Ibu dan Anak
8 Penyebab Perdarahan saat Hamil yang Tak Boleh Diabaikan

Table of Contents
Perdarahan saat hamil dapat disebabkan oleh berbagai faktor. Misalnya, perdarahan saat hamil muda, seperti flek atau bercak-bercak, sering terjadi karena embrio menempel pada dinding rahim. Meski demikian, kondisi ini tak boleh diabaikan begitu saja karena dapat mengindikasi kondisi yang membahayakan ibu dan janin. Mari simak sejumlah penyebab pendarahan saat hamil melalui ulasan berikut.
Penyebab Perdarahan saat Hamil
Perdarahan bisa terjadi di trimester pertama, trimester kedua, atau trimester ketiga kehamilan. Penyebabnya pun beragam, mulai dari hal yang normal hingga termasuk indikasi masalah kesehatan kehamilan yang serius.
1. Perdarahan Implantasi (Implantation Bleeding)
Perdarahan implantasi terjadi di sekitar hari ke-10 hingga ke-14 setelah pembuahan. Seperti penjelasan sebelumnya, perdarahan di awal kehamilan dapat disebabkan oleh embrio yang menempel pada dinding rahim. Kondisi ini bukanlah sesuatu yang berbahaya bahkan tergolong normal. Perdarahan implantasi pun akan berhenti dengan sendirinya setelah 1–2 hari sehingga tidak memerlukan tindakan khusus.
Perlu diketahui, tidak semua ibu hamil mengalami implantation bleeding. Tak jarang pula sebagian dari ibu hamil tidak sadar akan kehamilannya sehingga menyalahartikan perdarahan tersebut sebagai bercak-bercak di awal menstruasi. Padahal, pendarahan yang dialami merupakan tanda-tanda awal kehamilan. Jadi, tak perlu merasa pusing atau stres berlebihan apabila keluar bercak darah di awal kehamilan, karena stres saat hamil justru akan meningkatkan risiko-risiko lainnya.
2. Keguguran (Miscarriage)
Keguguran adalah penyebab perdarahan saat hamil muda yang umum terjadi. Berbeda dari perdarahan normal seperti flek, keguguran ditandai dengan keluarnya jaringan serupa gumpalan darah dari vagina diikuti rasa kram serta nyeri di perut bagian bawah. Keguguran biasanya terjadi sebelum kehamilan berusia 20 minggu.
3. Kehamilan Ektopik (Ectopic Pregnancy)
Kehamilan ektopik adalah kondisi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel dan tumbuh di luar rahim atau tempat yang tidak seharusnya, contohnya di tuba falopi. Sel telur yang telah dibuahi tersebut perlu dikeluarkan untuk mencegah terjadinya perdarahan yang lebih berisiko.
Perdarahan kehamilan ektopik umumnya terjadi dalam jumlah banyak. Selain perdarahan, ada pula tanda-tanda kehamilan ektopik lainnya yang biasanya mulai terlihat di usia 6 minggu kehamilan, antara lain:
-
Perut bagian bawah kiri dan kanan atau salah satunya terasa sakit.
-
Bagian ujung bahu terasa sakit.
-
Rasa tidak nyaman ketika BAK (buang air kecil) atau BAB (buang air besar).
4. Kehamilan Anggur (Molar Pregnancy)
Pada kehamilan normal, sel telur yang berhasil dibuahi akan berkembang menjadi janin. Namun, pada kehamilan anggur, sel telur yang dibuahi justru berkembang menjadi jaringan abnormal. Kondisi inilah yang dapat menjadi penyebab perdarahan ketika hamil di trimester pertama. Molar pregnancy membutuhkan penanganan dini untuk mencegah terjadinya komplikasi serius, seperti kanker.
5. Plasenta Previa (Placenta Previa)
Plasenta previa adalah salah satu penyebab perdarahan saat hamil tua. Kondisi ini memerlukan perhatian ketat dari tenaga medis. Plasenta previa terjadi ketika plasenta menutupi seluruh atau sebagian serviks (leher rahim) yang merupakan jalan lahirnya bayi.
6. Solusio Plasenta (Placental Abruption)
Plasenta harusnya menempel di dinding rahim selama kehamilan untuk memasok nutrisi dan oksigen bagi bayi. Namun, pada kasus solusio plasenta, sebagian atau seluruh plasenta terlepas dari dinding rahim sebelum kelahiran. Kejadian ini dapat menghalangi bayi dalam memperoleh nutrisi dan oksigen hingga membuat ibu mengalami perdarahan berat.
7. Berhubungan Seksual
Kehamilan dapat menyebabkan perubahan pada bagian-bagian tubuh ibu, tak terkecuali serviks. Perubahan tersebut bisa memicu terjadinya perdarahan ketika hamil, contohnya setelah berhubungan seksual. Namun, tak perlu khawatir selama darah yang keluar adalah berupa bercak tanpa disertai keluhan lainnya.
8. Persalinan Prematur (Preterm Labor)
Persalinan prematur terjadi ketika kontraksi yang secara teratur menyebabkan pembukaan di atas kehamilan 20 minggu sampai sebelum 37 minggu. Persalinan prematur ini dapat memicu terjadinya perdarahan ketika hamil. Saat lahir pun, bayi prematur akan membutuhkan perawatan intensif di ruang NICU (neonatal intensive care unit).
Ciri-Ciri Perdarahan saat Hamil yang Normal
Dari beberapa penyebab perdarahan saat hamil muda dan tua di atas, dapat diketahui bahwa tak semua perdarahan bersifat membahayakan. Namun, bagaimana cara mengenali perdarahan yang masih terbilang normal? Berikut ciri-cirinya.
-
Perdarahan ringan. Darah yang keluar sedikit dan biasanya berupa bercak atau flek, bahkan volumenya tidak memenuhi ukuran panty liner.
-
Darah yang keluar berwarna merah muda atau kecokelatan.
-
Perdarahan tidak berlangsung lama, yakni sekitar 1–3 hari.
Cara Mengatasi Perdarahan saat Hamil
Cara menghentikan perdarahan saat hamil sebenarnya tergantung pada penyebabnya. Apabila termasuk ke dalam kondisi yang berisiko, seperti kehamilan ektopik, tak menutup kemungkinan untuk dilakukan tindakan operasi oleh dokter. Maka dari itu, wajib infokan pada dokter apabila mengalami perdarahan saat hamil. Dengan begitu, dokter dapat menentukan penanganan seperti apa yang paling tepat untuk menjaga kesehatan ibu dan janin di dalam kandungan.
Penting untuk diketahui bahwa informasi dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Berbagai kondisi yang dijelaskan di atas tidak secara spesifik mewakili penyebab perdarahan saat hamil dan mungkin mengindikasikan kondisi medis lainnya.
Apabila Anda mengalami gejala yang berkaitan dengan kondisi ini, seperti keluarnya flek yang tak kunjung menghilang bahkan semakin banyak disertai kram dan nyeri pada perut, penting untuk segera memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang Anda jalani terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan, sehingga mungkin berbeda antar rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini







