi (Otak dan Saraf) di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang akurat serta penanganan yang tepat.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dijalani terkait penyakit Parkinson akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan sehingga mungkin berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.

 

Penanganan medis yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup pasien. Oleh karena itu, reputasi, rekam jejak, serta standar layanan internasional dapat menjadi pertimbangan penting dalam memilih rumah sakit saraf, baik untuk pengobatan maupun mencari second opinion pada diagnosis penyakit Parkinson.

 

Tidak perlu jauh ke luar negeri, untuk memudahkan Anda memperoleh pendapat medis kedua, Anda dapat menghubungi layanan Siloam Medical Concierge. Melalui layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter spesialis serta akses ke fasilitas dan teknologi medis terkini dengan standar pelayanan yang diakui secara global. Mari, ambil langkah perjalanan kesembuhan Anda, di sini, di Indonesia.

 

second opinion dokter spesialis

Dokter Kami
dr-dr-rocksy-fransiska-v-sps

Online & Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. Rocksy Fransisca V Situmeang, Sp.N

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Lippo Village

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail