Apa itu Torsio Testis? Penyebab, Gejala, dan Penanganannya
Kesehatan Tubuh

Apa itu Torsio Testis? Penyebab, Gejala, dan Penanganannya

16 Juli 2025 4 menit waktu baca
torsio testis adalah

Torsio testis adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika testis (buah zakar) mengalami perputaran yang tidak normal pada porosnya, sehingga menghambat aliran darah ke testis. Kondisi ini dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, dan jika dibiarkan dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada testis dan kematian sel-sel testis.

 

Mari ketahui lebih jauh mengenai penyebab, gejala, dan penanganan torsio testis dalam ulasan berikut ini.

 

Apa itu Torsio Testis?

 

Torsio testis adalah kondisi ketika testis yang berada dalam buah zakar terpuntir, sehingga menimbulkan rasa nyeri hebat pada penderitanya.

 

Testis adalah bagian dalam organ reproduksi pria yang berfungsi sebagai tempat memproduksi dan menyimpan sperma. Pria memiliki dua testis di sebelah kanan dan kiri. Torsio testis dapat terjadi pada bagian testis mana saja, namun sering kali menyerang testis sebelah kiri.

 

Kondisi ini dapat terjadi pada pria usia berapapun, namun lebih banyak dialami oleh pria berusia 12–18 tahun. Hal ini biasanya dipicu oleh cedera ringan pada testis, melakukan aktivitas berat, bahkan bisa terjadi secara tiba-tiba ketika penderitanya sedang tertidur.

 

Torsio testis adalah kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan dengan segera karena dapat menghambat aliran darah dan berujung menyebabkan kerusakan pada jaringan testis. Pada akhirnya, hal tersebut berpengaruh pada penurunan tingkat kesuburan pria.

 

Penyebab Torsio Testis

 

Penyebab torsio testis adalah terpelintirnya korda spermatika yang mengakibatkan aliran darah menuju testis terhambat. Namun, belum diketahui secara pasti apa penyebab terpuntirnya testis. Kondisi ini dapat dipicu oleh aktivitas fisik yang berat hingga kelainan pada pria, seperti bell clapper deformity, yaitu skrotum terlalu longgar karena ukurannya yang lebih besar daripada testis.

 

Faktor Risiko Torsio Testis

 

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seorang pria mengalami torsio testis adalah sebagai berikut:

 

  • Berusia 12–18 tahun.
  • Memiliki riwayat torsio testis yang tidak diobati.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat torsio testis, misalnya ayah.

 

Gejala Torsio Testis

 

Sejumlah gejala umum yang muncul akibat torsio testis adalah sebagai berikut:

 

  • Rasa nyeri hebat di skrotum yang muncul secara tiba-tiba.
  • Peningkatan frekuensi buang air kecil.
  • Nyeri perut.
  • Pembengkakan pada skrotum.
  • Mual dan muntah.
  • Demam.
  • Terdapat darah pada air mani.
  • Posisi buah zakar lebih tinggi dari normal.

 

Mengingat kondisi ini termasuk keadaan gawat darurat yang harus segera ditangani, apabila mengalami gejala-gejala di atas, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan dengan tepat. Dengan begitu, kerusakan testis dapat dicegah.

 

Diagnosis Torsio Testis

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait gejala dan riwayat kesehatan pasien. Dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik pada kantong buah zakar dan testis yang dilakukan dengan menggosok atau mencubit bagian dalam sisi paha untuk mengecek kontraksi testis.

 

Kemudian, dokter biasanya akan meminta pasien melakukan serangkaian pemeriksaan tambahan, seperti:

 

  • USG testis, untuk memeriksa aliran darah yang menuju testis.
  • Tes urine dan tes darah, untuk memeriksa apakah terjadi infeksi di testis.

 

Pengobatan Torsio Testis

 

Langkah pengobatan yang efektif untuk torsio testis adalah melalui operasi orchiopexy. Selama prosedur berlangsung, pasien akan dibius total. Operasi orchiopexy dilakukan dengan membuat sayatan kecil di skrotum atau selangkangan dengan tujuan mengembalikan posisi testis seperti semula.

 

Peluang kesembuhan pasien akan semakin besar ketika penanganan torsio testis lebih cepat dilakukan. Pasalnya, jika dibiarkan dalam waktu lama, kondisi ini berpotensi menyebabkan kematian jaringan testis dalam waktu beberapa jam. Apabila hal ini terjadi, maka dokter akan melakukan pengangkatan testis.

 

Setelah menjalani operasi, pasien akan mendapatkan obat pereda nyeri dan disarankan melakukan beberapa perawatan mandiri untuk mempercepat pemulihan, seperti:

 

  • Menjaga kebersihan area bekas jahitan.
  • Mengompres dingin area yang dioperasi selama 10–15 menit.
  • Istirahat yang cukup.
  • Menghindari hubungan seksual selama beberapa waktu.
  • Aktif bergerak, seperti berjalan santai.

 

Komplikasi Torsio Testis

 

Apabila dibiarkan dalam waktu lama, beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat torsio testis adalah sebagai berikut:

 

  • Penyusutan ukuran testis.
  • Kelainan bentuk testis.
  • Gangrene (kematian jaringan testis).
  • Infertilitas (gangguan kesuburan).

 

Pencegahan Torsio Testis

 

Torsio testis adalah kondisi yang terjadi secara tiba-tiba. Sebagai salah satu upaya pencegahannya, usahakan untuk menggunakan pelindung saat berolahraga agar terhindar dari cedera. Sementara itu, pencegahan torsio testis pada penderita bell clapper deformity dapat dilakukan dengan operasi.

 

Demikian penjelasan seputar kondisi torsio testis pada pria yang perlu diketahui. Apabila menemukan kelainan pada skrotum atau area organ reproduksi lainnya, segera kunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk mendapat diagnosis dan penanganan yang tepat dari dokter kami.

 

Untuk penanganan lebih lanjut terhadap gangguan urologi, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals Asri yang telah dilengkapi dengan berbagai teknologi canggih untuk memberikan layanan bedah terkait gangguan prostat, tumor urothelium, batu ginjal, ataupun keluhan urologi lainnya.


Anda dapat menggunakan fitur Cari Dokter untuk menemukan informasi tentang jadwal dokter, membuat booking, serta janji temu dengan dokter terkait. Temukan juga fiturnya dalam aplikasi MySiloam yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Mari unduh aplikasinya sekarang dan jaga kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 4

message

ArticleDetail