Apa itu Vasektomi? Ini Keunggulan dan Tahap Pelaksanaannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Vasektomi? Ini Keunggulan dan Tahap Pelaksanaannya

22 Januari 2026 5 menit waktu baca
vasektomi adalah

Vasektomi adalah prosedur KB permanen pada pria yang dilakukan dengan cara memutus saluran sperma dari testis. Dengan begitu, air mani yang dikeluarkan saat ejakulasi tidak lagi mengandung sperma, sehingga dapat mencegah terjadinya pembuahan.

 

Mari simak informasi lebih lanjut mengenai manfaat, prosedur, hingga efek samping vasektomi melalui ulasan di bawah ini.

 

Apa itu Vasektomi?

 

Vasectomy atau vasektomi adalah prosedur operasi steril dengan cara memotong atau mengikat vas deferens, yaitu saluran di dalam skrotum yang berfungsi untuk mengeluarkan sperma melalui uretra pada penis. Pada dasarnya, vasektomi adalah prosedur kontrasepsi permanen pada pria yang tidak berkeinginan untuk memiliki anak lagi. 

 

Meski begitu, perlu diketahui bahwa pasien yang telah menjalani prosedur vasektomi masih bisa mengalami orgasme dan ejakulasi, namun air mani yang dikeluarkan tidak lagi mengandung sperma sehingga bisa mencegah kehamilan.

 

Keunggulan Vasektomi

 

Terdapat sejumlah keunggulan yang membuat banyak pasangan suami istri memilih untuk melakukan kontrasepsi melalui prosedur vasektomi, di antaranya sebagai berikut.

 

  • Sangat efektif. Vasektomi adalah prosedur kontrasepsi yang memiliki tingkat keberhasilan hingga mencapai 99% untuk mencegah kehamilan.

  • Cenderung minim risiko dan efek samping.

  • Tidak memengaruhi gairah dan kualitas hubungan seksual. Pria yang telah menjalani vasektomi tetap bisa mengalami ereksi, orgasme, dan ejakulasi.

 

Tahap Pelaksanaan Vasektomi

 

Vasektomi adalah tindakan pembedahan yang dapat dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu persiapan, prosedur pelaksanaan, dan perawatan pascaprosedur. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Persiapan

 

Pada dasarnya, vasektomi adalah prosedur yang dapat dilakukan oleh pria dari berbagai kalangan usia. Namun, dokter umumnya tidak menyarankan pria berusia di bawah 30 tahun atau pria yang belum memiliki anak untuk menjalani prosedur ini.

 

Selain itu, sebelum menjalani prosedur vasektomi, dokter dapat melakukan wawancara medis (anamnesis) dan pemeriksaan fisik terlebih dahulu guna mengetahui kondisi pasien secara menyeluruh. Adapun sejumlah kondisi yang perlu menjadi pertimbangan sebelum menjalani prosedur vasektomi adalah:

 

  • Terdapat luka parut atau infeksi kulit pada skrotum akibat kecelakaan.

  • Memiliki kelainan pada organ reproduksi, seperti hidrokel atau varikokel.

  • Sedang mengonsumsi obat antikoagulan dan antiplatelet.

  • Memiliki alergi terhadap anestesi lokal atau obat antibiotik.

  • Menderita infeksi saluran kemih atau infeksi organ kelamin berulang.

  • Pernah menjalani prosedur pembedahan pada alat kelamin.

 

Setelah dipastikan layak menjalani prosedur vasektomi, dokter dapat mengarahkan pasien untuk membersihkan alat kelamin dan mencukur bulu di kantung zakar sebelum menjalani prosedur pembedahan. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk menghindari konsumsi makanan berat pada beberapa jam sebelum menjalani prosedur vasektomi.

 

2. Prosedur Pelaksanaan

 

Secara umum, prosedur pelaksanaan vasektomi dapat dibedakan menjadi dua metode, yaitu vasektomi konvensional dan vasektomi tanpa sayatan. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

A. Vasektomi Konvensional

 

Vasektomi konvensional adalah prosedur pembedahan yang dilakukan dengan membuat sayatan pada dua area, yaitu bagian bawah penis dan bagian atas skrotum. Sebelum membuat sayatan, dokter dapat memberikan bius lokal di area testis dan skrotum untuk menghilangkan rasa nyeri.

 

Setelah itu, dokter dapat membuat 1–2 sayatan kecil di sisi skrotum untuk menjangkau saluran sperma. Lalu, saluran sperma tersebut akan diikat atau dipotong untuk memutus atau menghambat jalur keluarnya sperma. 

 

Terakhir, dokter dapat menutup saluran yang dipotong tersebut menggunakan benang jahit yang dapat diserap tubuh atau diathermy (alat pemanas suhu tinggi untuk menutup saluran yang diputus).

 

B. Vasektomi Tanpa Sayatan

 

Vasektomi tanpa sayatan merupakan prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan cara menahan saluran vas deferens menggunakan penjepit kecil di bagian luar kulit skrotum. Setelah itu, dokter dapat membuat lubang kecil pada kulit skrotum dan memasukkan alat penjepit khusus untuk mengeluarkan vas deferens. 

 

Kemudian, vas deferens akan diikat atau dipotong. Saluran ini kemudian akan ditutup dengan menggunakan benang jahit atau pun dengan metode panas yang sama dengan metode konvensional.Setelah dipastikan tidak ada perdarahan, vas deferens akan dimasukkan kembali ke dalam skrotum. Metode tanpa sayatan ini umumnya tidak memerlukan jahitan pada skrotum.

 

3. Perawatan Pascaprosedur

 

Selama 1–2 jam setelah menjalani prosedur vasektomi, pasien masih akan merasakan efek bius di sekitar skrotum. Ketika efek bius hilang, pasien mungkin akan merasa sedikit nyeri dan bengkak di sekitar skrotum. Namun, kondisi tersebut biasanya akan menghilang dalam beberapa hari.

 

Guna membantu meredakan nyeri dan bengkak, dokter biasanya  menyarankan pasien untuk meletakkan kompres dingin di sekitar skrotum selama 36–48 jam pertama setelah prosedur. Pasien juga dianjurkan untuk beristirahat total dan mengenakan perban atau pakaian dalam yang ketat guna menyangga skrotum selama 48 jam pascaprosedur vasektomi.

 

Jika diperlukan, dokter dapat memberikan obat analgesik, seperti parasetamol untuk membantu meredakan rasa nyeri. Selain itu, sejumlah hal yang perlu dilakukan oleh pasien setelah menjalani prosedur vasektomi adalah:

 

  • Setelah mandi, disarankan untuk mengeringkan area bekas luka operasi secara perlahan.

  • Melakukan aktivitas ringan secara bertahap 2–3 hari setelah menjalani prosedur vasektomi.

  • Menghindari aktivitas fisik berat selama 3–7 hari setelah prosedur vasektomi untuk mencegah risiko perdarahan di dalam skrotum.

  • Tidak melakukan hubungan seksual terlebih dahulu selama beberapa hari setelah menjalani operasi atau sampai rasa nyeri di skrotum menghilang.

  • Menggunakan alat kontrasepsi lain untuk mencegah kehamilan. Pascavasektomi, sperma mungkin masih tersisa di dalam saluran vas deferens hingga 15–20 ejakulasi.

  • Menjalani pemeriksaan setidaknya 12 minggu setelah vasektomi untuk memastikan vas deferens dan air mani telah bersih dari sperma.

  • Tetap melakukan praktik hubungan seksual yang sehat, seperti tidak bergonta-ganti pasangan dan menggunakan kondom. Perlu diingat, vasektomi tidak dapat mencegah terjadinya infeksi menular seksual.

 

Efek Samping Vasektomi

 

Pada dasarnya, vasektomi adalah prosedur yang tergolong aman dan minim efek samping. Namun, terdapat beberapa risiko yang mungkin terjadi setelah menjalani prosedur ini, yaitu:

 

  • Infeksi pada luka bekas sayatan.

  • Hematoma atau penggumpalan darah di dalam skrotum.

  • Testis terasa penuh dan tidak nyaman.

  • Granuloma sperma, yaitu benjolan keras yang muncul karena peradangan akibat kebocoran sperma.

  • Hidrokel, yaitu kondisi ketika terdapat kantung berisi cairan di sekitar testis sehingga menyebabkan terjadinya pembengkakan pada skrotum.

  • Spermatokel, yaitu kista jinak yang terbentuk di dalam epididimis (tabung yang menghubungkan testis dengan vas deferens).

 

Vasektomi adalah prosedur KB permanen pada pria yang dapat dipertimbangkan jika sudah tidak berencana untuk memiliki buah hati lagi. Jika ingin melakukan prosedur vasektomi, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter Siloam Hospitals terdekat untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.

 

Sebelum mengunjungi Siloam Hospitals, manfaatkan fitur Cari Dokter untuk melihat informasi jadwal praktik, booking, serta buat janji temu dengan dokter dari mana saja dan kapan saja. Atau, gunakan juga aplikasi MySiloam yang memungkinkan Anda untuk check in mandiri hingga antre secara online. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Aplikasi My Siloam (1)

Dokter Kami
dr-heru-harsojo-oentoeng-spand

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Heru Harsojo Oentoeng, M.Repro, Sp.And, SubspSPAP(K), FECSM

Andrologi (Reproduksi Pria)

Subspesialis Konsultan Seksologi dan Pengobatan Anti-penuaan


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-fahmi-b-waisri-spand

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Fahmi B Waisri, SpAnd

Andrologi (Reproduksi Pria)

Spesialis Andrologi


Siloam Sriwijaya Palembang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-hermawan-ludirja-spand

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hermawan Ludirja, SpAnd

Andrologi (Reproduksi Pria)

Spesialis Andrologi


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail