Bradikinesia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Bradikinesia - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

26 Mei 2025 4 menit waktu baca
bradikinesia adalah

Bradikinesia adalah istilah medis yang mengacu pada gerakan yang melambat. Misalnya, penderita bradikinesia membutuhkan waktu lebih lama untuk berdiri atau mengancingkan baju dari pada orang pada umumnya. Kondisi ini bahkan juga bisa memengaruhi ekspresi wajah. Lantas, apa penyebab bradikinesia? Mari pahami penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Apa itu Bradikinesia?

Seperti yang sudah dijelaskan, bradikinesia adalah gerakan yang melambat. Kondisi ini dapat memengaruhi gerakan volunter (gerakan yang dilakukan secara sadar) dan mengurangi kecepatan gerakan otomatis atau gerakan berulang. Bradikinesia bukanlah penyakit, melainkan gejala umum dari masalah medis tertentu, seperti penyakit Parkinson.

 

Dikarenakan bradikinesia dapat membuat penderitanya memerlukan waktu lebih lama dalam melakukan aktivitas sehari-hari, kondisi ini tentu dapat mengganggu dan menyulitkan rutinitas harian, seperti bekerja. Beberapa karakteristik umum bradikinesia adalah:

 

  • Kesulitan melakukan gerakan berulang, seperti tepuk tangan dan mengetuk jari.

  • Penurunan gerakan otomatis seperti mengedipkan mata atau mengayunkan lengan saat berjalan.

  • Kesulitan memulai gerakan seperti berdiri atau berbalik ketika tidur.

  • Tidak menyilangkan lengan dan kaki.

  • Berhenti sejenak saat bergerak.

  • Ekspresi wajah diam atau menurun (hipomimia).

Penyebab Bradikinesia

Penyebab bradikinesia adalah tingkat dopamin yang rendah di dalam otak. Dopamin sendiri merupakan hormon dan neurotransmitter (pembawa pesan dalam sistem saraf) yang mengirim pesan antara sel-sel saraf di bagian tertentu di otak. Jika kadar dopamin rendah, komunikasi antar sel-sel saraf menjadi terganggu sehingga menyebabkan melambatnya gerakan.

 

Secara umum, beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya bradikinesia adalah sebagai berikut:

 

  • Penyakit Parkinson.

  • Parkinsonisme. Parkinsonisme adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sekumpulan gejala gerakan yang terkait dengan beberapa kondisi  termasuk penyakit Parkinson. Gejala-gejala ini meliputi gerakan yang lambat, kekakuan, masalah berjalan dan keseimbangan, dan/atau tremor.

  • Lewy body dementia.

  • Kelumpuhan supranuklear progresif atau progressive supranuclear palsy (PSP), yaitu kelainan neurologis langka yang memengaruhi gerakan tubuh, berjalan dan keseimbangan, serta gerakan mata.

  • Penggunaan obat antipsikotik.

Gejala Bradikinesia

Gambaran bradikinesia bisa berbeda-beda pada setiap orang. Gejala utama bradikinesia adalah gerakan yang sangat lambat. Namun, tidak hanya itu. Beberapa gejala lain yang bisa menyertai kondisi ini adalah sebagai berikut:

 

  • Terseok-seok saat berjalan.

  • Menyeret satu atau kedua kaki ketika berjalan.

  • Memiliki sedikit atau tidak ada ekspresi wajah.

  • Membeku akibat reaksi otot yang melambat hingga otot tidak dapat bergerak dalam jangka waktu tertentu.

  • Kesulitan melakukan aktivitas yang sifatnya berulang, seperti bertepuk tangan.

  • Kesulitan untuk bersiap-siap, misalnya menata rambut dan mengancingkan pakaian.

  • Hilangnya kemampuan berbicara dengan jelas.

  • Rentan jatuh pada orang yang memiliki penyakit Parkinson.

 

Beberapa orang mungkin merasa bahwa bradikinesia menyebabkan otot menjadi kaku dan lemah. Namun, sebenarnya kondisi ini tidak memengaruhi kekuatan otot. Sebaliknya, kondisi ini berkaitan dengan cara otak berkomunikasi dengan otot-otot tersebut.

Diagnosis Bradikinesia

Untuk menegakkan diagnosis bradikinesia, dokter akan terlebih dahulu melakukan anamnesis (wawancara medis) mengenai gejala dan riwayat kesehatan pasien. Selanjutnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh pada pasien, terutama melakukan pemeriksaan saraf, refleks, kekuatan otot, dan lain-lain.

 

Guna menegakkan diagnosis bradikinesia, dokter menggunakan tes khusus bernama tes inkoordinasi akinesia bradikinesia atau dikenal juga dengan tes B.R.A.I.N. Pada tes B.R.A.I.N, pasien akan diminta untuk mengetuk tombol dengan cepat pada papan ketik dengan jari secara bergantian selama 1 menit. Tes ini akan menghasilkan skor yang bisa menentukan diagnosis bradikinesia. Indikator yang dinilai dalam tes ini meliputi:

 

  • Jumlah tombol yang ditekan dengan benar.

  • Jumlah tombol yang salah ditekan.

  • Waktu yang berlalu antara menekan setiap tombol.

  • Waktu yang diperlukan untuk menekan tombol.

Pengobatan Bradikinesia

Pengobatan untuk bradikinesia bervariasi, tergantung dari penyebabnya. Namun, secara umum, pengobatan bradikinesia adalah sebagai berikut:

 

  • Obat-obatan, seperti levodopa, monoamine oxidase inhibitors, amantadine, atau tolcapone dan entacapone. Obat-obatan ini dapat meningkatkan cara dopamin berkomunikasi di dalam otak.

  • Tetap aktif dan berolahraga secara rutin.

  • Mengubah dosis atau jenis obat yang sedang diminum.

 

Pada beberapa orang, obat-obatan untuk bradikinesia tersebut mungkin menimbulkan efek samping. Efek samping ini berbeda-beda, tergantung dari jenisnya. Misalnya, meski levodopa sering kali menjadi pilihan pengobatan awal untuk bradikinesia, namune efektivitas obat ini dapat menurun seiring waktu sehingga gejala dapat kembali.

 

Perlu diketahui bahwa penyebab dan gejala yang telah disebutkan di atas tidak semerta-merta merepresentasikan bradikinesia. Artinya, penyebab serta gejalanya tersebut mungkin mirip dengan kondisi medis lainnya. Informasi di atas hanya bersifat edukatif sehingga tidak dapat menggantikan diagnosis dari dokter.

 

Itulah sebabnya, bila Anda atau kerabat Anda mengalami sejumlah keluhan yang mengarah pada kondisi bradikinesia, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Saraf di Siloam Hospitals agar memperoleh diagnosis sekaligus pengobatan yang tepat.

 

Tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter atau tenaga medis lainnya terkait dengan kondisi ini juga bisa berbeda-beda setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Healthline. What Is Bradykinesia?. Diakses pada 2024 | Cleveland Clinic. Bradykinesia. Diakses pada 2024 |

Dokter Kami
dr-kelvin-yuwanda-spn

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Kelvin Yuwanda, SpN, CIPS, AIFO-K

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-jerry-hartawan--sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Jerry Hartawan Saputra, SpN, M.Si.Med

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-dorothea-fortuna-meita-caturwulan-sps

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Dorothea Fortuna Meita Caturwulan, M.Kes, Sp.N, F.MIN, CIPS, FIPP

Neurologi (Otak dan Sistem Saraf)

Spesialis Neurologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail