Apa Itu Epididimitis? Waspadai Rasa Nyeri pada Testis!
Kesehatan Tubuh

Apa Itu Epididimitis? Waspadai Rasa Nyeri pada Testis!

02 September 2025 5 menit waktu baca
Epididimitis adalah

 

Epididimitis adalah peradangan yang terjadi pada epididimis, yaitu saluran di belakang testis untuk mematangkan sperma. Kondisi ini ditandai dengan munculnya rasa nyeri yang intens di bagian testis (buah zakar). Epididimitis bisa menyerang semua kalangan usia. Namun, peradangan ini lebih sering terjadi pada pria berusia 20–40 tahun. Mari simak penjelasan lebih lanjut mengenai apa itu epididimitis melalui artikel berikut ini.

 

Apa Itu Epididimitis?

 

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, epididimitis adalah kondisi peradangan pada epididimis. Penting untuk diketahui bahwa epididimis merupakan tabung pada bagian belakang testis yang menghubungkan testis dengan vas deferens (saluran sperma). 

 

Fungsi epididimis adalah sebagai tempat pematangan sperma. Selain itu, epididimis juga dapat berkontraksi untuk mendorong sperma keluar saat ejakulasi. Peradangan pada epididimis dapat menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit yang intens pada testis.

 

Penyebab Epididimitis

 

Penyebab utama epididimitis adalah infeksi yang menyebar dari organ-organ di sekitarnya, seperti saluran kemih, prostat, ujung kemaluan, dan kandung kemih. Infeksi tersebut biasanya disebabkan oleh bakteri, namun bisa juga disebabkan oleh virus.

 

Kondisi ini juga bisa disebabkan oleh infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore. Statpearls menyebutkan bahwa pada pria berusia 20–39 tahun, klamidia dan gonore bahkan menyumbang sekitar 50% kasus. 

 

Di samping itu, epididimitis juga menjadi salah satu penyakit akibat sering berganti pasangan seksual. Pada pria yang berusia lebih dari 40 tahun, biasanya infeksi terjadi karena aliran urine retrograde (mengalir kembali ke arah berlawanan) atau adanya bakteri Escherichia coli yang berasal dari sistem pencernaan.

 

Selain itu, pria yang tidak menjalani sunat atau menderita kelainan bentuk saluran kemih juga lebih berisiko mengalami peradangan pada epididimis. Sementara itu, pada laki-laki berusia muda dan belum mengalami pubertas, epididimitis dapat terjadi akibat trauma atau aktivitas berulang (repetitif) seperti olahraga maupun komplikasi dari infeksi mumps (gondongan). Jika pada usia ini didapati infeksi menular seksual, perlu dicurigai adanya pelecehan seksual.

 

Epididimitis juga dapat disebabkan oleh beberapa kondisi noninfeksi, seperti:

 

  • Cedera di area selangkangan.

  • Pembesaran prostat.

  • Refluks urine (kondisi ketika urine mengalir ke epididimis), biasanya terjadi karena berhubungan seksual saat kandung kemih penuh.

  • Torsio testis.

  • Penyakit autoimun, misalnya sarkoidosis.

  • Menggunakan kateter urine dalam jangka panjang.

  • Efek samping obat amiodarone.

  • Komplikasi akibat operasi pada kelamin.

  • Infeksi tuberkulosis (jarang terjadi).

 

Gejala Epididimitis

 

Gejala utama epididimitis adalah rasa nyeri pada skrotum yang terkadang berpindah atau menjalar dari pinggang ke bagian selangkangan hingga ke skrotum. Nyeri yang dirasakan bersifat gradual (semakin lama semakin sakit). Kondisi ini juga dapat menimbulkan pembengkakan dan kemerahan pada testis. Selain itu, beberapa gejala lain yang menyertai kondisi epididimitis adalah sebagai berikut:

 

  • Testis terasa nyeri saat disentuh.

  • Nyeri saat ejakulasi (pada orang dewasa).

  • Nyeri saat buang air kecil.

  • Sering buang air kecil (gejala frekuensi).

  • Rasa tidak bisa menahan buang air kecil (gejala urgensi).

  • Mengompol atau tidak bisa mengontrol keluarnya urine (inkontinensia).

  • Terjadi gangguan pada saluran kemih, seperti anyang-anyangan atau kesulitan berkemih.

  • Muncul cairan nanah dari ujung lubang kemaluan (jarang terjadi).

  • Pembesaran kelenjar getah bening di pangkal paha.

  • Rasa tidak nyaman di area perut bagian bawah atau panggul.

  • Demam.

 

Diagnosis Epididimitis

 

Dalam melakukan diagnosis terhadap epididimitis, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui gejala serta riwayat kesehatan pasien. Dokter akan bertanya terkait riwayat penyakit saluran reproduksi dan kemih, seperti infeksi saluran kemih yang pernah dialami, prostatitis, atau prosedur bedah yang pernah dilakukan. 

 

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, termasuk pada penis dan testis, untuk melihat adanya pembengkakan. Dokter akan meraba testis untuk memprovokasi nyeri dan mendeteksi tanda-tanda inflamasi, seperti testis terasa hangat dan warna berubah menjadi kemerahan.

 

Jika diperlukan, dokter juga akan melakukan rectal toucher (memasukkan jari ke anus) untuk memeriksa prostat. Lebih lanjut lagi, dokter juga dapat melakukan beberapa pemeriksaan penunjang untuk mengonfirmasi diagnosis epididimitis, seperti:

 

  • Pemeriksaan urine, untuk mendeteksi infeksi.

  • Pemeriksaan kultur (uji sampel cairan yang keluar dari penis, seperti nanah, urine, atau darah).

  • USG doppler, untuk melihat kelancaran aliran darah di testis dan untuk menyingkirkan diagnosis lain, seperti  torsio testis.

  • CT scan juga dapat dilakukan apabila dokter mencurigai adanya batu ginjal. Pemeriksaan ini bisa saja dilakukan karena gejalanya bisa mirip dengan epididimitis.

 

Komplikasi Epididimitis

 

Apabila tidak mendapatkan penanganan dengan tepat, epididimitis dapat bersifat kronis (berlangsung dalam waktu yang lama). Epididimitis kronis bisa menimbulkan sejumlah komplikasi, mulai dari abses pada skrotum hingga sepsis. Berikut selengkapnya.

 

  • Abses pada skrotum. 

  • Kematian jaringan testis.

  • Robeknya lapisan skrotum. 

  • Orchitis (peradangan pada testis).

  • Epididymo-orchitis (peradangan epididimis dan testis).

  • Hipogonadisme (kelenjar seksual tidak menghasilkan hormon seksual yang cukup). 

  • Gangguan kesuburan (jarang terjadi).

  • Sepsis.

 

Pengobatan Epididimitis

 

Epididimitis yang disebabkan oleh infeksi dapat diobati dengan mengonsumsi obat antibiotik spektrum luas, seperti golongan penisilin contohnya amoxicillin, atau antibiotik generasi 3 golongan cephalosporin, seperti ceftriaxone, dan cefixime

 

Selain itu, dokter biasanya juga akan memberikan obat golongan nonsteroid antiinflamasi untuk mengurangi peradangan dan nyeri. Pasien juga disarankan untuk memperbanyak minum air putih, tidak menahan buang air kecil, mencegah terjadinya benturan pada area epididimis, dan mengompres area sekitar epididimis dengan air dingin atau es.

 

Umumnya, pasien akan membaik dalam 2–3 hari setelah mengonsumsi obat antibiotik. Meski begitu, pasien tetap disarankan menghabiskan obat antibiotik walaupun gejala sudah dirasa mereda. Apabila epididimitis menyebabkan terbentuknya nanah (abses), dokter biasanya perlu melakukan operasi untuk mengeluarkan nanah tersebut.

 

Operasi juga bisa dilakukan untuk memperbaiki bentuk salurah kemih. Tindakan ini direkomendasikan bila epididimitis disebabkan oleh kelainan bentuk saluran kemih. Jika diperlukan, dokter juga dapat melakukan epididimektomi atau operasi pengangkatan saluran epididimis. Tindakan ini dilakukan jika kondisi peradangan sudah cukup parah.

 

Pencegahan Epididimitis

 

Langkah yang efektif dalam mencegah epididimitis adalah menjalani sunat total. Selain itu, hindari bergonta-ganti pasangan seksual atau melakukan hubungan seksual tanpa pengaman (kondom). Kemudian, bila mengalami infeksi saluran kemih berulang atau memiliki faktor yang dapat meningkatkan epididimitis, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencegah kondisi tersebut.

 

Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Urologi di Siloam Hospitals terdekat. Namun, perlu dipahami bahwa tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter bisa berbeda-beda di setiap rumah sakit, tergantung dari fasilitas yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis akan memastikan tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis setiap pasien.

 

Untuk membuat janji temu dengan dokter terkait, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda juga bisa mengakses berbagai fitur kesehatan lainnya, mulai dari melihat jadwal dokter hingga memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam dan nikmati berbagai fitur untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda.

 

telechat (1)

message

ArticleDetail