Hormon Dopamin (Happy Hormone), Bikin Seseorang Lebih Bahagia
Kesehatan Tubuh

Hormon Dopamin (Happy Hormone), Bikin Seseorang Lebih Bahagia

03 Juni 2025 4 menit waktu baca
Dopamin adalah

 

Hormon dopamin adalah salah satu senyawa kimia di dalam otak yang memengaruhi suasana hati serta berperan dalam menyampaikan rangsangan ke seluruh tubuh. Pasalnya, produksi kadar dopamin yang cukup dapat menyebabkan seseorang merasa bahagia. Itulah sebabnya, hormon dopamin disebut juga dengan happy hormone. Mari ketahui lebih dalam tentang fungsi dopamin bagi tubuh dalam ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Dopamin?

 

Dopamin adalah salah satu jenis neurotransmitter yang diproduksi tubuh dan digunakan oleh sistem saraf untuk mengirim pesan antar sel saraf. Itulah sebabnya, hormon dopamin sering kali disebut juga dengan pembawa pesan kimia. Dopamin dibuat di otak melewati dua tahapan proses. Pertama, otak akan mengubah asam amino tirosin menjadi zat yang disebut dengan dopa. Zat itulah yang nantinya akan diubah menjadi hormon dopamin.

 

Hormon dopamin sangat berpengaruh pada suasana hati seseorang. Hormon ini dapat meningkat ketika seseorang sedang berbelanja, mengonsumsi makanan lezat, atau melakukan aktivitas seksual, sehingga perasaan dan pikiran menjadi lebih senang dan bahagia.

 

Meski begitu, terlalu banyak dopamin atau kekurangan dopamin dapat meningkatkan risiko timbulnya masalah kesehatan, baik secara mental maupun fisik, salah satunya yaitu kekurangan hormon dopamin dapat menyebabkan depresi. Oleh karena itu, kadar dopamin dalam otak harus dilepaskan dalam jumlah yang tepat.

 

Fungsi Dopamin

 

Dalam menjalankan fungsinya, hormon dopamin bekerja sama dengan hormon serta senyawa kimia lainnya, seperti hormon adrenalin dan serotonin. Adapun beberapa fungsi hormon dopamin selain berperan sebagai neurotransmitter dan pemicu rasa senang adalah sebagai berikut:

 

  • Membantu kelancaran aliran darah ke ginjal agar bisa menjalankan perannya dengan baik untuk menyaring racun.

  • Membantu ibu lebih rileks saat menyusui.

  • Membantu memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh.

  • Membantu meningkatkan kualitas tidur.

  • Memberikan sinyal ke tubuh untuk meredakan rasa sakit/nyeri.

  • Membantu mengendalikan gejala mual dan muntah.

  • Meningkatkan detak jantung ketika kinerja jantung mulai lemah.

  • Memberikan stimulus pada saraf dan otot untuk membantu pergerakan tubuh.

  • Sebagai upaya bagi otak untuk mempelajari hal-hal bahagia atau ketika tubuh dalam keadaan waspada.

 

Akibat Kelebihan Dopamin

 

Kelebihan dopamin adalah kondisi ketika tubuh terlalu banyak memproduksi hormon dopamin. Kondisi ini dapat disebabkan oleh gaya hidup tertentu, seperti penggunaan obat-obatan terlarang, mengonsumsi makanan tertentu, dan perilaku adiktif (ketergantungan terhadap sesuatu).

 

Beberapa gejala yang dapat muncul ketika tubuh sedang kelebihan hormon dopamin adalah sebagai berikut:

 

  • Perilaku cenderung menjadi lebih agresif.

  • Memiliki gairah seksual yang tinggi.

  • Stres.

  • Gangguan tidur (insomnia).

  • Meningkatnya motivasi dan konsentrasi melebihi normal.

  • Mania (perasaan bahagia berlebihan).

  • Merasa cemas.

  • Halusinasi (gangguan persepsi yang membuat seseorang mendengar, merasa, mencium, atau melihat hal-hal yang tidak nyata).

  • Delusi (tidak dapat membedakan mana hal yang nyata dan tidak nyata).

 

Pada kasus yang lebih parah, kelebihan senyawa dopamin di otak dapat memicu terjadinya skizofrenia. Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang membuat penderitanya kesulitan membedakan antara khayalan dan realita. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi kelebihan hormon dopamin adalah dengan memperbaiki gaya hidup yang dapat memicu kondisi ini. Biasanya, jika diperlukan, dokter bisa memberikan obat-obatan untuk memblokir reseptor dopamin.

 

Akibat Kekurangan Dopamin

 

Gejala akibat kekurangan dopamin bisa berbeda-beda, tergantung dari apa penyebab yang mendasarinya. Kadar dopamin yang rendah dapat disebabkan oleh masalah pada reseptor dopamin di otak. Selain itu, rendahnya kadar dopamin juga dikaitkan dengan beberapa kondisi medis berikut ini:

 

  • Penyakit Parkinson. Pada kondisi ini, salah satu neuron dalam tubuh terus mengalami degenerasi, sehingga menyebabkan penurunan produksi dopamin.

  • Obesitas (kelebihan berat badan).

  • Psikosis.

  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD).

  • Tidak cukup tidur.

  • Depresi.

  • Penyalahgunaan obat-obatan terlarang.

  • Gangguan pada kelenjar adrenal.

  • Mengonsumsi gula dan lemak jenuh secara berlebihan.

 

Sementara itu, beberapa gejala yang umumnya muncul akibat kekurangan dopamin adalah sebagai berikut:

 

  • Sulit makan dan menelan.

  • Sulit tidur.

  • Merasa sedih.

  • Sulit berpikir.

  • Kesulitan berbicara.

  • Kram dan kejang otot.

  • Tremor.

  • Otot kaku.

  • Sembelit.

  • Tangan dan kaki dingin.

  • Penyakit asam lambung (GERD).

  • Sering terkena pneumonia.

  • Sulit berdiri tegak.

  • Keseimbangan tubuh menurun.

  • Gerakan mata tidak terkontrol.

 

Penanganan yang bisa dilakukan pada penderita kekurangan hormon dopamin adalah mengonsumsi makanan tinggi protein, mendapatkan sinar matahari yang cukup, olahraga secara rutin, mengurangi konsumsi lemak jenuh, mengelola stres, dan tidur yang cukup.

 

Manfaat Dopamin

 

Dopamin adalah senyawa kimia yang memainkan peran sekunder dalam tubuh. Namun, pada situasi medis tertentu, senyawa kimia ini dapat digunakan untuk mengobati beberapa kondisi medis tertentu. Biasanya, dokter akan meresepkan obat dopamin (inotropin) untuk sejumlah kondisi, seperti:

 

  • Detak jantung yang lemah (ketika jantung tidak mampu memompa cukup darah).

  • Tekanan darah rendah (hipotensi).

  • Syok septik.

  • Aliran darah yang tidak lancar ke organ vital.

 

Di samping itu, hormon dopamin ini juga dapat melancarkan proses pencernaan dengan membantu saluran cerna agar dapat bekerja lebih optimal dalam mencerna nutrisi yang masuk ke tubuh. Tidak sampai di situ, hormon dopamin juga berperan dalam mendukung kinerja seluruh organ tubuh.

 

Pada organ ginjal, hormon dopamin bermanfaat untuk membantu pengeluaran urine dari tubuh. Sementara pada organ pankreas, hormon dopamin berperan dalam menekan produksi hormon insulin, sehingga dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

 

Itulah penjelasan seputar hormon dopamin dan beberapa kondisi medis yang bisa terjadi jika kadar dopamin dalam tubuh tidak normal. Namun, perlu diingat bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan saran dari tenaga medis profesional. Apabila Anda memiliki keluhan tak biasa terkait kondisi tubuh, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Umum di Siloam Hospitals terdekat agar bisa dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

 

Supaya lebih praktis, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam yang dilengkapi dengan fitur untuk mencari informasi jadwal praktik, booking, hingga membuat janji temu dengan dokter terkait. Bahkan, MySiloam juga dapat digunakan untuk melakukan konsultasi virtual dengan dokter pilihan dari mana saja dan kapan saja.

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail