Kesehatan Tubuh
9 Penyebab Feses Berwarna Hitam yang Harus Diwaspadai

Table of Contents
Feses warna hitam dapat mengindikasikan adanya suatu permasalahan dalam tubuh, seperti perdarahan pada saluran cerna, polip usus, hingga kanker. Namun, terdapat juga faktor lain yang dapat menyebabkan BAB berwarna gelap dan bukan merupakan kondisi yang serius, misalnya mengonsumsi buah-buahan berwarna gelap.
Mengingat BAB warna hitam dapat diakibatkan oleh berbagai faktor, sebaiknya setiap orang mengenali sejumlah penyebabnya untuk membantu memahami apakah kondisi yang dialami tergolong normal atau berbahaya. Mari simak beberapa alasan mengapa feses berwarna hitam dan cara mengatasinya.
Mengapa Warna Feses Bisa Berbeda?
Warna feses merupakan salah satu indikator untuk menilai kesehatan tubuh. Umumnya, warna feses sehat adalah kuning tua kecokelatan. Komponen penentu warna feses disebut bilirubin, yaitu zat pemberi warna (pigmen) yang diproduksi oleh organ hati.
Bilirubin berasal dari perombakan sel darah merah yang sudah menua. Pigmen tersebut kemudian terkumpul di dalam usus dan tercampur dengan berbagai zat. Perubahan warna feses menjadi kecokelatan terjadi ketika bilirubin bercampur dengan zat besi di dalam sistem pencernaan.
Akan tetapi, warna kecokelatan tersebut bisa berubah, salah satunya menjadi gelap atau menghitam, tergantung dari makanan, banyak cairan empedu di dalamnya, serta adanya zat yang tidak biasa pada rongga usus, seperti darah. Kondisi ini juga bisa dipengaruhi oleh munculnya gangguan pada sistem pencernaan.
Apa Penyebab Feses Berwarna Hitam?
Apakah berbahaya jika BAB berwarna hitam? Seperti yang telah diutarakan di awal, perubahan warna feses memang dapat menjadi indikasi adanya masalah kesehatan. Walaupun BAB warna hitam tidak selalu berbahaya, hal ini tetap perlu diwaspadai. Beberapa penyebab feses berwarna hitam adalah sebagai berikut.
1. Konsumsi Makanan Tertentu
Salah satu penyebab feses warna hitam adalah mengonsumsi jenis makanan tertentu, misalnya makanan berwarna hitam, ungu, atau biru tua seperti buah bit dan bluberi. Kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan karena warna feses akan kembali normal dengan sendirinya.
2. Konsumsi Obat-obatan Tertentu
Selain makanan, mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat menjadi alasan mengapa feses berwarna hitam. Salah satu obat yang bisa memicu kondisi tersebut berjenis bismuth subsalicylate. Selain itu, suplemen yang mengandung zat besi juga dapat menyebabkan perubahan warna feses menjadi lebih gelap.
3. Perdarahan pada Saluran Cerna
Perdarahan pada saluran cerna juga menjadi salah satu alasan terjadinya BAB berwarna hitam. Feses yang tercampur dengan darah akan berubah menjadi hitam pekat dan terlihat seperti oli. Perdarahan tersebut sering kali terjadi pada saluran cerna bagian atas, seperti kerongkongan, lambung, dan usus dua belas jari (duodenum). Beberapa gejala lain yang dapat menyertai kondisi ini adalah kulit pucat, muntah darah, kram perut, sesak napas, pusing, serta kelelahan.
4. Polip Usus
Penyebab feses berwarna hitam berikutnya adalah polip usus, yaitu benjolan kecil pada usus besar atau rektum. Kondisi ini menyebabkan terjadinya perdarahan sehingga memicu perubahan warna pada feses. Pada kasus yang jarang terjadi, kondisi ini berisiko menjadi kanker.
5. Angiodisplasia
Angiodisplasia adalah suatu kelainan pada pembuluh darah, tepatnya di bagian membran mukosa saluran pencernaan, yang dapat menyebabkan feses berwarna hitam. Namun, belum diketahui secara pasti apa penyebab dari kondisi tersebut.
6. Varises Esofagus
Varises esofagus merupakan salah satu gangguan di kerongkongan akibat perdarahan yang juga dapat menyebabkan feses berwarna hitam. Kondisi ini terjadi ketika pembuluh darah di saluran yang menghubungkan tenggorokan dan lambung mengalami pembesaran. Beberapa pemicunya adalah gangguan hati, penyakit trombosis, atau infeksi parasit.
7. Kolitis Ulseratif
Kolitis ulseratif adalah peradangan pada usus besar yang dapat memicu adanya perdarahan sehingga BAB menjadi berwarna hitam. Sayangnya, belum diketahui secara pasti apa penyebab kolitis ulseratif. Namun, pola makan yang tidak sehat diduga menjadi salah satu faktor risiko kondisi ini.
8. Robekan pada Esofagus
Batuk atau muntah yang terjadi terlalu sering akibat kondisi tertentu dapat memicu robeknya esofagus dan menimbulkan perdarahan. Kondisi ini disebut juga dengan Mallory-Weiss tear. Perdarahan itulah yang dapat menyebabkan feses berwarna hitam.
9. Tumor Jinak atau Kanker
Penyebab feses berwarna hitam yang cukup serius adalah tumor atau kanker. Munculnya tumor jinak atau kanker dalam saluran pencernaan, seperti lambung, kerongkongan, usus besar, dan rektum, dapat menimbulkan perdarahan yang menyebabkan feses menjadi hitam.
Bagaimana Cara Mengatasi Feses Berwarna Hitam?
Apa yang harus dilakukan jika feses berwarna hitam? Hal pertama yang perlu dilakukan adalah mencari tahu penyebabnya. Sebagian besar kasus feses berwarna hitam disebabkan oleh konsumsi makanan dan obat-obatan. Jika mengalami kondisi ini, coba untuk mengingat makanan apa yang telah dikonsumsi. Apabila feses berwarna hitam akibat obat atau makanan, maka umumnya tidak menjadi masalah serius.
Namun, jika kondisi ini terjadi secara tiba-tiba, bahkan ketika tidak mengonsumsi makanan yang bisa menyebabkan tinja berwarna hitam, maka terdapat kemungkinan adanya gangguan pada saluran pencernaan. Apabila mengalami kondisi ini, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Dokter perlu menegakkan diagnosis terhadap kondisi yang dialami pasien sebelum memberikan penanganan. Selanjutnya, dokter akan memberikan obat-obatan dan prosedur medis sesuai dengan penyebab yang mendasarinya, beberapa di antaranya adalah:
-
Prosedur kauterisasi, yaitu prosedur untuk menutup luka dengan membakarnya menggunakan listrik bertegangan rendah.
-
Memasang kateter khusus untuk menghambat aliran darah ke jaringan yang mengalami perdarahan.
-
Menyuntikkan obat penggumpal darah pada saluran cerna ketika melakukan endoskopi.
-
Menutup luka menggunakan pengikat atau penjepit untuk menghilangkan pembengkakan pada pembuluh darah.
-
Melakukan transfusi darah jika pasien mengalami perdarahan yang cukup hebat dan tak kunjung berhenti.
-
Memberikan obat proton pump inhibitor untuk merangsang pemulihan tukak lambung dan menyumbat perdarahan.
-
Memberikan obat antibiotik untuk mengatasi perdarahan akibat infeksi bakteri H. pylori.
-
Memasang selang makanan dan melakukan bilas lambung bila perdarahan terjadi di saluran cerna atas.
Penting untuk diketahui bahwa informasi di atas bukanlah penyebab pasti feses berwarna hitam dan mungkin mengindikasikan masalah kesehatan lainnya. Oleh karena itu, apabila Anda mengalami gejala-gejala yang berkaitan dengan kondisi ini, seperti perubahan warna feses disertai mual dan muntah, penting untuk memperoleh diagnosis yang akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterohepatologi di Siloam Hospitals terdekat.
Perlu diketahui juga bahwa tahapan pemeriksaan dan tindakan medis yang dilakukan terkait kondisi ini akan disesuaikan dengan ketersediaan fasilitas kesehatan, sehingga bisa saja berbeda di setiap rumah sakit. Tenaga medis profesional akan memastikan seluruh tahapan pemeriksaan dan pengobatan telah sesuai dengan kondisi medis spesifik pasien.
Tidak perlu jauh ke luar negeri, kini layanan kesehatan berstandar internasional juga bisa dengan mudah diakses melalui Siloam Medical Concierge. Dengan menghubungi layanan ini, Anda dapat memperoleh informasi jadwal dokter, layanan pemeriksaan, dan fasilitas medis. Mari, temukan solusi kesehatan Anda bersama kami, di Indonesia.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







