Kesehatan Tubuh
Divertikulosis - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Divertikulosis adalah kondisi yang ditandai dengan terbentuknya kantong-kantong kecil pada lapisan atau dinding usus besar. Kondisi ini cenderung umum terjadi seiring dengan bertambahnya usia dan biasanya tidak menimbulkan masalah tertentu. Namun, pada kasus tertentu, divertikulosis bisa memicu terjadinya perdarahan hingga infeksi. Mari pahami lebih lanjut mengenai divertikulosis dalam artikel berikut ini.
Apa itu Divertikulosis?
Seperti yang telah dijelaskan, divertikulosis adalah kondisi ketika terdapat kantong-kantong kecil (divertikula) yang terbentuk pada dinding usus besar. Divertikula dapat terbentuk pada bagian lemah di dinding usus kecil atau besar, namun paling sering terjadi di usus besar, terutama kolon sigmoid. Kondisi ini terjadi karena adanya dorongan atau tekanan pada dinding usus besar bagian luar yang melemah.
Divertikulosis adalah kondisi yang kerap dikaitkan dengan divertikulitis karena memiliki nama yang serupa. Namun, terdapat perbedaan divertikulosis dan divertikulitis yang penting untuk dipahami. Pada dasarnya, divertikulosis adalah pembentukan kantong-kantong abnormal pada dinding usus besar. Sementara itu, divertikulitis adalah kondisi ketika kantong-kantong abnormal pada dinding usus besar mengalami peradangan.
Divertikulosis bisa berkembang menjadi divertikulitis apabila tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Pasalnya, kantong-kantong abnormal pada saluran pencernaan dapat menjadi tempat berkembang biak yang baik bagi bakteri.
Penyebab Divertikulosis
Secara umum, para ahli masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab terjadinya divertikulosis. Namun, terdapat dugaan bahwa kondisi ini bisa dipicu oleh beberapa faktor. Adapun sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya divertikulosis adalah:
-
Faktor genetik. Gen tertentu bisa membuat beberapa individu lebih berisiko untuk mengalami divertikulosis.
-
Faktor usia. Divertikulosis cenderung lebih rentan dialami oleh seseorang berusia di atas 50 tahun.
-
Faktor gaya hidup, seperti:
-
Jarang mengonsumsi makanan tinggi serat.
-
Jarang berolahraga.
-
Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) dan steroid.
-
Kebiasaan merokok.
Gejala Divertikulosis
Secara umum, divertikulosis tidak menimbulkan gejala tertentu. Jika penderita divertikulosis mengalami gejala tertentu, hal tersebut mungkin diakibatkan oleh penyakit lain yang menyertai kondisi ini. Misalnya, apabila penderita divertikulosis juga mengalami irritable bowel syndrome (IBS) atau inflammatory bowel disease (IBD), sisa makanan yang melewati divertikula bisa menimbulkan sensasi perut kembung atau nyeri tekan (tenderness).
Selain itu, sebagian penderita divertikulosis mungkin juga mengalami perdarahan divertikular. Kondisi ini bisa terjadi jika feses bertekstur keras yang melewati divertikula mengikis atau meregangkan pembuluh darah di area tersebut hingga pecah. Perdarahan divertikular biasanya bersifat sementara dan tidak menimbulkan nyeri, namun dapat menyebabkan BAB berdarah.
Kendati demikian, jika perdarahan divertikular juga disertai dengan munculnya gejala tertentu secara terus-menerus dan peradangan (divertikulitis), hal tersebut dikenal sebagai diverticular disease (penyakit divertikular).
Penyakit divertikular terjadi bila terdapat gejala dari divertikulosis (misalnya perdarahan divertikular), divertikulitis (misalnya peradangan akut atau kronis yang mungkin diperberat oleh abses, fistula, obstruksi usus, atau perforasi usus), serta kolitis atau peradangan pada bagian usus besar yang terlibat.
Diagnosis Divertikulosis
Divertikulosis cenderung sulit dideteksi, mengingat kondisi ini biasanya tidak menimbulkan gejala tertentu. Bahkan, pasien biasanya baru menyadari kondisi ini ketika sedang menjalani pemeriksaan rutin melalui kolonoskopi atau rontgen saluran pencernaan.
Namun, jika pasien mengeluhkan gejala tertentu, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan, riwayat kesehatan, jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi, serta pola makan sehari-hari.
Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh pada pasien, terutama pemeriksaan abdomen (perut). Pemeriksaan tambahan juga dapat dilakukan apabila dokter mencurigai adanya divertikulitis. Beberapa pemeriksaan tambahan tersebut, di antaranya:
-
Tes darah, untuk melihat apakah terdapat infeksi atau perdarahan.
-
Pemeriksaan colok dubur (digital rectal exam).
-
Pemeriksaan rontgen dengan barium enema.
-
Tes pencitraan, seperti CT scan, ultrasonografi (USG), atau MRI.
Pengobatan Divertikulosis
Dalam kebanyakan kasus, divertikulosis tidak memerlukan tindakan medis tertentu. Namun, dokter mungkin akan menyarankan pasien untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, rutin berolahraga, serta memperbanyak minum air putih. Hal ini dilakukan untuk menangani penyebab yang mungkin mendasari terjadinya divertikulosis serta mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut.
Di samping itu, jika terjadi perdarahan terus-menerus, dokter dapat memberikan terapi dengan cara memasukkan alat tertentu melalui kolonoskopi untuk menutup pembuluh darah yang rusak dan menghentikan perdarahan. Dokter mungkin juga dapat menggunakan angiogram untuk menemukan pembuluh darah yang mengalami perdarahan, lalu menyuntikkan obat-obatan tertentu ke dalam pembuluh darah tersebut.
Pencegahan Divertikulosis
Pencegahan divertikulosis dapat dilakukan dengan menjaga kesehatan usus secara keseluruhan, seperti mengonsumsi makanan tinggi serat, rutin berolahraga, serta memperbanyak minum air putih. Hal tersebut juga perlu dilakukan oleh penderita divertikulosis guna menghindari risiko terjadinya komplikasi berupa divertikulitis.
Penting untuk diketahui bahwa penyebab serta gejala yang disebutkan di atas tidak spesifik mewakili kondisi divertikulosis. Artinya, penyebab atau gejala tersebut bisa serupa dengan kondisi medis atau penyakit lainnya. Oleh karenanya, sangat penting untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.
Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait kondisi divertikulosis dapat berbeda bergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Untuk menjaga kesehatan hingga deteksi dini gangguan sistem pencernaan, Anda juga dapat memesan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap dari Siloam Hospitals. Pemesanan paket ini bisa dilakukan dengan mudah melalui aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi MySiloam, Anda juga bisa mengantre serta memantau hasil pemeriksaan secara online.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
Skrining Sistem Pencernaan Basic
Skrining Lite
6 Service/Item
Rp1.250.000
TERPOPULER
Skrining Sistem Pencernaan Lengkap
Skrining Lite
13 Service/Item
Rp2.000.000
TERPOPULER
Feme Faeces / Feses Lengkap
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp144.900
TERPOPULER
Complete Blood Count + Diff / Pemeriksaan Darah Lengkap
1 Service/Item
Rp123.300
TERPOPULER
Occult Blood (Faeces) / Tes Darah Samar (Feses)
1 Service/Item
Rp148.500







