Ibu dan Anak
Histerektomi: Prosedur Pengangkatan Rahim dan Berbagai Indikasinya

Table of Contents
Histerektomi adalah prosedur pembedahan untuk mengangkat sebagian atau seluruh rahim wanita. Prosedur ini umumnya dilakukan bagi wanita yang ingin menggunakan metode kontrasepsi permanen atau sebagai pengobatan untuk kondisi medis tertentu, seperti kanker rahim.
Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai histerektomi, termasuk indikasi, jenis-jenis prosedur, serta risiko dan manfaatnya, mari simak ulasannya lengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa Itu Histerektomi?
Histerektomi adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mengangkat rahim (uterus), yang dapat disertai dengan pengangkatan leher rahim (serviks). Sebagai informasi, rahim adalah organ reproduksi wanita yang menjadi tempat berkembangnya janin selama masa kehamilan.
Sementara itu, serviks atau leher rahim adalah bagian dari rahim yang berfungsi untuk menghubungkan rahim dan vagina. Serviks juga berfungsi sebagai jalan lahir bayi dan keluarnya darah menstruasi dari rahim menuju vagina.
Pada beberapa kasus, operasi angkat rahim ini juga dapat dilakukan bersama dengan pengangkatan ovarium (indung telur) dan tuba falopi. Ovarium sendiri merupakan organ reproduksi wanita yang berfungsi untuk memproduksi sel telur dan menghasilkan hormon estrogen. Di sisi lain, tuba falopi adalah saluran yang menghubungkan ovarium dan rahim.
Jenis-Jenis Histerektomi
Berdasarkan bagian rahim yang diangkat, prosedur histerektomi dapat dibedakan menjadi lima jenis, yaitu histerektomi radikal (radical hysterectomy), histerektomi parsial (subtotal), histerektomi total, histerektomi radikal dengan bilateral salpingo-ooforektomi, dan histerektomi total dengan bilateral salpingo-ooforektomi.
-
Histerektomi radikal (radical hysterectomy): Prosedur pembedahan untuk mengangkat rahim, leher rahim (serviks), rongga vagina bagian atas, serta kelenjar getah bening di sekitarnya.
-
Histerektomi radikal dengan bilateral salpingo-ooforektomi: Prosedur pengangkatan rahim, serviks, tuba falopi, ovarium, bagian atas vagina, dan kelenjar getah bening di sekitarnya.
-
Histerektomi total: Prosedur pengangkatan seluruh bagian rahim dan serviks.
-
Histerektomi total dengan bilateral salpingo-ooforektomi: Prosedur pembedahan untuk mengangkat rahim, serviks, tuba falopi, dan ovarium.
-
Histerektomi parsial (subtotal): Prosedur pembedahan untuk mengangkat bagian atas rahim, tanpa disertai dengan pengangkatan serviks.
Tujuan dan Indikasi Histerektomi
Pada dasarnya, histerektomi adalah prosedur medis yang dapat menjadi pilihan terapi untuk menangani sejumlah kondisi medis tertentu, mulai dari radang panggul kronis hingga kanker rahim. Berikut penjelasan selengkapnya.
-
Radang panggul kronis, terutama jika kondisi pasien tidak kunjung membaik setelah menjalani pengobatan lain.
-
Menorrhagia, yaitu kondisi ketika jumlah darah yang keluar saat menstruasi terlalu banyak dan memiliki durasi haid lebih dari 7 hari. Prosedur histerektomi dapat dipertimbangkan jika terapi lain tidak berhasil, dan pasien sudah tidak ingin mempunyai anak lagi.
-
Prolaps uteri, yaitu kondisi ketika jaringan rahim turun hingga menonjol keluar melalui vagina.
-
Plasenta akreta, yaitu kondisi medis berupa tumbuhnya plasenta terlalu dalam pada lapisan dinding rahim.
-
Komplikasi persalinan, seperti perdarahan hebat.
-
Dilakukan sebagai kontrasepsi permanen bagi wanita yang sudah tidak berencana untuk memiliki buah hati lagi.
Kontraindikasi Histerektomi
Histerektomi adalah prosedur medis yang dapat dilakukan untuk menangani sejumlah masalah kesehatan. Namun, dokter biasanya tidak merekomendasikan prosedur ini untuk pasien yang belum memiliki anak.
Mengingat histerektomi merupakan tindakan medis besar dan memengaruhi reproduksi wanita secara signifikan, dapat dipahami jika pasien merasa membutuhkan pendapat medis kedua (second opinion) untuk meninjau ulang rencana penanganan yang disarankan. Dalam hal ini, pasien dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis terkait untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Meski demikian, jika tidak ada alternatif metode pengobatan lain dan histerektomi merupakan satu-satunya pilihan pengobatan untuk kondisi medis tertentu, dokter tetap dapat menyarankan pasien untuk menjalani histerektomi.
Prosedur Histerektomi
Prosedur histerektomi adalah tindakan medis yang melibatkan tiga tahapan utama, yaitu persiapan, saat prosedur, serta perawatan pascaprosedur. Berikut masing-masing penjelasannya.
A. Persiapan
Sebelum menjalani prosedur histerektomi, dokter akan melakukan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan, riwayat kesehatan pasien, dan riwayat obat-obatan yang sedang dikonsumsi.
Selain itu, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan penunjang lainnya, seperti tes darah atau USG rahim atau panggul untuk mengevaluasi kondisi pasien secara lebih detail. Lalu, pasien biasanya akan menerima sejumlah instruksi yang perlu dilakukan sebelum menjalani tindakan operasi, di antaranya sebagai berikut.
-
Menghentikan penggunaan obat pengencer darah dan antiinflamasi terlebih dahulu.
-
Menghindari konsumsi makanan atau minuman tertentu pada beberapa hari sebelum operasi.
-
Menjaga kebersihan tubuh dan organ reproduksi sebelum operasi.
-
Menghindari rokok, mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang, serta menurunkan berat badan jika mengalami obesitas.
B. Prosedur
Secara umum, prosedur histerektomi yang dilakukan cenderung bervariasi tergantung pada kondisi medis pasien. Namun, apa pun prosedur histerektomi yang dilakukan, dokter akan memberikan anestesi (bius) untuk menghilangkan rasa nyeri selama prosedur pembedahan berlangsung.
Adapun beberapa teknik yang umum digunakan oleh dokter untuk melakukan prosedur histerektomi, yakni:
-
Histerektomi laparoskopi: Prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan cara membuat sayatan kecil di sekitar perut. Lalu, dokter akan memasukkan kamera kecil dan instrumen khusus melalui sayatan tersebut untuk memulai operasi angkat rahim.
-
Histerektomi vagina: Prosedur minimal invasif untuk mengangkat rahim dan serviks yang dilakukan melalui vagina. Melalui prosedur ini, dokter juga dapat mengangkat indung telur sesuai dengan kondisi medis pasien.
-
Histerektomi perut: Prosedur pengangkatan rahim dan jaringan di sekitarnya dengan membuat sayatan pada perut bagian bawah.
-
Histerektomi dengan teknik bedah robotik: Dengan robotic hysterectomy surgery, dokter akan mengoperasikan robot dari meja console untuk mengontrol kamera dan instrumen bedah guna mengangkat rahim dan serviks secara presisi. Prosedur minimal invasif yang memanfaatkan sistem robotik ini dapat meminimalkan risiko infeksi dan komplikasi pada pasien, serta memungkinkan pemulihan yang lebih cepat.
C. Pascaprosedur
Lama waktu pemulihan setelah prosedur histerektomi cenderung beragam, tergantung dengan kondisi pasien dan jenis prosedur histerektomi yang dilakukan. Umumnya, proses pemulihan pascaprosedur histerektomi berlangsung selama 6–8 minggu pascaoperasi. Namun, jika menjalani robotic hysterectomy surgery, maka pasien dapat pulih dalam waktu yang lebih singkat, yaitu sekitar 3–4 minggu.
Selama proses pemulihan, pasien perlu melakukan pemeriksaan ke dokter secara rutin guna menghindari dan mengantisipasi risiko komplikasi pascaoperasi. Untuk memaksimalkan proses pemulihan, pasien perlu membatasi aktivitas fisik berat terlebih dahulu. Pasien dianjurkan untuk tidak mengangkat beban berat serta memperbanyak istirahat untuk memaksimalkan pemulihan otot dan jaringan perut.
Komplikasi Histerektomi
Pada dasarnya, histerektomi adalah prosedur medis yang tergolong aman. Namun, sejumlah efek samping dan komplikasi yang berisiko muncul setelah menjalani prosedur histerektomi adalah sebagai berikut.
-
Reaksi alergi akibat obat bius, seperti mual, muntah, nyeri kepala, dan lain sebagainya.
-
Perdarahan.
-
Penggumpalan darah.
-
Kerusakan jaringan di sekitar panggul, seperti prolaps panggul atau prolaps vagina.
-
Munculnya fistula atau kelainan pada saluran penghubung vagina dan kanalis anal.
-
Infeksi atau abses pada panggul.
-
Munculnya jaringan parut yang menyebabkan organ di dalam rongga perut menempel satu sama lain.
-
Nyeri kronis.
-
Infertilitas, terutama jika indung telur ikut diangkat.
-
Depresi karena mengalami infertilitas.
Dapat disimpulkan, histerektomi adalah prosedur medis yang dapat dilakukan sebagai kontrasepsi permanen dan untuk menangani kondisi medis tertentu. Sebelum menjalani histerektomi, dokter akan terlebih dahulu mendiskusikan kondisi pasien bersama tim medis terkait untuk memastikan pasien telah memenuhi persyaratan dalam menjalani prosedur ini.
Siloam Hospitals kini menghadirkan Da Vinci Xi Robotic Surgery, teknologi robotik terkini yang digunakan dalam prosedur histerektomi dan berbagai tindakan lainnya. Teknologi ini dilengkapi dengan kamera 3D HD yang mampu memperbesar objek hingga 10x, sehingga visualisasi area operasi menjadi lebih jelas.
Didukung oleh dokter yang terlatih dan bersertifikasi, teknik robotic surgery ini menawarkan keunggulan berupa hasil bedah yang lebih konsisten dan akurat, waktu pemulihan yang lebih singkat, serta risiko komplikasi yang lebih rendah. Oleh karena itu, pasien pun dapat merasakan pengalaman yang lebih nyaman dan optimal.
Namun, perlu diketahui bahwa tahap pemeriksaan dan pengobatan yang Anda jalani terkait histerektomi dapat berbeda tergantung pada fasilitas kesehatan masing-masing rumah sakit. Tenaga medis profesional akan menentukan tahapan pemeriksaan dan pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi medis setiap pasien.
Apabila Anda membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai kondisi yang dialami atau rekomendasi terkait penanganan yang disarankan, mencari second opinion bisa menjadi tindakan yang bijak untuk memastikan bahwa diagnosis serta rencana terapi yang diberikan sudah tepat. Dengan banyaknya terobosan medis terkini dan dokter yang kompeten, Anda juga dapat memperoleh pendapat medis kedua di dalam negeri.
Dalam memperoleh second opinion sebelum histerektomi, Anda dapat merujuk pada rumah sakit berstandar internasional dengan reputasi baik serta rekam jejak unggul untuk perawatan yang optimal.
Anda juga dapat mengunjungi Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis yang tepat dan akurat. Anda juga dapat memperoleh informasi mengenai Da Vinci Xi Robotic Surgery di Siloam Hospitals Kebon Jeruk.
Untuk mendapatkan berbagai fitur layanan Siloam Hospitals, Anda bisa menggunakan aplikasi MySiloam guna melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Makassar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Kunjungi Rumah Sakit
dr. Tia Indriana, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Purwakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
Online & Kunjungi Rumah Sakit
dr. Danny Wiguna, SpOG
Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)
Spesialis Obstetri dan Ginekologi
Siloam Hospitals Yogyakarta
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Pranikah Basic (Wanita)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
18 Service/Item
Rp8.500.000
TERPOPULER
Skrining Pranikah Advance (Wanita)
Skrining Pranikah, Skrining Pria & Wanita
25 Service/Item
Rp11.000.000
MCU Paket Wanita Dasar (SHBS)
Skrining Pria & Wanita
13 Service/Item
Rp830.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp650.000
TERPOPULER
Kunjungan Dokter Umum dan Perawat - Homecare
Kunjungan Dokter Umum
Rp1.100.000







