Kanker Testis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya
Kesehatan Tubuh

Kanker Testis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

13 November 2025 4 menit waktu baca
kanker testis adalah

Table of Contents

Testicular cancer atau kanker testis adalah kondisi medis akibat pertumbuhan tumor ganas di testis, yaitu organ reproduksi pria yang terletak di dalam kantung testis (skrotum). Testis sendiri berfungsi dalam memproduksi hormon testosteron dan sperma yang berperan penting bagi reproduksi pria.

 

Kanker testis termasuk dalam kanker langka yang umumnya menyerang pria berusia 15-45 tahun. Kondisi ini biasanya ditandai dengan munculnya benjolan yang tidak terasa nyeri di salah satu testis. Mari simak informasi lebih lanjut seputar kanker testis berikut ini.

 

Apa itu Kanker Testis?

 

Kanker testis adalah penyakit akibat berkembangnya sel abnormal atau tumor ganas pada testis. Kondisi ini dapat terjadi pada pria di semua kalangan usia, namun lebih sering ditemukan pada pria berusia 15-45 tahun dan jarang dialami oleh anak-anak maupun lanjut usia.

 

Peluang kesembuhan kanker testis cukup tinggi, terlebih jika berhasil terdeteksi lebih dini. Namun, hal ini tetap tergantung pada tingkat keparahan dan sejauh mana penyebaran kanker.

 

Penyebaran testicular cancer bisa terjadi melalui saluran getah bening atau pembuluh darah terdekat, kemudian menuju paru-paru, hati, hingga tulang.

 

Jenis Kanker Testis

 

Berdasarkan asal sel kankernya, testicular cancer terbagi menjadi dua tipe, yaitu:

 

Kanker Sel Nutfah (Germ Cell)

 

Kanker sel nutfah merupakan jenis kanker pada testis yang paling banyak ditemukan. Sel nutfah merupakan jenis sel yang berfungsi untuk membentuk sperma. Kanker sel nutfah terbagi lagi menjadi dua jenis, yaitu seminoma (sel kanker yang tumbuh lambat) dan nonseminoma.

 

Tumor Stroma

 

Pertumbuhan tumor ini berasal dari jaringan penghasil hormon dan pendukung fungsi testis. Tumor stroma terbagi lagi menjadi dua, yaitu tumor sel sertoli sel yang men-support dan menutrisi produksi sperma dan tumor sel leydig (terbentuk di area testis yang memproduksi testosteron). Jenis kanker ini jarang terjadi, yaitu kurang dari 5% dari keseluruhan kasus kanker testis.

 

Penyebab Kanker Testis

 

Tidak diketahui secara pasti apa penyebab kanker testis. Namun, beberapa ahli mengungkapkan bahwa penyakit ini bisa terjadi akibat mutasi DNA. DNA sendiri berisikan serangkaian perintah bagi sel untuk menjalankan fungsi normalnya.

 

Ketika terjadi mutasi DNA, sistem perintah sel dapat mengalami kerusakan dan menyebabkan pertumbuhan sel menjadi abnormal. Sel-sel tersebut akan terus tumbuh tak terkendali, dan berisiko membentuk tumor.

 

Selain itu, ditemukan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jenis kanker ini, yaitu:

 

  • Riwayat testis tidak turun (kriptorkismus).
  • Berusia 15-45 tahun.
  • Terinfeksi HIV.
  • Pertumbuhan karsinoma in situ pada testis.
  • Memiliki keluarga dengan riwayat kanker testis.

 

Gejala Kanker Testis

 

Pada beberapa kasus, testicular cancer tidak menimbulkan gejala di tahap awal. Namun, seiring berkembangnya penyakit, sejumlah gejala yang biasanya muncul adalah:

 

  • Benjolan atau pembengkakan pada testis. Letak benjolan kanker testis biasanya muncul di salah satu bagian dan ditandai dengan perbedaan ukuran antara kedua testis.
  • Payudara pria terasa nyeri. Kondisi ini cukup jarang terjadi, biasanya disebabkan oleh produksi hormon HCG yang berlebihan.
  • Pada anak-anak, kanker testis dapat menyebabkan pubertas dini.
  • Nyeri punggung bawah dan area selangkangan, apabila kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening.
  • Sesak napas, nyeri dada, dan batuk, apabila kanker sudah menyebar ke paru-paru.
  • Nyeri perut, apabila kanker sudah menyebar ke organ hati.
  • Nyeri kepala dan kebingungan, apabila kanker sudah menyerang otak.

 

Diagnosis Kanker Testis

 

Sebelum menegakkan diagnosis, dokter akan melakukan anamnesis terkait dengan gejala dan riwayat kesehatan pasien. Kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik untuk melihat benjolan pada testis dan area di sekitarnya.

 

Guna membantu menegakkan diagnosis, dokter akan meminta pasien untuk menjalani beberapa pemeriksaan penunjang berikut ini:

 

  • USG skrotum: untuk mengenali jenis benjolan pada testis.
  • Tes darah: untuk mengukur kadar penanda tumor dalam darah, seperti hormon HCG, AFP, dan LDH.
  • Biopsi: pengambilan sampel jaringan abnormal yang dicurigai sebagai kanker untuk diperiksa di laboratorium patologi anatomi.
  • Tes pencitraan dengan CT Scan, PET, atau MRI: untuk mendeteksi lokasi tumor dan memastikan seberapa besar ukuran tumor.

 

Tingkat penyebaran kanker testis ditentukan berdasarkan stadium, berikut penjelasannya:

 

  • Stadium 1: Kanker hanya tumbuh di saluran testis dan belum menyebar ke bagian lain.
  • Stadium 2: Kanker mulai menyebar ke kelenjar getah bening di perut, namun belum menyebar ke organ lain.
  • Stadium 3: Kanker telah menyebar ke organ-organ lain yang letaknya jauh dari testis, seperti hati, otak, paru-paru, atau tulang.

 

Pengobatan Kanker Testis

 

Pengobatan kanker testis disesuaikan dengan jenis dan stadium kanker. Beberapa pilihan pengobatan untuk testicular cancer di antaranya:

 

Orkiektomi

 

Orkiektomi adalah prosedur pembedahan yang bertujuan mengangkat testis yang terkena kanker. Pengobatan ini paling sering dilakukan pada semua jenis dan stadium kanker.

 

Pengangkatan Kelenjar Getah Bening

 

Pengangkatan kelenjar getah bening merupakan pilihan pengobatan jika kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di sekitar perut.

 

Kemoterapi

 

Kemoterapi adalah pemberian obat-obatan antikanker untuk membunuh sel-sel kanker. Kemoterapi bertujuan untuk menghentikan sel kanker atau sebagai terapi sebelum dan sesudah dilakukan operasi.

 

Radioterapi

 

Radioterapi adalah pengobatan menggunakan sinar radiasi tinggi yang bertujuan menghancurkan sel-sel kanker.

 

Terapi Pengganti Hormon

 

Pengangkatan testis dapat menyebabkan produksi hormon testosteron terganggu. Dokter akan menyarankan pasien untuk melakukan terapi pengganti hormon testosteron untuk mengatasi masalah ini.

 

Kanker testis memiliki peluang kesembuhan yang tinggi jika dideteksi lebih awal. Apabila Anda mengalami beberapa gejala yang menyerupai kondisi ini, segera konsultasikan dengan dokter MRCCC Siloam Hospital Semanggi agar mendapatkan penanganan secara tepat. MRCCC Siloam Hospital Semanggi merupakan rumah sakit swasta pertama yang khusus menangani kanker di Indonesia.


Anda dapat membuat janji temu dengan menghubungi call center kami di 1-500-181 atau menggunakan fitur dalam aplikasi MySiloam. Mari jaga selalu kesehatan Anda #BersamaSiloam!

 

Digital Booking Lab&Rad - KV 2

Dokter Kami
dr-dr-william-hamdani-spbk-onk

Kunjungi Rumah Sakit

Dr. dr. William Hamdani, SpB (K) Onk

Bedah Onkologi (Kanker)

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-rachmat-christian-nikijuluw-spb-k-onk

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Rachmat Christian Nikijuluw, SpB (K) Onk

Bedah Onkologi (Kanker)

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi


MRCCC Siloam Hospitals Semanggi

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-marselus-a-merung-spbkonk

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Marselus A. Merung, SpB (K) Onk

Bedah Onkologi (Kanker)

Spesialis Bedah Subspesialis Bedah Onkologi


Siloam Hospitals Manado

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail