Spermatokel - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya
Kesehatan Tubuh

Spermatokel - Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya

04 Agustus 2025 3 menit waktu baca
spermatokel adalah

Spermatokel adalah kondisi yang dapat dialami pria, yaitu terbentuknya kista di dekat testis akibat adanya penumpukan sperma. Kista ini biasanya terbentuk di epididimis, yaitu saluran yang bertugas membawa sperma dari testis.

 

Spermatokel umumnya tidak menyebabkan rasa nyeri dan tidak berbahaya, namun bisa membesar dan menyebabkan ketidaknyamanan pada penderita. Kondisi ini biasanya terjadi pada pria dewasa muda dan jarang terjadi pada anak-anak atau lansia.

 

Mari pahami penyebab, gejala, dan cara menyembuhkan spermatokel di bawah ini.

 

Apa itu Spermatokel?

 

Spermatokel adalah kista jinak yang terbentuk di dalam epididimis, yaitu tabung kecil yang mengelilingi kedua testis dan berfungsi membawa sperma yang telah diproduksi oleh testis. Spermatokel biasanya berada di dekat testis, namun tidak menyebabkan nyeri.

 

Spermatokel adalah kista berisi cairan berwarna putih atau bening dan mengandung sperma. Kondisi ini paling sering terjadi pada pria berusia 20–50 tahun dan jarang dialami anak-anak. Meski berkaitan dengan sperma, spermatokel tidak menyebabkan infertilitas pada pria.

 

Penyebab Spermatokel

 

Penyebab spermatokel adalah tumpukan sperma di epididimis. Meski begitu, belum diketahui secara pasti apa penyebab penumpukan sperma tersebut. Terdapat dugaan bahwa kondisi ini bisa dipicu oleh penyumbatan atau peradangan, seperti cedera dan infeksi. Namun, banyak juga kasus spermatokel yang tidak disertai riwayat infeksi maupun peradangan.

 

Gejala Spermatokel

 

Meski umumnya tidak menimbulkan rasa nyeri, pada beberapa kasus, sejumlah gejala berikut ini biasanya dirasakan oleh penderita spermatokel.

 

  • Rasa nyeri atau tidak nyaman pada testis yang memiliki kista.
  • Merasakan sensasi penuh atau berat pada testis yang memiliki kista.
  • Muncul benjolan di belakang dan atas testis.

 

Karakteristik benjolan spermatokel adalah memiliki permukaan mulus, lunak saat diraba, memiliki batas tegas, dan tidak mengakibatkan nyeri. Meski begitu, benjolan tersebut terkadang menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan nyeri pada testis.

 

Diagnosis Spermatokel

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan spermatokel dengan memeriksa area kelamin pasien secara lengkap. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dengan mencari tahu bagian yang terasa nyeri saat disentuh.

 

Selanjutnya, dokter juga akan meminta pasien menjalani pemeriksaan spermatokel dengan serangkaian tes penunjang berikut ini:

 

  • Pemeriksaan USG, untuk melihat struktur skrotum bagian dalam dan menemukan kista yang terdapat dalam skrotum.
  • Transiluminasi, dilakukan dengan menyinari skrotum dengan senter. Jika skrotum berisi cairan, cahaya akan tembus. Sebaliknya, jika cahaya tidak tembus, kemungkinan ada jaringan padat di dalam skrotum yang menghalangi.

 

Pengobatan Spermatokel

 

Kondisi spermatokel yang tidak menyebabkan nyeri biasanya tidak membutuhkan pengobatan khusus. Meski begitu, penderita tetap perlu berkonsultasi dengan dokter apabila kista tumbuh makin besar dan mulai menimbulkan nyeri.

 

Jika dibutuhkan penanganan, beberapa pilihan metode untuk menyembuhkan spermatokel adalah sebagai berikut:

 

  • Terapi invasif minimal: Metode ini dilakukan dengan mengalirkan cairan pada spermatokel menggunakan skleroterapi, yaitu cara menghilangkan spermatokel atau kista dengan mengurangi cairan di dalamnya.
  • Terapi bedah (spermatocelectomy): Metode ini dilakukan untuk mengeluarkan kista dari epididimis dan mempertahankan fungsi sistem reproduksi pasien. Setelah menjalani prosedur ini, pasien tidak perlu menjalani rawat inap, sehingga bisa pulang di hari yang sama.

 

Komplikasi Spermatokel

 

Komplikasi yang berpotensi dialami oleh penderita spermatokel biasanya merupakan efek samping pascaoperasi, seperti cedera pada epididimis atau vas deferens (tabung pembawa sperma ke penis). Cedera pada kedua bagian tersebut dapat meningkatkan risiko infertilitas.

 

Pencegahan Spermatokel

 

Spermatokel adalah kondisi yang tidak bisa dicegah. Namun, agar bisa dideteksi lebih dini dan menghindari komplikasi, Anda bisa melakukan pemeriksaan pada skrotum secara mandiri, minimal satu bulan sekali. Pemeriksaan mandiri tersebut bisa dilakukan dengan meraba skrotum di depan cermin.

 

Melakukan pemeriksaan mandiri secara rutin akan membuat Anda lebih mudah menyadari adanya benjolan atau kondisi yang tidak normal pada skrotum. Apabila menemukan kelainan pada skrotum atau area kelamin lainnya, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter kami.

 

Untuk penanganan lebih lanjut terhadap gangguan urologi, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Asri yang telah dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih untuk memberikan layanan bedah terkait gangguan prostat, tumor urothelium, batu ginjal, ataupun keluhan urologi lainnya.


Gunakan pula fitur Telekonsultasi untuk memungkinkan Anda berkonsultasi langsung secara virtual dengan dokter terkait. Fitur tersebut dapat ditemukan dalam aplikasi MySiloam yang dapat digunakan untuk mencari informasi jadwal praktik dan membuat janji temu dengan dokter secara praktis. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

Dokter Kami
dr-eric-sebastian-hutauruk-spu

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Eric Sibastian Hutauruk, SpU, FICS, FICRS

Urologi

Spesialis Urologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-bobby-sutojo-

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Bobby Sutojo, SpU

Urologi

Spesialis Urologi


Siloam Hospitals Kupang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-stefanus-cahyo-ariwicaksono-spu

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Stefanus Cahyo Ariwicaksono, SpU

Urologi

Spesialis Urologi


Siloam Hospitals Ambon

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail