Kesehatan Tubuh
Obat Analgesik: Fungsi, Aturan Pakai, dan Efek Sampingnya

Table of Contents
Obat pereda nyeri atau analgesik adalah jenis obat yang digunakan untuk meredakan atau menghilangkan rasa sakit pada tubuh. Obat ini bekerja dengan mengurangi peradangan atau mengubah persepsi otak dalam memproses rasa sakit.
Simak pembahasan mengenai fungsi, jenis, aturan pakai, dan efek samping analgesik melalui artikel di bawah ini.
Apa itu Analgesik?
Painkiller, pereda nyeri, atau analgesik adalah obat untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri pada tubuh. Analgesik biasanya digunakan untuk meredakan gejala nyeri otot, sakit gigi, sakit kepala, radang sendi, nyeri haid, nyeri karena cedera, atau perawatan pascaoperasi.
Analgesik adalah obat yang dapat digunakan melalui beberapa cara, yaitu diminum (berbentuk tablet, larutan, atau kapsul), dioles (berbentuk salep atau gel), atau dimasukkan ke dalam tubuh melalui lubang anus (supositoria).
Fungsi Obat Analgesik
Fungsi utama obat analgesik adalah untuk mengurangi atau menghilangkan rasa nyeri pada tubuh yang timbul karena kondisi tertentu, seperti:
-
Pascaoperasi.
-
Cedera atau patah tulang.
-
Nyeri otot.
-
Sakit gigi.
-
Sakit kepala.
-
Radang sendi, seperti osteoarthritis atau artritis gout.
-
Penyakit kronis, seperti nyeri punggung atau kanker.
-
Dan lain-lain.
Jenis-Jenis Obat Analgesik
Berdasarkan cara kerjanya, obat analgesik dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu antiinflamasi analgesik, opioid analgesik, dan analgesik gabungan. Berikut masing-masing penjelasannya.
1. Antiinflamasi Analgesik
Antiinflamasi analgesik adalah salah satu jenis obat pereda nyeri yang bekerja dengan mengurangi peradangan yang menimbulkan rasa nyeri pada tubuh. Beberapa jenis obat yang termasuk golongan antiinflamasi analgesik adalah:
-
Parasetamol.
-
COX inhibitors.
-
Obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), seperti ibuprofen, celecoxib, dan naproxen.
-
Aspirin.
2. Opioid Analgesik
Opioid analgesik adalah obat pereda nyeri yang bekerja dengan mengubah cara kerja otak dalam menerima dan memproses rasa sakit. Adapun beberapa jenis obat opioid analgesik adalah sebagai berikut:
-
Oxycodone.
-
Morphine.
-
Hydromorphone.
-
Codeine.
-
Meperidine.
-
Methadone.
3. Compound Analgesics
Compound analgesics merupakan jenis obat pereda nyeri yang terbuat dari kombinasi opioid dan non-opioid. Selain itu, beberapa jenis obat compound analgesics juga mengandung kodein dosis rendah yang dapat membantu mengurangi rasa nyeri. Beberapa contoh obat compound analgesics seperti co-codamol dan co-codaprin.
Dosis dan Aturan Pakai Analgesik
Perlu diketahui bahwa dosis dan aturan pakai analgesik tergantung pada jenis obat serta kondisi medis yang sedang ditangani. Konsumsi analgesik pun pada dasarnya harus disesuaikan dengan resep serta anjuran dari dokter.
Namun, terdapat beberapa jenis obat antiinflamasi analgesik berdosis rendah yang tersedia di apotek dan bebas resep. Meski begitu, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan petunjuk yang tertera pada kemasan.
Apabila rasa nyeri tidak mereda meski telah mengonsumsi analgesik sesuai resep ataupun secara mandiri, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter guna memperoleh pengobatan medis yang tepat.
Hal-Hal yang Perlu Dipertimbangkan sebelum Mengonsumsi Analgesik
Terdapat sejumlah hal yang akan menjadi bahan pertimbangan dokter sebelum meresepkan analgesik pada pasien, di antaranya adalah:
-
Berusia di bawah 16 tahun.
-
Lansia berusia di atas 65 tahun.
-
Sedang hamil atau menyusui.
-
Menderita penyakit ginjal atau hati.
-
Menderita stroke.
-
Menderita epilepsi.
-
Menderita tukak lambung.
-
Memiliki alergi terhadap obat-obatan tertentu.
Efek Samping Analgesik
Adapun sejumlah efek samping yang bisa terjadi selama mengonsumsi analgesik adalah sebagai berikut:
-
Mual atau muntah.
-
Mulut kering.
-
Sakit perut.
-
Mengantuk.
-
Gatal-gatal
-
Sulit berkonsentrasi.
Selain itu, jika mengonsumsi analgesik dalam jangka waktu lama, terdapat beberapa efek samping yang lebih serius dan penting untuk diwaspadai, di antaranya adalah:
-
Muncul reaksi alergi kronis, seperti ruam merah dan gatal-gatal di beberapa bagian tubuh.
-
Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
-
Gangguan pendengaran atau penglihatan.
-
Sakit kepala parah.
-
Kulit atau mata menguning (jaundice).
-
Sulit buang air kecil.
-
Urine berwarna keruh.
Penting untuk diingat bahwa informasi di atas hanya bersifat edukasi dan tidak dapat menggantikan konsultasi, anjuran, dan saran perawatan dari tim medis profesional. Oleh karena itu, selalu konsultasikan kondisi Anda terlebih dahulu dengan dokter atau apoteker sebelum menggunakan obat.
Jika sudah diberikan obat berdasarkan hasil konsultasi, pastikan juga untuk membaca label kemasan dengan cermat dan patuhi petunjuk dosis yang diberikan oleh dokter sebelum mengonsumsi obat.
Anda disarankan untuk menghubungi dokter jika gejala tidak membaik sesudah menggunakan obat. Dalam kasus darurat, segera hubungi kontak emergensi kami di 1-500-911 atau kunjungi Siloam Hospitals terdekat di kota Anda.
Gunakan aplikasi MySiloam untuk melihat jadwal praktik dokter, membuat janji temu dengan dokter terkait, serta memantau hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang untuk menikmati berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda #BersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Denpasar
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals TB Simatupang
Tersedia :
Tersedia hari ini







