Kesehatan Tubuh
Uretritis - Penyebab, Gejala, Pengobatan, dan Pencegahannya

Table of Contents
Uretritis adalah peradangan atau pembengkakan pada saluran uretra. Sama halnya dengan infeksi saluran kemih (ISK), kondisi ini juga dapat menimbulkan rasa nyeri atau tidak nyaman saat penderitanya buang air kecil.
Penyakit uretritis umumnya disebabkan oleh infeksi (bakteri atau virus) dan non-infeksi. Meski begitu, sebagian besar penyebab uretritis adalah infeksi. Mari simak lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan cara mengobati uretritis di bawah ini.
Apa itu Uretritis?
Uretritis adalah kondisi ketika uretra mengalami peradangan. Kondisi ini biasanya juga disertai dengan pembengkakan dan iritasi. Uretra sendiri merupakan saluran yang berfungsi membawa urine dari kandung kemih keluar dari tubuh.
Radang uretra atau penyakit uretritis dapat terjadi pada siapa saja, namun paling sering dialami oleh wanita. Hal ini dikarenakan wanita memiliki ukuran uretra lebih pendek daripada pria, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke dalam uretra wanita.
Penyebab Uretritis
Penyebab uretritis adalah masuknya bakteri ke dalam saluran kemih yang berasal dari area lubang uretra atau lubang kencing. Selain itu, bakteri yang menyebabkan infeksi pada ginjal dan kandung kemih juga dapat memicu uretritis.
Di samping itu, penyakit uretritis juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain, seperti:
- Iritasi karena penggunaan spermisida.
- Trichomonas (parasit penyebab trikomoniasis).
- Infeksi virus HPV, herpes simplex, dan cytomegalovirus.
- Gangguan pada uretra yang disebabkan oleh cedera.
Faktor Risiko Uretritis
Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami uretritis adalah sebagai berikut:
- Berjenis kelamin wanita.
- Mempunyai riwayat penyakit menular seksual.
- Sanitasi organ intim yang kurang terjaga.
- Melakukan hubungan seksual tanpa mempertimbangkan keamanan, misalnya tidak memakai kondom.
Jenis-Jenis Uretritis
Berdasarkan penyebabnya, uretritis terbagi menjadi dua jenis, yaitu gonococcal urethritis dan non-gonococcal urethritis. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Uretritis Gonore (Gonococcal Urethritis)
Gonococcal urethritis adalah jenis uretritis yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, yaitu bakteri pemicu penyakit gonore. Infeksi gonore sendiri dapat ditularkan melalui aktivitas seksual secara vaginal, anal, maupun oral.
2. Uretritis Non-gonore (Non-gonococcal Urethritis)
Sementara itu, non-gonococcal urethritis bukan disebabkan oleh bakteri penyebab penyakit gonore, melainkan bakteri Chlamydia trachomatis yang memicu penyakit klamidia. Jenis uretritis ini juga bisa ditularkan melalui kegiatan seksual.
Gejala Uretritis
Gejala uretritis pada pria dan wanita berbeda. Bahkan, sebagian orang tidak merasakan gejala apa pun. Namun, sejumlah gejala uretritis yang umumnya dialami oleh wanita adalah:
- Nyeri pada perut dan panggul.
- Gatal-gatal.
- Sering buang air kecil.
- Nyeri saat berhubungan seksual.
- Keputihan yang tidak biasa.
- Demam atau menggigil.
Sementara itu, beberapa gejala uretritis pada pria adalah sebagai berikut:
- Pembengkakan pada penis.
- Rasa gatal dan panas pada penis.
- Keluar cairan putih dari penis.
- Terasa nyeri saat ejakulasi.
- Terdapat darah dalam air seni (hematuria) atau air mani.
- Demam, namun jarang terjadi.
- Pembengkakan pada kelenjar getah bening di sekitar selangkangan.
Diagnosis Uretritis
Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait keluhan dan riwayat kesehatan pasien. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik di bagian perut, skrotum, dan penis pada pria. Sedangkan pemeriksaan fisik pada wanita meliputi perut, panggul, dan vagina.
Kemudian, dokter juga akan melakukan tes penunjang untuk membantu menegakkan diagnosis, seperti:
- Tes darah yang termasuk tes darah lengkap dan tes protein C-reaktif untuk mendeteksi indikasi adanya infeksi dalam darah.
- Tes urine (urinalisis) dan kultur urine untuk menemukan keberadaan bakteri penyebab gonore dan klamidia.
- Pemeriksaan cairan vagina atau penis untuk menemukan organisme penyebab uretritis.
- Tes kehamilan pada pasien wanita untuk mencegah komplikasi infeksi saluran kemih terhadap kehamilan.
- USG panggul untuk melihat kondisi organ reproduksi dan saluran kemih secara lebih jelas.
Pengobatan Uretritis
Pengobatan uretritis akan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama uretritis telah diderita pasien. Tujuan dari pengobatan uretritis adalah sebagai berikut:
- Meringankan gejala-gejala yang dialami pasien.
- Menyingkirkan penyebab infeksi yang memicu terjadinya uretritis.
- Mencegah penyebaran infeksi yang dapat menyebabkan uretritis semakin parah.
Dokter akan memberikan obat antibiotik atau antivirus untuk mengatasi uretritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Beberapa prosedur lain untuk mengatasi uretritis adalah sebagai berikut:
- Kateterisasi uretra, apabila terjadi retensi urine dan perdarahan di uretra.
- Sistoskopi, untuk memeriksa kondisi uretra dan mengangkat batu kandung kemih jika ada.
- Kateterisasi langsung ke kandung kemih jika pasien tidak bisa menjalani kateterisasi melalui uretra ataupun sistoskopi.
Komplikasi Uretritis
Jika berlangsung dalam jangka lama, uretritis dapat menyebabkan komplikasi. Beberapa komplikasi uretritis pada wanita meliputi:
- Radang panggul.
- Peradangan leher rahim.
- Vaginitis.
- Infeksi kandung kemih.
Sementara itu, sejumlah komplikasi pada pria di antaranya:
- Epididimitis.
- Infeksi testis.
- Kemandulan (infertilitas).
- Prostatitis (infeksi prostat)
- Cystitis (infeksi kandung kemih).
Pencegahan Uretritis
Beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah uretritis adalah sebagai berikut:
- Menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
- Tidak bergonta-ganti pasangan hubungan seksual.
- Mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
- Selalu buang air kecil setiap selesai berhubungan seksual.
- Menjaga kebersihan organ reproduksi.
- Melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara berkala.
Itulah informasi seputar penyebab, gejala, cara mengobati uretritis. Apabila Anda merasakan gejala-gejala di atas, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter urologi kami.
Untuk penanganan lebih lanjut terhadap gangguan urologi, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Asri yang telah dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih untuk memberikan layanan bedah terkait gangguan prostat, tumor urothelium, batu ginjal, ataupun keluhan urologi lainnya.
Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan jadwal dokter, booking, atau buat janji dengan dokter terkait. Anda juga dapat menggunakan aplikasi MySiloam untuk berkonsultasi dengan dokter secara online. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kupang
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Ambon
Tersedia :
Tersedia hari ini







