Kesehatan Mental
Mengenal Self-Efficacy, Berperan Penting Bagi Kesehatan Mental

Table of Contents
Self-efficacy atau efikasi diri adalah keyakinan seseorang terhadap kemampuannya untuk mencapai suatu tujuan atau menyelesaikan tugas-tugas yang didapatkannya. Hal ini mencakup keyakinan mereka terhadap diri sendiri dalam mengendalikan perilaku, memengaruhi lingkungan, serta menjaga motivasi diri untuk mencapai tujuan.
Secara garis besar, keyakinan ini memainkan peran penting dalam membentuk cara seseorang untuk berpikir, merasakan, serta bertindak di berbagai situasi. Lantas, seberapa berpengaruh self-efficacy terhadap kesehatan mental maupun fisik secara keseluruhan? Mari simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.
Apa Itu Self-Efficacy?
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, self-efficacy adalah keyakinan individu terhadap kemampuannya untuk melakukan suatu tindakan atau menyelesaikan tugas tertentu sampai berhasil. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang profesor psikologi dari Stanford University, Albert Bandura.
Ia menjelaskan bahwa self-efficacy bukan sekadar rasa percaya diri secara umum, melainkan kepercayaan spesifik terhadap kemampuan untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam situasi tertentu. Contohnya, ketika seseorang memiliki self-efficacy yang tinggi dalam berolahraga, dirinya akan merasa yakin bisa menjalani program latihan fisik secara konsisten, meskipun kerap dihadapkan dengan berbagai hambatan seperti kesibukan atau cuaca buruk.
Perbedaan Self-Efficacy dan Self-Esteem
Meski terdengar serupa, perlu dipahami bahwa self-esteem dan self-efficacy adalah dua hal yang berbeda. Self-esteem merujuk pada penilaian seseorang terhadap harga diri atau seberapa berharga dirinya secara keseluruhan. Sedangkan, self-efficacy lebih berfokus pada persepsi individu terhadap kemampuannya dalam menyelesaikan tugas atau tujuan tertentu.
Self-efficacy berkembang dari pengalaman langsung, seperti melihat keberhasilan orang lain, mendapatkan support atau dorongan dari orang lain, hingga bagaimana cara seseorang mengelola stres atau tekanan. Sementara itu, self-esteem terbentuk dari perbandingan sosial dengan orang lain dan refleksi terhadap berbagai aspek dari diri sendiri.
Faktor-Faktor Self-Efficacy
Pada dasarnya, terdapat empat faktor yang memiliki pengaruh cukup besar terhadap self-efficacy seseorang, di antaranya penguasaan pengalaman (mastery of experiences), teladan sosial (social role models), pengalaman imajiner (imaginal experiences), serta kecerdasan emosional dan fisiologis (emotional and physiological states). Berikut adalah masing-masing penjelasannya:
-
Penguasaan pengalaman (mastery of experiences): Mengacu pada peluang belajar yang muncul ketika seseorang menghadapi suatu tantangan dan berhasil menyelesaikannya.
-
Teladan sosial (social role models): Ketika seseorang dengan self-efficacy yang tinggi berhasil menyelesaikan suatu tantangan, hal ini akan menjadi panutan yang bisa menginspirasi orang-orang di sekitarnya.
-
Pengalaman imajiner (imaginal experiences): Membayangkan diri sendiri berhasil dalam situasi tertentu juga bisa membantu seseorang untuk membangun tingkat self-efficacy yang tinggi.
-
Kecerdasan emosional dan fisiologis (emotional and physiological states): Pengelolaan emosi dan suasana hati selama menghadapi suatu tantangan dapat membantu seseorang untuk meningkatkan self-efficacy.
Manfaat Self-Efficacy
Efikasi diri pada dasarnya memiliki pengaruh yang signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, seperti:
-
Membuat seseorang cenderung lebih tahan terhadap tekanan.
-
Cenderung terbiasa untuk menerapkan gaya hidup sehat. Dilansir dari penelitian dalam jurnal internasional Life (2024), self-efficacy yang tinggi dapat membantu mendorong perilaku gaya hidup yang lebih sehat, terutama bagi penderita penyakit kardiometabolik.
-
Membantu meningkatkan performa kerja.
-
Cenderung lebih berprestasi dalam berbagai aspek, termasuk akademik dan pekerjaan.
-
Membantu mengelola fobia tertentu.
Efek Self-Efficacy Terhadap Kesehatan Fisik dan Mental
Self-efficacy dapat memengaruhi kesehatan fisik dan kesejahteraan mental secara keseluruhan. Hal ini dikarenakan self-efficacy yang tinggi terhadap suatu tugas bisa membuat seseorang mendapatkan kepuasaan dalam aspek tertentu, termasuk hal-hal yang berkaitan dengan gaya hidup sehat, seperti makanan yang dikonsumsi, rutin berolahraga, hingga pilihan untuk merokok atau tidak.
Di samping itu, self-efficacy yang tinggi juga bisa membantu seseorang untuk mengelola stres, kecemasan, hingga depresi yang dapat muncul ketika mereka sedang mengerjakan tugas tertentu. Dengan self-efficacy, seseorang memiliki keyakinan untuk menyelesaikan tugas secara memuaskan, membuatnya terhindar dari tekanan yang dapat memicu masalah kesehatan mental.
Dalam psikoterapi, efikasi diri telah dikaitkan dengan perubahan gejala kecemasan selama terapi perilaku kognitif (cognitive behaviour therapy). Efikasi diri yang meningkat selama CBT dapat membantu mengurangi gejala kecemasan. Di sisi lain, penurunan efikasi diri sebelum pengobatan dapat menghambat efek pengobatan terhadap rasa takut dan penghindaran (avoidant).
Cara Meningkatkan Self-Efficacy
Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu meningkatkan tingkat self-efficacy, mulai dari menetapkan tujuan kecil, mencari role model atau panutan, hingga memperhatikan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Berikut adalah penjelasan selengkapnya:
-
Menetapkan tujuan-tujuan kecil sebagai langkah awal. Hal ini dilakukan untuk membantu membangun kemampuan seseorang lewat pengalaman-pengalaman hidup.
-
Mencari panutan dari orang lain dengan tingkat self-efficacy yang tinggi.
-
Mencoba self-talk untuk membangun sugesti dan kepercayaan. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan afirmasi-afirmasi positif, seperti “Saya pasti bisa melakukannya”, “Ini merupakan hal yang mudah”, dan lain-lain.
-
Jangan takut untuk membayangkan keberhasilan di masa depan.
-
Mengendalikan perasaan-perasaan negatif, termasuk kecemasan, stres, dan kekhawatiran.
-
Mengubah persepsi saat mengalami ketidaknyamanan, seperti frustrasi. Katakan pada diri sendiri bahwa itu merupakan bagian normal dari proses mencapai tujuan.
-
Menjaga tubuh sebaik mungkin. Saat lelah, jangan lupa untuk beristirahat. Pastikan pula tubuh mendapatkan nutrisi yang cukup dengan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
Ciri Seseorang dengan Self-Efficacy
Self-efficacy sendiri bisa memengaruhi perilaku seseorang secara signifikan. Hal ini dapat memengaruhi pola pikir, reaksi emosional, hingga cara seseorang dalam berusaha mengatasi suatu situasi. Mereka yang memiliki self-efficacy rendah kemungkinan besar akan berkutat pada kekurangannya dan membesar-besarkan kesulitan yang dialami sehingga bisa memicu stres berlebih dan penurunan kinerja.
Sedangkan, individu dengan self-efficacy tinggi lebih memfokuskan perhatian dan upaya mereka dalam menyelesaikan tugas, serta melihat hambatan sebagai tantangan untuk terus memaksimalkan upayanya. Berikut adalah ciri-ciri seseorang dengan self-efficacy rendah dan tinggi selengkapnya:
A. Ciri-ciri seseorang dengan self-efficacy rendah:
-
Cenderung menghindari atau kerap menunda-nunda tugas-tugas yang menantang.
-
Cenderung mudah menyerah.
-
Berfokus pada kelemahan dan hasil yang negatif.
-
Meyakini bahwa kegagalan yang terjadi disebabkan oleh kurangnya kemampuan yang sifatnya tetap atau tidak bisa diubah.
-
Cenderung memiliki tingkat stres yang lebih tinggi saat sedang menyelesaikan tugas.
B. Ciri-ciri seseorang dengan self-efficacy tinggi:
-
Melihat tugas-tugas yang sulit sebagai kesempatan untuk belajar.
-
Lebih cepat pulih dan kembali bersemangat setelah mengalami suatu kegagalan.
-
Menghubungkan kegagalan dengan hal-hal yang bisa diubah, seperti kurangnya usaha atau strategi yang buruk.
-
Memiliki tingkat stres yang lebih rendah saat sedang menyelesaikan tugas.
Perlu dipahami bahwa informasi yang disebutkan di atas hanya bertujuan untuk edukasi dan tidak dapat menggantikan saran medis profesional, khususnya jika Anda sedang mengalami masalah kesehatan mental yang lebih kompleks. Untuk penanganan yang lebih tepat, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa di Siloam Hospitals terdekat.
Dokter akan menyesuaikan prosedur pemeriksaan dan memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kondisi medis setiap pasien. Prosedur diagnosis dan penanganan pun akan disesuaikan dengan fasilitas kesehatan yang tersedia, yang membuat tahapannya bisa berbeda-beda di setiap rumah sakit.
Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk mengetahui jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati berbagai fiturnya untuk memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Sumber
Everyday Health. All About Self-Efficacy: Definition, Health Effects, and How to Get Better at It. Diakses pada 2025 | WebMD. Self-Efficacy: Examples and Benefits. Diakses pada 2025 | American Psychological Association. Teaching Tip Sheet: Self-Efficacy. Diakses pada 2025 | Very Well Mind. Self Efficacy and Why Believing in Yourself Matters. Diakses pada 2025 | Simply Psychology. Bandura’s Self-Efficacy Theory of Motivation In Psychology. Diakses pada 2025 | Life (Basel). Exploring the Role of Self-Efficacy in Maintaining Healthy Lifestyle Habits among Patients with Cardiometabolic Diseases; Findings from the Multi-Center IACT Cross-Sectional Study. Diakses pada 2025 | NCBI. Self-Efficacy Effects on Symptom Experiences in Daily Life and Early Treatment Success in Anxiety Patients. Diakses pada 2025 |
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Sriwijaya Palembang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Sentosa
Tersedia :
Tersedia hari ini






