Bedah Robotik, Inovasi Teknologi Terbaru dalam Dunia Medis
Kesehatan Tubuh

Bedah Robotik, Inovasi Teknologi Terbaru dalam Dunia Medis

20 Juni 2025 6 menit waktu baca
bedah robotik

Robotic surgery atau bedah robotik adalah salah satu inovasi dalam dunia medis yang memungkinkan dokter memanfaatkan bantuan sistem robotik canggih untuk melakukan operasi. Teknologi ini membuat prosedur operasi yang lebih minimal invasif, mengurangi risiko komplikasi, dan mempercepat waktu pemulihan.

 

Kini, metode bedah robotik semakin populer dan mulai banyak digunakan dalam berbagai bidang medis, mulai dari ginekologi, urologi, dan lain sebagainya. Lantas, bagaimana cara kerja bedah robotik sebenarnya dan apa saja keunggulannya? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

 

Apa Itu Bedah Robotik?

 

Bedah robotik adalah prosedur bedah yang menggabungkan ilmu medis, teknologi robotika, dan rekayasa teknik. Prosedur ini merupakan bentuk lanjutan dari operasi minimal invasif yang bertujuan meminimalkan luka sayatan, nyeri, dan waktu pemulihan pasien. 

 

Singkatnya, bedah robotik adalah metode bedah yang memanfaatkan teknologi robotik untuk meminimalkan risiko dan mempercepat waktu pemulihan. Secara umum, teknologi ini terdiri dari dua bagian utama yang dihubungkan dengan kabel data ke komputer, yaitu konsol utama dokter bedah dan perangkat kontrol.

 

  • Konsol utama dokter bedah adalah tempat dokter bedah utama berada. Konsol ini akan menyediakan tampilan 3D melalui kamera endoskopi di dalam tubuh pasien yang dapat dikontrol oleh dokter bedah. Dokter akan menggunakan kamera beresolusi tinggi untuk memberikan tampilan 3D yang disempurnakan dan diperbesar dari area bedah.

  • Perangkat kontrol berbentuk seperti gagang atau joystick yang dapat menerjemahkan gerakan tangan dokter secara langsung ke lengan robot untuk melakukan tindakan dengan presisi tinggi. Lengan robot ini memiliki sambungan mikro yang memungkinkan pergerakan instrumen bedah dan kamera endoskopi melalui lubang kecil (port laparoskopi) yang berada pada tubuh pasien.

 

Dilansir dari Cureus, salah satu sistem robotik yang pertama kali disetujui oleh the Food and Drug Administration (FDA) adalah Da Vinci Surgical System. Sistem robotik Da Vinci menggunakan tiga atau empat lengan robotik yang memegang instrumen bedah serta kamera endoskopi.

 

Alat-alat tersebut akan dimasukkan melalui sayatan kecil sehingga dokter tidak perlu membuat sayatan besar seperti pada operasi terbuka tradisional. Dengan demikian, risiko komplikasi pascaoperasi dapat menjadi lebih rendah dan waktu pemulihan pasien cenderung lebih cepat.

 

Sebagai informasi, sistem ini dinamai da Vinci karena terinspirasi dari studi anatomi manusia oleh Leonardo da Vinci. Alat ini disetujui oleh FDA pada Juli 2000 dan hingga kini masih menjadi salah satu sistem bedah robotik paling populer di dunia medis.

 

Apakah Dokter Memerlukan Pelatihan Khusus untuk Mengoperasikan Bedah Robotik?

 

Penting untuk dipahami bahwa prosedur ini tidak menggantikan peran dokter bedah. Teknologi ini hanya berperan sebagai alat bantu yang dikendalikan oleh dokter agar bisa menjalankan prosedur secara lebih efisien. Selain itu, dokter bedah yang bertugas di balik teknologi ini harus menyelesaikan pelatihan intensif dan memiliki sertifikasi khusus.

 

Tujuan Bedah Robotik

 

Metode bedah robotik semakin populer dan banyak digunakan karena memberikan presisi lebih tinggi, terutama untuk kasus kompleks atau area yang sulit dijangkau oleh tangan manusia. Saat ini, beberapa jenis operasi yang bisa dilakukan dengan metode bedah robotik adalah sebagai berikut:

 

1. Bedah Kolorektal

 

Dalam bedah kolorektal, sistem robotik dapat digunakan untuk prosedur:

  • Reseksi rektum: Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh rektum (bagian akhir usus besar sebelum anus). Prosedur ini biasanya dilakukan pada pasien kanker atau penyakit radang usus.

  • Reseksi kolon: Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh usus besar (kolon). Operasi ini biasanya dilakukan pada kasus kanker, penyakit Crohn, dan divertikulitis.

 

2. Bedah Digestif

 

Dalam bedah digestif, sistem robotik dapat digunakan untuk prosedur:

 

  • Bedah bariatrik: Prosedur yang dilakukan dengan memodifikasi lambung atau usus dengan tujuan untuk membatasi asupan dan penyerapan kalori. Prosedur ini umumnya bertujuan untuk membantu penurunan berat badan secara signifikan pada penderita obesitas morbid.

  • Operasi kolesistektomi: Prosedur pengangkatan kantung empedu. Prosedur ini umumnya dilakukan akibat batu empedu atau infeksi kantung empedu.

  • Operasi hernia: Tindakan medis untuk memperbaiki hernia.

 

3. Bedah Urologi

 

Dalam bedah urologi, sistem robotik dapat digunakan untuk prosedur:

 

  • Prostatektomi: Operasi pengangkatan sebagian atau seluruh kelenjar prostat, yang biasanya dapat dilakukan pada pasien kanker prostat atau pembesaran prostat jinak.

  • Nefrektomi: Prosedur pengangkatan sebagian atau seluruh ginjal, biasanya dilakukan untuk menangani kanker ginjal.

 

4. Bedah Ginekologi

 

Dalam bedah ginekologi, sistem robotik dapat digunakan untuk prosedur:

 

  • Reseksi endometriosis: Prosedur bedah untuk mengangkat jaringan endometriosis yang tumbuh di luar rahim dan menyebabkan nyeri atau gangguan kesuburan.

  • Histerektomi: Tindakan pembedahan untuk mengangkat rahim sebagian atau keseluruhan, biasanya dilakukan pada kasus kanker, miom, atau perdarahan abnormal.

  • Miomektomi: Miomektomi adalah prosedur bedah untuk mengangkat fibroid (mioma) dari rahim tanpa harus mengangkat rahim itu sendiri, biasanya dilakukan untuk menangani perdarahan berat, nyeri, atau masalah kesuburan.

 

Prosedur Bedah Robotik

 

Bedah robotik dilakukan dengan teknik yang mirip seperti operasi biasa, namun menggunakan bantuan alat robotik canggih. Bedanya, dokter tidak membuat sayatan besar, melainkan hanya beberapa sayatan kecil di tubuh pasien. Melalui sayatan ini, dokter memasukkan alat-alat bedah dan kamera kecil. Kamera ini akan menampilkan gambar 3D beresolusi tinggi dari area dalam tubuh sehingga dokter bisa melihat lebih jelas saat operasi berlangsung.

 

Dokter tidak berdiri di samping pasien, melainkan duduk di konsol khusus yang berada beberapa meter dari meja operasi. Dari sana, dokter mengendalikan semua gerakan alat robotik dengan sangat presisi. Secara garis besar, berikut langkah-langkah dalam prosedur bedah robotik:

 

  1. Dokter membuat satu atau beberapa sayatan kecil di tubuh pasien.

  2. Melalui sayatan tersebut, dipasang tabung kecil (port) sebagai jalur masuk alat bedah.

  3. Alat robotik dan kamera dimasukkan melalui port, lalu dihubungkan ke sistem robot.

  4. Dokter duduk di konsol khusus dan mengendalikan semua gerakan alat bedah dari sana dengan bantuan tampilan kamera 3D beresolusi tinggi.

  5. Setelah prosedur selesai, semua alat dikeluarkan, dan sayatan ditutup dengan jahitan.

 

Keunggulan Bedah Robotik

 

Bukan hanya kecanggihannya semata, bedah robotik mulai banyak digunakan karena menawarkan beberapa keunggulan berikut ini:

 

  • Hasil bedah lebih konsisten.

  • Sayatan lebih kecil dan pemulihannya lebih cepat.

  • Risiko infeksi dan komplikasi lebih rendah.

  • Menurunkan risiko operasi ulang.

  • Mengurangi lama waktu rawat inap.

  • Menurunkan angka rawat inap ulang (readmission) sebagai akibat komplikasi operasi.

  • Pasien lebih nyaman.

  • Dokter bedah mengoperasikan robot dari meja konsol untuk mengontrol kamera serta instrumen dengan akurasi tinggi.

  • Dilengkapi kamera 3D HD (high definition) yang mampu memperbesar objek hingga 10x sehingga memberikan tampilan yang lebih jelas dari area operasi.

  • Instrumen robotik berukuran sangat kecil sehingga dapat meniru gerakan tangan manusia dan dilengkapi sistem tremor-filtration untuk gerakan yang stabil dan presisi tinggi.

 

Risiko Efek Samping dan Komplikasi Bedah Robotik

 

Bedah robotik sudah mendapatkan persetujuan dan cenderung aman selama dilakukan oleh dokter yang telah menjalani pelatihan dan memiliki sertifikat khusus. Meski begitu, seperti prosedur medis lainnya, bedah robotik tetap memiliki risiko meskipun menggunakan teknologi canggih.

 

Beberapa risikonya mirip dengan operasi terbuka tradisional, misalnya kemungkinan infeksi atau komplikasi lainnya. Kendati demikian, risikonya bisa lebih kecil, namun tergantung pada kondisi pasien dan jenis prosedurnya. Selain itu, tidak semua pasien cocok untuk menjalani bedah robotik. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

 

Itulah informasi mengenai bedah robotik yang penting untuk diketahui. Perlu dipahami bahwa prosedur ini direkomendasikan oleh dokter ketika pasien membutuhkannya, misalnya untuk menangani kondisi medis tertentu. Dokter akan mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien guna memastikan apakah pasien memenuhi syarat untuk menjalani tindakan ini. Oleh karena itu, hasil pemeriksaan akan dijelaskan secara langsung oleh dokter.

 

Kini, operasi bedah robotik di Siloam Hospitals dilakukan dengan Da Vinci Xi Robotic Surgery. Teknologi bedah robotik ini, merupakan teknologi modern dan canggih yang dapat digunakan dalam berbagai jenis operasi. Dilengkapi dengan kamera 3D HD yang mampu memperbesar objek hingga 10x, visualisasi area operasi menjadi lebih jelas dan detail.

 

Apabila Anda ingin memperoleh informasi lebih lanjut mengenai pemeriksaan ini atau mengalami keluhan yang mengarah pada beberapa kondisi medis yang disebutkan di atas, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Bedah di Siloam Hospitals terdekat. Lebih lanjut, Anda juga dapat memperoleh informasi mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

Cleveland Clinic. Robotic Surgery. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Da Vinci Robotic Surgery. Diakses pada 2025 | Mayo Clinic. Robotic surgery. Diakses pada 2025 | Cureus. Robotic Surgery: A Comprehensive Review of the Literature and Current Trends. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-widjoyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Widjoyo, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-roland-octavianus-karema-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Roland Octavianus Karema, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ade-chandra-spb

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ade Chandra, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail