Mengenal Air Ketuban dan Manfaatnya bagi Ibu maupun Janin
Ibu dan Anak

Mengenal Air Ketuban dan Manfaatnya bagi Ibu maupun Janin

23 Oktober 2025 5 menit waktu baca
mengenal air ketuban

Air ketuban adalah elemen penting yang dibutuhkan untuk melindungi janin selama masa kehamilan. Itulah sebabnya, jumlah air ketuban harus selalu cukup guna menunjang kesehatan janin selama berada di dalam kandungan.

 

Air ketuban, atau yang secara medis disebut juga dengan cairan amnion terletak di kantong ketuban. Bila kantong ketuban pecah, artinya waktu persalinan sudah dekat. Mari kenali lebih jauh tentang fungsi cairan ketuban selengkapnya dalam ulasan berikut ini.

 

Apa itu Air Ketuban?

 

Cairan amnion atau air ketuban adalah cairan yang terdapat di dalam kantong ketuban yang mengelilingi janin selama masa kehamilan. Kantong ketuban umumnya akan terbentuk 12 hari setelah terjadinya fertilisasi (pembuahan) dan terdiri dari dua membran, yaitu amnion dan korion (chorion).

 

Selama kehamilan, janin tumbuh di dalam kantong ketuban. Itulah sebabnya mengapa kantong ketuban dan cairan di dalamnya berperan penting dalam kehidupan bayi di dalam rahim. Dengan adanya air ketuban, janin bisa mengapung, bergerak, berkembang, hingga bernapas.

 

Lantas, berasal dari manakah cairan tersebut? Air ketuban adalah cairan yang awalnya terbuat dari air yang diproduksi dalam tubuh ibu. Seiring pertumbuhan janin (sekitar usia 20 minggu dan seterusnya), volume air ketuban akan terus meningkat di mana sebagian besar komposisinya berasal dari urine bayi.

 

Air ketuban juga ditelan oleh bayi, kemudian dikeluarkan sebagai urine, lalu ditelan lagi. Hal ini bertujuan untuk menjaga kestabilan volume air ketuban. Namun, urine bukanlah satu-satunya komponen air ketuban. Cairan ini juga mengandung elektrolit, peptida, karbohidrat, dan hormon yang berfungsi menunjang perkembangan janin.

 

Warna dan Jumlah Air Ketuban Normal

 

Umumnya, warna air ketuban adalah bening atau kekuningan. Jika warna air ketuban hijau atau cokelat, umumnya dikarenakan cairan amnion telah bercampur dengan feses janin (mekonium).

 

Kondisi tersebut bisa menandakan adanya masalah pada janin selama dalam kandungan (stres atau hipoksia janin). Normalnya, bayi akan buang air besar (feses) pertama kali setelah lahir. 

 

Apabila bayi menghirup campuran mekonium dan cairan amnion ketika mendekati, selama, atau sesudah kelahiran, hal ini dapat menyebabkan sindrom aspirasi mekonium yang mengakibatkan gangguan pernapasan pada bayi.

 

Jumlah air ketuban akan meningkat selama masa kehamilan. Pada usia kehamilan 34 minggu, jumlah air ketuban bisa mencapai 800 ml (volume paling banyak) dan akan menurun hingga 600 ml ketika usia kandungan 40 minggu atau mendekati waktu persalinan.

 

Ketika waktu persalinan semakin dekat, maka kantong ketuban akan pecah dengan sendirinya, kemudian cairan ketuban keluar melalui leher rahim dan vagina karena robekan pada kantong ketuban. Namun, kantong tersebut bisa saja tidak kunjung pecah meski sudah waktunya persalinan, sehingga dokter perlu menggunakan teknik amniotomi untuk memecahkannya.

 

Fungsi Air Ketuban selama Kehamilan

 

Fungsi utama air ketuban adalah melindungi bayi selama berada di dalam kandungan. Namun, jika dilihat lebih spesifik, beberapa fungsi air ketuban adalah sebagai berikut:

 

1. Memberikan Janin Ruang Gerak

 

Cairan ketuban memberikan ruang gerak bagi janin. Apabila janin aktif bergerak di dalam kandungan, maka hal itu menandakan bahwa ia mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi.

 

2. Menunjang Perkembangan Tulang dan Otot Janin

 

Fungsi utama air ketuban adalah menunjang perkembangan janin. Cairan ini memberikan ruang gerak bagi janin, di mana pergerakan janin dalam kandungan dapat membantu meningkatkan kekuatan otot dan tulangnya.

 

3. Membantu Mendeteksi Kelainan Genetik

 

Pada beberapa kasus, dokter akan menggunakan sampel air ketuban untuk memeriksa apakah ada kelainan genetik pada janin. Pemeriksaan ini secara medis dikenal juga dengan sebutan amniosentesis, biasanya dilakukan pada usia kehamilan 15–20 minggu. Pemeriksaan ini bisa dilakukan karena di dalam air ketuban terkandung serpihan sel kulit janin.

 

4. Menjaga Suhu Ideal

 

Kantong ketuban dan cairan di dalamnya dapat menjaga suhu ideal agar janin tetap merasa nyaman. Umumnya, suhu air ketuban mencapai 37,6 derajat Celcius, lebih tinggi daripada suhu tubuh ibu.

 

5. Melindungi Janin dari Benturan dan Infeksi

 

Fungsi lain dari air ketuban adalah melindungi janin dari benturan, guncangan, hingga tekanan yang berasal dari perut ibu. Di samping itu, air ketuban mengandung neutrofil yang juga berfungsi untuk menghentikan pertumbuhan jenis patogen tertentu sehingga bisa melindungi janin dari infeksi.

 

6. Membantu Perkembangan Organ Janin

 

Fungsi berikutnya dari air ketuban adalah mendukung perkembangan organ janin, seperti paru-paru dan sistem pencernaan. Pada usia kehamilan 10–11 minggu, janin akan menghirup sedikit air ketuban, yang mana aktivitas ini bisa menunjang perkembangan paru-paru.

 

Kemudian, pada usia 32 minggu kehamilan, janin sudah bisa melakukan gerakan bernapas yakni perpaduan antara menelan air ketuban dan kontraksi paru-paru.

 

Tidak sampai di situ, air ketuban juga berperan penting dalam perkembangan sistem pencernaan janin melalui gerakan menelan air ketuban yang dilakukannya selama di dalam kandungan.

 

Gangguan yang Berkaitan dengan Air Ketuban

 

Adapun beberapa gangguan selama masa kehamilan yang berkaitan dengan air ketuban adalah sebagai berikut:

 

1. Ketuban Pecah Dini

 

Ketuban pecah dini adalah kondisi ketika kantong ketuban pecah sebelum waktu persalinan atau saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Akibatnya, bayi bisa mengalami kelahiran prematur.

 

2. Oligohidramnion

 

Oligohidramnion adalah kondisi ketika cairan ketuban terlalu sedikit. Kondisi ini dapat disebabkan oleh robekan di kantong ketuban, kelainan pada janin (kelainan genetik dan hambatan pertumbuhan janin), gangguan plasenta, atau masalah kesehatan ibu selama kehamilan (diabetes, dehidrasi, hipertensi).

 

3. Polihidramnion

 

Sebaliknya, polihidramnion adalah kondisi ketika cairan ketuban terlalu banyak. Kondisi ini biasanya terjadi pada kasus kehamilan kembar, namun bisa juga terjadi karena kelainan bawaan pada janin, infeksi selama kehamilan, atau diabetes gestasional pada ibu.

 

Itulah penjelasan mengenai fungsi air ketuban selama masa kehamilan yang penting untuk diketahui. Apabila mengalami keluhan lain seputar kehamilan, jangan ragu kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk berkonsultasi dengan dokter. Praktis, cukup buat janji temu melalui fitur Cari Dokter atau aplikasi MySiloam untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang lebih mudah.

 

Ibu bisa mengunjungi NEST yang terdapat di Siloam Hospitals TB Simatupang dan Siloam Hospitals Sriwijaya Palembang. Bersama NEST, ibu hamil akan mendapatkan layanan dan fasilitas lengkap yang didukung oleh tim dokter multidisiplin, seperti spesialis kandungan dan kebidanan, anak, anestesi, gizi klinis, konsultan laktasi, serta bidan dan tenaga medis profesional.

 

Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga #BersamaSiloam!

 

Nest Artikel Banner (1)

Dokter Kami
dr-liem-eremius-arifin-spa

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Liem Eremius Arifin, SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ifo-faujiah-sihite-mked-ped-spa

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ifo Faujiah Sihite, M.Ked (Ped), SpA

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Jambi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-anggun-kusumasari-spa-msc

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Anggun Kusumasari, SpA, MSc, AIFO-K

Pediatrik (Anak)

Spesialis Ilmu Kesehatan Anak


Siloam Hospitals Balikpapan

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail