Operasi Hernia, Bagaimana Prosedur dan Apa Saja Jenisnya?
Kesehatan Tubuh

Operasi Hernia, Bagaimana Prosedur dan Apa Saja Jenisnya?

18 Juni 2025 6 menit waktu baca
Operasi hernia

 

Operasi hernia adalah tindakan medis yang umum dilakukan untuk menangani kondisi hernia, yaitu ketika sebagian organ tubuh, seperti usus, menonjol keluar melalui otot atau jaringan yang melemah. Meskipun tidak selalu menimbulkan gejala berat, hernia tetap berisiko menyebabkan komplikasi jika dibiarkan terlalu lama. Lalu, seperti apa prosedurnya? Mari simak ulasan selengkapnya tentang operasi hernia di bawah ini.

 

Apa Itu Operasi Hernia?

 

Operasi hernia adalah jenis pengobatan yang paling umum digunakan untuk menangani hernia. Hernia sendiri merupakan kondisi ketika bagian dalam tubuh, seperti usus, terdorong keluar melalui otot atau dinding jaringan yang melemah. Kebanyakan, kasus hernia terbentuk di perut atau selangkangan dan biasanya terlihat sebagai benjolan.

 

Melalui operasi hernia, dokter dapat mengembalikan organ atau jaringan hernia ke posisi semula serta memperkuat area yang melemah, biasanya menggunakan jahitan khusus atau jaring bedah (mesh). Sebagai informasi, nama lain untuk operasi hernia adalah herniorrhaphy.

 

Jenis-Jenis Operasi Hernia

 

Terdapat dua jenis operasi hernia yang sering dilakukan, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Operasi hernia tradisional (terbuka): Prosedur ini dilakukan dengan membuat sayatan yang panjang di area hernia. Kemudian, dokter bedah akan mengembalikan organ yang menonjol ke tempatnya dan memperkuat bagian otot yang lemah. 

  • Operasi hernia laparoskopi: Prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan membuat beberapa sayatan kecil di kulit. Dokter akan memasukkan laparoskop serta instrumen bedah lainnya untuk memperbaiki hernia dari dalam.

 

Seiring dengan perkembangan teknologi medis, kini operasi hernia juga dapat dilakukan menggunakan bantuan sistem bedah robotik. Teknologi ini memberikan keunggulan berupa presisi, fleksibilitas, dan kontrol yang optimal selama prosedur berlangsung.

 

Bedah robotik hernia (robotic hernia surgery) melibatkan instrumen bedah yang digerakkan dengan sangat akurat oleh robot, berdasarkan gerakan tangan dokter secara langsung (real time), sehingga proses operasi menjadi lebih aman dan dapat mempercepat masa pemulihan pasien.

 

Kapan Pasien Harus Menjalani Operasi Hernia?

 

Hernia yang tersangkut dapat mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Kondisi ini biasanya memerlukan operasi darurat. Adapun tanda-tanda hernia memerlukan operasi adalah sebagai berikut:

 

  • Tonjolan hernia tiba-tiba lebih besar dari sebelumnya.

  • Tonjolan hernia yang dulunya masuk kembali ke perut kini tidak dapat dimasukkan kembali.

  • Demam.

  • Warna kulit di area hernia menjadi tampak kemerahan atau keunguan.

  • Nyeri hebat atau nyeri tekan yang tiba-tiba atau parah pada area hernia.

  • Gejala penyumbatan usus, seperti nyeri perut, kembung, mual, dan muntah.

 

Apakah Ada Alternatif Selain Operasi Hernia?

 

Alternatif potensial untuk operasi hernia adalah “watchful waiting” atau menunggu dengan waspada. Upaya ini biasanya menjadi pilihan ketika hernia hanya menimbulkan gejala ringan atau tanpa gejala. Namun, pasien yang menunda operasi, terutama pria dengan hernia inguinalis, perlu memperhatikan gejala yang timbul dan memeriksakan diri secara rutin.

 

Pasalnya, sebagian besar pria dengan hernia inguinalis yang menunda operasi akan mengalami gejala baru atau gejalanya memburuk sehingga memerlukan operasi dalam waktu lima tahun kemudian. Salah satu risiko menunggu terlalu lama adalah hernia yang lebih besar akan lebih sulit diperbaiki.

 

Prosedur Operasi Hernia

 

Sebelum menetapkan operasi hernia, dokter akan melakukan evaluasi apakah pasien merupakan kandidat yang tepat untuk menjalani prosedur ini. Jika memenuhi syarat, selanjutnya dokter akan menentukan jenis operasi yang paling cocok dengan kondisi pasien. 

 

Secara umum, persiapan yang diperlukan sebelum menjalani herniorrhaphy adalah sebagai berikut:

 

  • Dokter akan melakukan peninjauan riwayat medis pasien, termasuk apakah pasien sedang hamil.

  • Dokter akan melakukan peninjauan obat-obatan yang sedang dikonsumsi pasien.

  • Pasien diminta melakukan tes darah atau tes pencitraan untuk memastikannya cukup sehat dan bisa menjalani operasi.

  • Dokter akan memberikan instruksi mengenai prosedur operasi.

  • Pasien mungkin diminta menghentikan konsumsi obat pengencer darah, seperti aspirin.

  • Pasien mungkin diminta berpuasa sebelum operasi.

 

Setelah rangkaian persiapan sudah selesai dan jadwal operasi sudah ditentukan, maka pasien akan memasuki ruang operasi. Prosedur yang dilakukan bisa berbeda-beda, tergantung dari jenis operasi yang dipilih oleh dokter. Namun, umumnya, proses operasi hernia adalah sebagai berikut:

 

  • Pasien akan diberikan bius anestesi agar tidak merasakan sakit. Terdapat beberapa jenis anestesi yang biasanya diberikan, yaitu anestesi umum (pasien tertidur sepenuhnya), anestesi regional (hanya area tertentu tubuh yang mati rasa, terdapat dua jenis anestesi regional yang biasanya digunakan, yaitu anestesi spinal dan epidural), dan anestesi lokal (hanya area kecil tubuh yang mengalami mati rasa).

  • Dokter akan membuat satu sayatan besar untuk operasi hernia tradisional (operasi terbuka), sedangkan untuk operasi laparoskopi hanya beberapa sayatan kecil (biasanya 3–4 sayatan).

  • Dokter akan mengembalikan jaringan hernia ke posisi semula dan jaringan di sekitarnya yang melemah akan diperbaiki. Dokter biasanya akan menyatukan jaringan lemah dengan jaringan sehat melalui jahitan agar bisa membentuk dinding penguat. Jaringan ini biasanya disebut juga jaring bedah (surgical mesh). Dengan begitu, hernia diharapkan tidak kambuh lagi.

  • Setelah selesai, sayatan akan dijahit kembali dan luka ditutup dengan perban.

 

Operasi hernia dapat memakan waktu hanya 30–60 menit untuk perbaikan sederhana dan lima jam untuk perbaikan yang lebih kompleks. Setelah pulang ke rumah, pasien biasanya dianjurkan istirahat total selama 24 jam pertama. Selanjutnya, pasien dapat melakukan aktivitas dasar, seperti berjalan, namun sebaiknya tidak terlalu memaksakan diri pada hari pertama. 

 

Risiko Komplikasi Operasi Hernia

 

Herniorrhaphy adalah prosedur yang aman untuk dilakukan. Namun, seperti prosedur medis lainnya, operasi hernia juga bisa memiliki efek samping yang bisa muncul sesaat setelah operasi, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Kendati demikian, tim medis akan membantu mencegah timbulnya komplikasi sebisa mungkin.

 

Adapun beberapa efek samping atau komplikasi jangka panjang setelah operasi hernia adalah sebagai berikut:

 

  • Seroma (penumpukan cairan di bawah kulit, biasanya di sekitar area bekas sayatan).

  • Infeksi di lokasi sayatan.

  • Hematoma (gumpalan darah).

  • Cedera pada jaringan, organ, dan pembuluh darah di sekitarnya.

  • Gangguan buang air kecil. Beberapa pasien mengalami kesulitan buang air kecil setelah operasi, namun biasanya hanya bersifat sementara.

  • Kekambuhan hernia.

  • Nyeri kronis.

 

Siloam Hospitals kini menghadirkan Da Vinci Xi Robotic Surgery, sebuah teknologi bedah robotik generasi terbaru untuk menangani hernia dan berbagai prosedur lainnya. Dengan fitur kamera 3D HD yang mampu memperbesar hingga 10 kali lipat, dokter bedah dapat melihat area operasi dengan sangat jelas dan akurat.

 

Teknologi bedah robotik memungkinkan tindakan bedah minimal invasif dengan hasil yang lebih presisi. Didukung dokter berpengalaman, pasien akan mendapatkan manfaat berupa waktu pemulihan yang lebih cepat, bekas luka yang lebih kecil, dan tingkat kenyamanan yang lebih tinggi selama proses perawatan.

 

Namun penting untuk dipahami, prosedur operasi hernia hanya disarankan bagi pasien yang telah memperoleh diagnosis dari dokter. Sebelum memutuskannya, dokter akan terlebih dahulu mempertimbangkan kondisi medis pasien guna memastikan bahwa pasien telah memenuhi persyaratan untuk menjalani tindakan ini.

 

Apabila Anda atau kerabat terdekat mengalami sejumlah gejala yang berkaitan dengan hernia atau gangguan pencernaan, Anda bisa mengunjungi Dokter Spesialis Bedah di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat. Lebih lanjut, Anda juga dapat memperoleh informasi mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.

 

Sebagai informasi, tahapan pemeriksaan dan langkah pengobatan di setiap rumah sakit mungkin berbeda-beda, tergantung dari fasilitas kesehatan yang tersedia. Kendati demikian, tenaga medis profesional akan menentukan pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi kesehatan pasien.


Manfaatkan aplikasi MySiloam untuk mengakses berbagai fitur kesehatan yang memudahkan Anda, mulai dari melihat jadwal dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, hingga memantau hasil pemeriksaan. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Sumber

NHS. Hernia repair. Diakses pada 2025 | Cleveland Clinic. Hernia Repair Surgery. Diakses pada 2025 | Harvard Health Publishing. Hernia repair. Diakses pada 2025 | American Society of Anesthesiologist. Hernia Surgery. Diakses pada 2025 | Ocrobotic Surgery. What Are the Different Types of Anesthesia That Can Be Used During Inguinal Hernia Repair Surgery?. Diakses pada 2025 |

Dokter Kami
dr-widjoyo-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Widjoyo, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-roland-octavianus-karema-spb

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Roland Octavianus Karema, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ade-chandra-spb

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ade Chandra, SpB

Bedah Umum

Spesialis Bedah


Siloam Hospitals Denpasar

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail