Penyakit Akibat Sering Ganti Pasangan yang Perlu Diwaspadai
Kesehatan Tubuh

Penyakit Akibat Sering Ganti Pasangan yang Perlu Diwaspadai

09 Juni 2025 4 menit waktu baca
Penyakit akibat sering ganti pasangan

Infeksi menular seksual (IMS) adalah salah satu penyakit akibat sering ganti pasangan seksual yang paling umum terjadi. Tidak hanya itu, kebiasaan hubungan seksual yang tidak sehat ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya, seperti kanker. Mari simak penjelasan mengenai macam-macam penyakit akibat sering ganti pasangan selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

 

Macam-Macam Penyakit Akibat Sering Ganti Pasangan

 

Infeksi menular seksual (IMS) bukanlah satu-satunya penyakit akibat gonta-ganti pasangan seksual. Pasalnya, kanker juga dapat menjadi salah satu risiko dari gonta-ganti pasangan yang perlu diwaspadai. Berikut adalah penjelasan lebih detailnya.

 

A. Infeksi Menular Seksual

 

Sering ganti pasangan seksual adalah faktor penyebab paling besar terjadinya infeksi menular seksual (IMS). Penelitian telah menunjukkan bahwa semakin besar jumlah pasangan seksual, semakin besar pula risiko seseorang untuk tertular IMS.

 

IMS merupakan penyakit yang sangat menular, terutama pada orang yang tidak menggunakan kondom saat berhubungan seksual. Penyakit ini dapat ditularkan, baik melalui aktivitas seksual secara penetratif melalui vagina, anal, maupun oral. Berikut adalah masing-masing penjelasan dari berbagai infeksi menular seksual.

 

1. Gonore (Kencing Nanah)

 

Gonore adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gonore bisa menular melalui kontak mulut, penis, vagina, atau anus saat melakukan hubungan seksual dengan orang yang terinfeksi.

 

Penderita gonore dapat menimbulkan sejumlah gejala 10–20 hari setelah penderitanya terkena infeksi, seperti nyeri saat buang air kecil, nyeri pada alat kelamin, dan keluar cairan seperti nanah dari ujung penis atau vagina.

 

2. Klamidia

 

Klamidia adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis. Infeksi ini dapat menyebar melalui cairan yang keluar dari alat kelamin penderitanya. Itulah sebabnya, orang yang sering ganti pasangan dan tidak melakukan hubungan seksual dengan aman (tanpa kondom) berisiko tinggi terkena penyakit ini.

 

Gejala klamidia pada umumnya nampak 1–2 minggu setelah terinfeksi. Gejala tersebut antara lain adanya cairan yang keluar dari kelamin, rasa terbakar saat buang air kecil, nyeri pada salah satu atau kedua skrotum (buah zakar) pada pria, keputihan dengan bau abnormal pada wanita, dan lain-lain.

 

3. Sifilis (Raja Singa)

 

Sifilis adalah infeksi menular seksual yang terjadi akibat infeksi bakteri Treponema pallidum dan bisa ditularkan melalui aktivitas seksual yang tidak aman. Sifilis ditandai dengan munculnya luka yang tidak nyeri di kelamin atau mulut, namun bisa menghilang dalam waktu 6 minggu atau menetap selama berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

 

4. Herpes Genital

 

Herpes genital adalah jenis sexually transmitted infections (STIs) yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simpleks 2 (HSV 2). Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya bisul berair di area alat kelamin, rasa gatal di area alat kelamin dan anus, nyeri saat buang air kecil, demam, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.

 

5. Chancroid

 

Chancroid atau ulkus mole adalah infeksi menular seksual yang terjadi akibat infeksi bakteri Haemophilus ducreyi. Gejala utama chancroid adalah munculnya benjolan kecil yang terasa nyeri dan mudah pecah, kemudian menjadi luka terbuka dengan tepi tidak rata. Gejala tersebut biasanya muncul 3–7 hari setelah kontak seksual dengan penderitanya.

 

6. Kutil Kelamin

 

Kutil kelamin adalah suatu kondisi yang dipicu oleh infeksi virus HPV (Human papillomavirus). Kutil kelamin dapat ditularkan melalui aktivitas seksual, baik vaginal maupun anal. Pada wanita, infeksi virus HPV jenis tertentu dapat menyebabkan kanker serviks, sehingga penting untuk wanita mendapatkan vaksinasi HPV sejak dini.

 

7. HIV/AIDS

 

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah jenis virus yang dapat merusak sistem kekebalan tubuh. Infeksi virus HIV termasuk dalam salah satu penyakit akibat sering ganti pasangan karena dapat ditularkan melalui hubungan seksual (vaginal maupun anal) yang tidak aman. Namun, tidak hanya itu, HIV juga dapat menular melalui jarum suntik, serta transfusi darah.

 

Kondisi ini menyebabkan daya tahan tubuh melemah sehingga rentan terkena berbagai penyakit. Jika tidak segera ditangani, infeksi HIV dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome). Pada kondisi AIDS, sistem kekebalan tubuh tubuh telah kehilangan kemampuan untuk melawan infeksi yang masuk.  

 

8. Kanker

 

Penyakit akibat sering ganti pasangan seksual selanjutnya adalah kanker. Pada dasarnya, kanker bukanlah penyakit yang menular, namun sebuah studi menunjukkan bahwa seseorang yang memiliki lebih dari satu pasangan sepanjang hidupnya memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker. Peningkatan risiko kanker terjadi karena sistem imun tubuh yang bisa melemah akibat riwayat IMS sebelumnya.

 

Itulah penjelasan mengenai beberapa penyakit akibat sering ganti pasangan seksual yang perlu diwaspadai. Agar terhindar dari risiko tersebut, sebaiknya terapkan perilaku seks yang sehat, seperti menggunakan kondom dan hindari gonta-ganti pasangan.

 

Anda dan pasangan juga bisa melakukan pemeriksaan untuk memastikan bahwa keduanya dalam kondisi yang sehat guna mencegah penularan infeksi menular seksual. Dalam hal ini, Anda dapat mengunjungi Siloam Hospitals terdekat untuk melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi dengan dokter.

 

Anda dapat memanfaatkan fitur Cari Dokter untuk memudahkan akses pelayanan kesehatan di Siloam Hospitals. Fitur tersebut telah dilengkapi dengan informasi mengenai jadwal dokter dan pembuatan janji temu dengan dokter terkait.

 

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan aplikasi MySiloam untuk mendapatkan berbagai fitur kesehatan yang mudah dan cepat. Segera unduh aplikasinya sekarang dan jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-marsia-rusfianti-spkk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marsia Rusfianti, SpKK, M.Kes

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Lippo Cikarang

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-armina-haramaini-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Armina Haramaini, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-epi-panjaitan-msc-spkk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Epi Panjaitan, MSc, SpKK

Dermatologi (Kulit)

Spesialis Dermatologi Venereologi Estetika


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail