Menstruasi (Haid) - Siklus Bulanan yang Dialami Wanita
Ibu dan Anak

Menstruasi (Haid) - Siklus Bulanan yang Dialami Wanita

22 Agustus 2024 5 menit waktu baca
menstruasi adalah

Haid atau menstruasi adalah proses alami pada sistem reproduksi wanita yang ditandai dengan pendarahan dari vagina. Secara umum, perdarahan ini disebabkan oleh pengelupasan lapisan rahim setelah tidak terjadi pembuahan. 

 

Mari simak lebih lanjut mengenai bagaimana siklus haid normal, tanda-tanda, hingga penyebab menstruasi tidak teratur melalui ulasan di bawah ini.

Apa itu Menstruasi?

 

Haid atau menstruasi adalah kondisi berupa keluarnya darah dari vagina yang terjadi setiap bulan. Menstruasi adalah proses normal dari organ reproduksi wanita yang biasanya dimulai pada usia 12 tahun dan berlangsung hingga memasuki masa menopause.

 

Pada dasarnya, menstruasi dapat terjadi karena organ reproduksi wanita sedang mempersiapkan kehamilan untuk setiap bulannya. Kondisi ini ditandai dengan pelepasan sel telur dari indung telur ke tuba falopi serta penebalan dinding rahim atau endometrium. Apabila tidak terjadi pembuahan, maka lapisan endometrium tersebut akan meluruh sehingga menyebabkan keluarnya darah melalui vagina.

 

Fase Menstruasi

 

Menstruasi adalah siklus alami yang terbagi menjadi empat fase utama, yaitu fase menstruasi, folikuler, ovulasi, dan luteal. Berikut masing-masing penjelasannya.

 

1. Fase Menstruasi

 

Pada fase ini, dinding rahim atau endometrium akan meluruh sehingga menyebabkan keluarnya darah dan cairan lendir melalui vagina. Fase menstruasi biasanya berlangsung selama 3–7 hari.

 

2. Fase Folikuler

 

Fase folikuler merupakan salah satu fase menstruasi yang terjadi ketika ovarium membentuk folikel berisi sel telur yang belum matang. Folikel tersebut dapat berkembang serta merangsang penebalan pada lapisan endometrium. Umumnya, fase folikuler terjadi sejak hari pertama menstruasi dan dapat berlangsung selama 11–27 hari.

 

3. Fase Ovulasi

 

Fase ovulasi atau masa subur adalah fase ketika ovarium (indung telur) melepaskan sel telur yang matang. Sel telur tersebut siap dibuahi oleh sperma di saluran tuba falopi. Namun, jika tidak dibuahi, sel telur tersebut akan melebur dalam waktu 24 jam setelah terjadinya fase ovulasi yang ditandai dengan keluarnya lendir serviks dari vagina. Fase ovulasi ini biasanya terjadi pada hari ke-12 hingga 14 dari siklus menstruasi.

 

4. Fase Luteal

 

Pada fase luteal, sel telur akan berubah menjadi korpus luteum yang dapat melepaskan hormon reproduksi. Hormon tersebut dapat memicu terjadinya penebalan dinding rahim.

 

Namun, jika tidak terjadi pembuahan, maka korpus luteum tersebut akan menyusut dan diserap kembali oleh rahim dan menyebabkan penurunan kadar hormon reproduksi sehingga memicu peluruhan dinding rahim. Fase luteal biasanya berlangsung selama 11–17 hari dan kerap menimbulkan gejala-gejala premenstrual syndrome atau PMS.

 

Tanda-Tanda Menstruasi

 

Menstruasi adalah kondisi yang dapat menimbulkan gejala, baik menjelang haid ataupun selama haid berlangsung. Berikut penjelasan lengkapnya.

 

Gejala Menjelang Menstruasi (Premenstrual syndrome/PMS)

 

Menjelang menstruasi, kadar hormon di dalam tubuh cenderung berubah-ubah. Hal tersebut dapat memengaruhi perubahan fisik, emosi dan perilaku seseorang. Kondisi ini lebih dikenal dengan istilah sindrom pramenstruasi atau premenstrual syndrome (PMS). Beberapa gejala tersebut di antaranya:

  • Payudara terasa nyeri dan kencang.
  • Muncul jerawat.
  • Perut kembung.
  • Mood swing.
  • Sakit kepala.
  • Nafsu makan meningkat.

 

Selain itu, pada kasus yang jarang terjadi, wanita juga dapat mengalami gejala PMS yang lebih parah. Kondisi ini dikenal dengan istilah premenstrual dysphonic disorder (PMDD). Adapun sejumlah gejala umum dari PMDD adalah:

  • Migrain parah.
  • Gelisah.
  • Mood swing yang serius.
  • Depresi.

 

Gejala saat Menstruasi

 

Terdapat sejumlah gejala umum yang terjadi akibat kontraksi rahim dan perubahan hormon selama haid berlangsung, di antaranya adalah:

  • Dismenore atau nyeri pada bagian bawah perut.
  • Nyeri pada punggung bagian bawah, pinggul, dan paha bagian dalam.
  • Sakit kepala.
  • Lemas.
  • Diare.
  • Mudah marah.

 

Penyebab Menstruasi Tidak Teratur

 

Siklus menstruasi normal biasanya terjadi dalam kurun waktu 21–35 hari dengan periode haid selama 3–7 hari. Pada fase tersebut, wanita akan mengeluarkan darah dengan volume yang biasanya tidak lebih dari 80 mililiter.

 

Di sisi lain, terdapat sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan wanita memiliki siklus haid tidak teratur, di antaranya adalah:

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat antidepresan.
  • Menggunakan alat kontrasepsi atau mengonsumsi kontrasepsi hormonal berupa pil KB atau KB spiral (alat kontrasepsi dalam rahim atau AKDR).
  • Mengidap gangguan hormon tiroid, seperti hipotiroidisme atau hipertiroidisme.
  • Menderita gangguan rahim, seperti polycystic ovarian syndrome (PCOS), endometriosis, tumor rahim jinak (fibroid rahim), dan lain sebagainya.
  • Menderita penyakit radang panggul.
  • Stres berat.
  • Sedang menyusui.
  • Kebiasaan merokok.
  • Menjalani diet yang terlalu ketat.
  • Berolahraga dengan intensitas yang terlalu tinggi.

 

Komplikasi Gangguan Menstruasi

 

Apabila tidak segera ditangani dengan tepat, gangguan siklus menstruasi dapat menyebabkan terjadinya anemia atau kurang darah. Selain itu, wanita yang mengalami gangguan siklus menstruasi dalam jangka waktu lama juga berisiko mengalami gangguan kesuburan (infertilitas).

 

Diagnosis Gangguan Menstruasi

 

Langkah pertama yang dapat dilakukan dokter untuk mendiagnosis gangguan menstruasi adalah dengan melakukan wawancara medis (anamnesis) dengan pasien untuk menanyakan keluhan, riwayat kesehatan, dan jenis obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Pemeriksaan panggul juga dapat dilakukan untuk mendeteksi tumor atau radang panggul.

 

Selain itu, untuk mengonfirmasi penyebab gangguan siklus menstruasi, terdapat sejumlah pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Tes darah.
  • Pap smear.
  • USG rahim.
  • Biopsi.
  • Pemeriksaan cairan vagina.

 

Penanganan Gangguan Menstruasi

 

Adapun sejumlah penanganan medis yang dapat dilakukan untuk menangani gangguan siklus menstruasi adalah sebagai berikut:

  • Meresepkan obat analgesik, seperti ibuprofen, parasetamol, dan asam mefenamat untuk meredakan rasa nyeri.
  • Terapi hormon yang mengandung hormon estrogen dan progesteron guna membantu melancarkan haid pada wanita dengan menstruasi tidak teratur.
  • Meresepkan suplemen penambah darah untuk mencegah terjadinya anemia.
  • Tindakan operasi untuk menangani gangguan siklus menstruasi akibat kondisi medis tertentu, seperti tumor jinak rahim atau endometriosis.

 

Cara Mencegah Menstruasi Tidak Teratur

 

Pada dasarnya, siklus menstruasi yang tidak teratur bisa dicegah dengan menjalani pola hidup sehat sebaik mungkin. Adapun beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari risiko gangguan siklus menstruasi adalah sebagai berikut:

  • Mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang.
  • Membatasi konsumsi gula, garam, minuman beralkohol, dan kafein berlebih.
  • Berolahraga secara rutin.
  • Istirahat yang cukup.
  • Mengelola stres sebaik mungkin.
  • Tidak merokok.

 

Menstruasi adalah siklus normal yang dialami oleh setiap wanita pada usia reproduktif. Namun, jika Anda memiliki kondisi yang memengaruhi siklus menstruasi, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan di Siloam Hospitals agar mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

 

telechat (1)

Dokter Kami
dr-lenny-khosal-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Lenny Khosal, M.Kes, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Makassar

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-tia-indriana-spog

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Tia Indriana, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Purwakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-danny-wiguna-spog

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Danny Wiguna, SpOG

Obstetri dan Ginekologi (Kandungan)

Spesialis Obstetri dan Ginekologi


Siloam Hospitals Yogyakarta

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail