Arti Warna dan Bentuk Feses yang Penting untuk Diketahui
Kesehatan Tubuh

Arti Warna dan Bentuk Feses yang Penting untuk Diketahui

20 Mei 2025 5 menit waktu baca
arti warna feses

Pada dasarnya, makanan yang telah dikonsumsi akan melalui proses pencernaan selama kurang lebih 2–5 hari. Zat sisa proses pencernaan tersebut, yaitu feses, akan dikeluarkan dari tubuh dengan warna yang bervariasi, seperti berwarna kuning atau bahkan merah terang. Namun, apa arti warna feses tersebut? Apa saja warna feses yang terbilang normal? Mari simak informasi selengkapnya dalam artikel berikut ini.

 

Berbagai Arti Warna Feses

 

Pada dasarnya, setiap warna feses memiliki arti yang berbeda-beda, biasanya hal tersebut bergantung pada makanan yang baru dikonsumsi. Namun, terkadang, arti warna feses tertentu bisa menjadi tanda dari gangguan pencernaan. Lebih jelasnya, berikut adalah uraian lengkap mengenai berbagai arti warna feses.

 

1. Kecokelatan

 

Feses normalnya berwarna kecokelatan. Warna cokelat ini berasal dari makanan yang dikonsumsi dan cairan empedu yang ada di dalam feses. Sebagai informasi, cairan empedu adalah cairan berwarna hijau kekuningan yang diproduksi di dalam hati untuk mencerna lemak. Namun, ketika cairan empedu masuk ke sistem pencernaan, pigmen dari cairan tersebut akan mengalami perubahan kimia sehingga warnanya berubah menjadi cokelat.

 

2. Kekuningan

 

Pada dasarnya, warna kekuningan pada feses merupakan hal yang normal. Hal ini dikarenakan adanya bilirubin yang diproduksi oleh hati dan dikeluarkan melalui feses. Selain itu, bakteri dan enzim pencernaan di dalam usus juga berkontribusi dalam memberikan warna kuning pada feses.

 

Namun, apabila feses berwarna kuning dan memiliki tekstur berminyak serta berbau busuk, hal tersebut bisa menjadi indikasi adanya gangguan pencernaan, misalnya gangguan pada kantung empedu, liver, atau penyakit celiac. Pada kasus ini, feses mengandung lemak berlebih akibat terganggunya proses pencernaan gluten, yaitu senyawa protein yang terkandung di dalam biji-bijian dan serealia.

 

3. Hijau

 

Feses berwarna kehijauan sebetulnya terbilang normal, terutama jika seseorang baru mengonsumsi sayuran berwarna hijau, makanan dan minuman dengan pewarna hijau, atau suplemen zat besi. Namun, dalam kondisi tertentu, arti warna feses ini juga bisa menjadi tanda terjadinya diare.

 

Pasalnya, saat diare, proses pencernaan makanan menjadi terlalu cepat di dalam usus. Hal tersebut membuat cairan empedu yang mencerna lemak tidak sempat berubah warna menjadi kecokelatan. Tak hanya diare, feses berwarna hijau juga bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus tertentu serta irritable bowel syndrome.

 

4. Putih atau Pucat seperti Tanah Liat

 

Feses yang berwarna putih dan cenderung pucat seperti tanah liat bisa menjadi tanda adanya gangguan fungsi organ hati (liver) atau penyumbatan pada saluran empedu. Hal tersebut menyebabkan feses tidak mengandung cairan empedu untuk membuat warna feses menjadi kecokelatan. Adapun gangguan hati dan saluran empedu yang dapat menyebabkan feses berwarna pucat seperti tanah liat, di antaranya:

 

  • Batu empedu.

  • Penyakit liver, seperti hepatitis.

  • Tumor di area liver atau empedu.

  • Atresia bilier, yaitu kelainan bawaan yang menyebabkan saluran empedu bayi tidak terbentuk dengan sempurna dan tersumbat.

 

Di samping itu, feses yang berwarna putih juga bisa disebabkan oleh konsumsi obat diare, yaitu bismuth subsalisilat dalam dosis tinggi, serta penggunaan barium yang diminum oleh seseorang sebelum menjalani pemeriksaan esophagram.

 

5. Merah Terang

 

Warna merah terang pada feses bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti perdarahan pada saluran pencernaan bagian bawah. Adapun perdarahan tersebut dapat diakibatkan oleh kondisi medis tertentu, seperti misalnya:

 

 

6. Jingga

 

Jika feses yang keluar dari tubuh berwarna jingga, hal tersebut umumnya disebabkan oleh konsumsi makanan tertentu yang mengandung beta karoten, seperti wortel, labu, ubi jalar, dan makanan berwarna jingga lainnya. Konsumsi obat antibiotik dan antasida yang mengandung aluminium hidroksida juga bisa menyebabkan feses berwarna jingga.

 

Di samping itu, pada kondisi yang jarang terjadi, arti warna feses ini bisa menjadi indikasi dari penyakit liver, penyumbatan pada saluran empedu, irritable bowel syndrome, penyakit celiac, hingga penyakit Crohn.

 

7. Hitam

 

Pada bayi baru lahir, feses berwarna hitam merupakan kondisi yang normal. Namun, bagi orang dewasa, warna hitam pada feses bisa disebabkan oleh konsumsi suplemen zat besi atau makanan yang berwarna sangat gelap, misalnya yogurt yang mengandung charcoal. Di sisi lain, warna feses ini juga dapat dipicu oleh perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas, seperti lambung atau kerongkongan, infeksi jamur, hingga kanker.

 

Mengenal Bentuk-Bentuk Feses dan Artinya

 

Selain warna, bentuk atau tekstur feses juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk mengetahui gambaran kondisi saluran pencernaan. Pada dasarnya, bentuk feses dapat dibedakan menjadi beberapa tipe berdasarkan Bristol Stool Chart, di antaranya sebagai berikut:

 

  • Tipe 1: Feses berbentuk bongkahan kecil yang padat dan terpisah. Hal ini bisa menjadi tanda seseorang mengalami sembelit berat.

  • Tipe 2: Feses terlihat menyerupai sosis yang padat dan lebih panjang. Ini menandakan seseorang sedang mengalami sembelit ringan.

  • Tipe 3: Feses berbentuk seperti sosis yang terdapat retakan pada permukaannya. Bentuk feses inilah yang dianggap normal dan menandakan bahwa sistem pencernaan dalam keadaan sehat.

  • Tipe 4: Feses tampak seperti sosis, namun lebih panjang dan bertekstur lembut. Serupa dengan tipe 3, tipe feses ini menandakan bahwa saluran pencernaan dalam keadaan sehat dan cukup serat serta air. Tipe ini merupakan yang paling ideal.

  • Tipe 5: Feses berbentuk gumpalan lunak dengan tepi berwarna cerah. Hal ini menandakan bahwa feses mengandung cukup cairan. Tipe ini termasuk normal.

  • Tipe 6: Feses berbentuk lembek dan tidak beraturan. Bentuk feses ini menunjukkan bahwa seseorang sedang mengalami diare ringan.

  • Tipe 7: Feses berbentuk cair tanpa adanya potongan padat. Ini menandakan bahwa seseorang sedang terkena diare berat.

 

Sebagai informasi, berbagai warna dan bentuk feses yang disebutkan di atas tidak dapat dijadikan acuan dan tidak dapat menggantikan konfirmasi diagnosis dari tenaga medis profesional. Artinya, jika Anda mendapati warna dan bentuk feses yang tidak biasa, segera dapatkan diagnosis, evaluasi, dan penanganan yang tepat dan akurat dengan mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat.


Untuk deteksi dini gangguan sistem pencernaan lebih lanjut, jika dianjurkan oleh dokter, Anda bisa melakukan Skrining Sistem Pencernaan Lengkap dengan memesan paketnya melalui aplikasi MySiloam. Nantinya, hasil skrining tersebut juga dapat dipantau secara praktis melalui fitur dalam aplikasi MySiloam.

 

Aplikasi My Siloam

Dokter Kami
dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-juliyanti-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Juliyanti, SpPD, FINASIM

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Kelapa Dua

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail