Berbagai Alat Kontrasepsi untuk Pria dan Wanita
Ibu dan Anak

Berbagai Alat Kontrasepsi untuk Pria dan Wanita

28 November 2025 5 menit waktu baca
mengenal alat kontrasepsi

Kontrasepsi adalah alat yang digunakan untuk mencegah kehamilan. Saat ini, kontrasepsi tersedia dalam berbagai jenis dengan mekanisme kerja yang berbeda-beda. Misalnya, pil KB bekerja dengan memengaruhi hormon tubuh, sementara kondom bekerja dengan menghalangi proses masuknya sperma ke dalam vagina.

 

Selain mencegah kehamilan, jenis alat kontrasepsi tertentu juga dirancang untuk melindungi diri dari kemungkinan infeksi virus, bakteri, atau parasit yang dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Untuk mengetahui lebih jauh tentang jenis-jenis alat kontrasepsi, mari simak artikel berikut hingga tuntas.

 

Apa Itu Alat Kontrasepsi?

 

Alat kontrasepsi adalah alat yang digunakan untuk mencegah atau menunda kehamilan. Alat ini bekerja untuk menghambat pertemuan sel sperma dan sel telur. Tujuan lain dari kontrasepsi adalah menghambat pematangan sel telur serta mencegah penularan infeksi menular seksual.

 

Macam-Macam Alat Kontrasepsi

 

Alat kontrasepsi terdiri dari beberapa jenis, yang mana masing-masing jenisnya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Selain itu, cara penggunaan dan tingkat efektivitasnya pun berbeda. Karenanya, setiap pasangan perlu memahami dan menentukan jenis kontrasepsi yang paling sesuai. Berikut penjelasan tentang jenis-jenis alat kontrasepsi wanita dan pria beserta kekurangan dan kelebihannya.

 

1. Kondom Pria

 

Kondom merupakan alat kontrasepsi pria yang banyak dipilih karena cara menggunakannya cukup praktis. Selain mencegah kehamilan, penggunaan kondom juga berguna untuk menurunkan risiko penyebaran infeksi menular seksual. Kondom pria bekerja dengan menghalangi sperma masuk ke vagina dan hanya bisa digunakan satu kali.

 

Kelebihan kondom pria sebagai alat kontrasepsi adalah harganya yang terjangkau, praktis digunakan, serta mudah didapatkan. Berdasarkan panduan WHO, penggunaan kondom dengan cara yang benar dapat mencegah kehamilan hingga 98%. Namun, penggunaan yang kurang tepat atau kondisi kondom tidak baik (terdapat robekan atau kebocoran) dapat meningkatkan kegagalan alat kontrasepsi ini. 

 

2. Pil KB

 

Selain kondom, salah satu alat yang tak kalah diminati sebagai kontrasepsi adalah pil KB. Kontrasepsi ini ditujukan bagi wanita dan mengandung hormon progestin dan estrogen yang berperan mencegah terjadinya ovulasi. Pil KB umumnya terdiri dari 21–35 butir dan penggunaannya harus berkelanjutan selama satu siklus.

 

Pil KB memiliki tingkat efektivitas yang cukup tinggi dengan risiko kegagalan rendah. Mengonsumsi pil KB juga membuat haid semakin lancar. Namun, penggunaan pil KB dapat menimbulkan beberapa efek samping, seperti pembekuan darah, jerawat, nyeri pada payudara, hingga pada beberapa kasus tekanan darah tinggi.

 

3. KB Implan

 

Berbeda dengan pil KB, KB implan merupakan alat kontrasepsi yang berukuran kecil dan tampak seperti batang korek api. KB implan juga ditujukan bagi wanita dan dapat mencegah kehamilan selama tiga tahun dengan cara mengeluarkan hormon progestin secara perlahan.

 

Cara penggunaan KB implan sebagai kontrasepsi adalah dengan memasukkan alat ini ke bagian bawah kulit, umumnya di lengan bagian atas. Di balik efektivitasnya yang cukup tinggi, penggunaan alat ini diketahui dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur serta menimbulkan memar pada kulit saat baru dilakukan pemasangan implan.

 

4. Suntik KB

 

Cara kerja suntik KB hampir sama dengan pil KB, hanya saja cara penggunaannya berbeda. Bagi wanita yang tidak suka minum obat setiap hari, suntik KB bisa menjadi alternatifnya. Berdasarkan periode penggunaan, suntik KB terbagi menjadi dua, yaitu 1 bulan dan 3 bulan.

 

Bila diberikan tepat waktu sesuai jadwal, suntik KB memiliki tingkat kegagalan yang sangat rendah. Dalam beberapa ringkasan uji klinis, disebutkan bahwa angka kegagalan suntik KB 0,1–0,4% pada tahun pertama penggunaan bila dosis diberikan tepat waktu. 

 

Namun, pada pemakaian sehari-hari (typical use), kegagalan suntik KB dapat lebih tinggi. Oleh karena itu kepatuhan pada jadwal ulang suntik penting untuk mencapai efektivitas maksimal. Di sisi lain, suntik KB dapat menyebabkan siklus menstruasi tidak teratur dan efek samping seperti keluarnya bercak darah.

 

5. IUD

 

IUD (intra-uterine device) atau yang dikenal juga dengan KB spiral adalah alat kontrasepsi wanita yang bisa bekerja selama 5–10 tahun. Alat berbentuk T ini memiliki dua jenis, yaitu IUD hormonal (berisi hormon progestin) dan IUD nonhormonal (terbuat dari tembaga).

 

IUD memiliki kelebihan bisa bertahan lama di dalam rahim. Namun, posisi IUD bisa bergeser dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada rahim atau saat berhubungan intim. IUD juga berpotensi menimbulkan kram dan meningkatkan volume darah saat menstruasi.

 

6. Kondom Wanita

 

Alat kontrasepsi berupa kondom tidak hanya tersedia untuk pria, tetapi juga wanita. Kondom wanita berfungsi untuk menyelubungi vagina. Penggunaannya sendiri cukup mudah untuk disesuaikan karena terdapat cincin plastik di ujung kondom. Alat ini pun tidak bisa digunakan bersamaan dengan kondom pria.

 

Kelebihan menggunakan kondom wanita sebagai alat kontrasepsi adalah menjaga suhu tubuh lebih baik daripada kondom pria. CDC menyatakan bahwa kondom wanita memiliki tingkat kegagalan penggunaan tipikal (typical use) sebesar 21% dalam satu tahun.

 

7. Diafragma

 

Diafragma adalah jenis alat kontrasepsi yang berbentuk kubah dan terbuat dari karet. Cara menggunakan diafragma sebagai kontrasepsi adalah dengan menempatkannya di mulut rahim sebelum berhubungan intim. Alat ini biasanya dikombinasikan dengan spermisida.

 

Diafragma merupakan alat kontrasepsi yang harganya cukup terjangkau. Namun, sejumlah kekurangannya yaitu pemasangan harus dilakukan oleh dokter, memiliki tingkat kegagalan hingga 17% jika tidak digunakan secara tepat, serta tidak memberikan perlindungan terhadap infeksi menular seksual.

 

8. Spermisida

 

Spermisida adalah alat kontrasepsi berbentuk jeli, krim, atau busa yang mengandung bahan kimia untuk mematikan sperma. Spermisida dimasukkan ke dalam vagina 30 menit sebelum berhubungan intim. Spermisida merupakan salah satu kontrasepsi dengan harga terjangkau dan mudah digunakan.

 

Akan tetapi, penggunaan spermisida terlalu sering berpotensi menyebabkan iritasi pada organ intim. Penggunaannya perlu dikombinasikan dengan kontrasepsi lain, seperti kondom. Hal ini dikarenakan spermisida memiliki tingkat kegagalan yang tinggi, yaitu dapat mencapai 21%.

 

9. KB Permanen

 

Jika pasangan sudah yakin untuk tidak memiliki anak lagi, KB permanen atau steril adalah pilihan alat kontrasepsi yang patut dipertimbangkan. Metode ini memiliki efektivitas untuk mencegah kehamilan hampir 100%. KB permanen pun dapat dilakukan pada pria dan wanita.

 

Pada pria, KB permanen dilakukan dengan vasektomi (memutus penyaluran sperma ke air mani). Sementara itu, KB permanen pada wanita menggunakan metode tubektomi atau pengikatan tuba falopi, yang merupakan bagian penting dalam proses pembuahan.

 

Demikian informasi mengenai alat kontrasepsi yang perlu diketahui. Penting untuk dipahami bahwa artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis resmi serta saran perawatan dari tenaga medis profesional. Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut terkait penggunaan alat kontrasepsi, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat.


Gunakan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan dengan mudah, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail