Kesehatan Tubuh
Memahami Fungsi Empedu pada Sistem Pencernaan Manusia

Table of Contents
Empedu merupakan cairan berwarna cokelat, hijau, atau kuning dan diproduksi oleh sistem bilier. Di mana, sistem bilier ini terdiri dari beberapa organ, seperti hati, kantung empedu, dan saluran lainnya. Lantas, apa fungsi empedu? Fungsi empedu adalah untuk mengoptimalkan proses pencernaan makanan yang berlangsung di dalam tubuh.
Lebih tepatnya, salah satu fungsi empedu adalah untuk membantu proses pencernaan lemak di dalam tubuh. Lantaran, lemak ini menjadi salah satu zat yang tidak dapat larut dengan mudah pada air sehingga membutuhkan pengemulsi. Dengan begitu, fungsi empedu adalah sebagai pengemulsi agar lemak dapat menyatu dengan air.
Selain itu, ada beberapa fungsi empedu dalam sistem pencernaan lainnya yang penting untuk Anda ketahui. Simak ulasan lengkap mengenai fungsi empedu dalam pencernaan di bawah ini.
Proses Pembentukan Empedu
Empedu adalah suatu cairan dalam sistem pencernaan yang memiliki peranan penting. Sebelum digunakan oleh sistem pencernaan, empedu akan melalui proses pembentukan terlebih dahulu.
Proses pembentukan empedu ini dilakukan oleh organ-organ yang termasuk ke dalam sistem bilier, yaitu hati, kantung empedu, serta saluran penghubung lainnya.
Awal mula proses pembentukan empedu tersebut terjadi pada organ hati. Pertama-tama, sel hati mengeluarkan zat-zat tertentu yang nantinya akan bereaksi dengan kolesterol. Hasil reaksi antara zat dari sel hati dan kolesterol ini adalah air serta suatu senyawa yang memiliki pH netral. Senyawa yang memiliki pH netral ini disebut garam empedu.
Setelah itu, garam empedu tersebut akan menyatu dengan kolesterol, air, tembaga, mineral, dan bilirubin untuk membentuk cairan empedu. Di mana, bilirubin ini merupakan suatu pigmen yang dihasilkan oleh hati dengan mengurai sel darah merah tua. Karena itulah, cairan empedu memiliki warna cokelat, hijau, atau kekuningan.
Organ hati ini diketahui mampu memproduksi cairan empedu kurang lebih sekitar 500 sampai 1.000 mililiter. Ketika tidak digunakan dalam proses pencernaan, cairan empedu ini akan disimpan pada kantung empedu.
Kantung empedu merupakan suatu organ yang terletak di dekat hati memiliki kapasitas kurang lebih sekitar 30 sampai 50 mililiter.
Fungsi Empedu dalam Sistem Pencernaan
Secara umum, fungsi empedu adalah untuk mengoptimalkan proses pencernaan makanan di dalam tubuh. Lebih spesifiknya, fungsi empedu adalah sebagai cairan yang berperan dalam proses pemecahan zat lemak pada saluran pencernaan.
Adapun penjelasan lengkap dari fungsi empedu adalah sebagai berikut.
1. Membantu Proses Pencernaan Lemak
Fungsi utama empedu adalah untuk membantu proses pencernaan lemak. Pada dasarnya, lemak memang sulit untuk dicerna lantaran tubuh manusia sebagian besar terbentuk dari air. Sedangkan, lemak merupakan zat nutrisi yang tidak dapat larut dalam air.
Karena itu, cairan empedu yang bersifat basa ini memiliki peran sebagai pengemulsi lemak agar dapat larut di dalam air saat sedang dicerna oleh organ tubuh.
2. Membasmi Bakteri Patogen
Selain itu, fungsi empedu dalam sistem pencernaan ini juga dapat membantu membasmi bakteri patogen. Cairan empedu diketahui memiliki sifat basa sehingga mampu menahan pertumbuhan mikroorganisme dalam saluran pencernaan, salah satunya yaitu bakteri patogen.
3. Mengoptimalkan Kerja Enzim Pencernaan
Fungsi empedu yang terakhir adalah mengoptimalkan enzim pencernaan dalam mencerna makanan. Enzim pencernaan di lambung dapat bekerja secara optimal apabila organ tersebut memiliki pH yang tidak terlalu asam.
Akan tetapi, pada dasarnya lambung memiliki lingkungan yang bersifat sangat asam lantaran adanya asam klorida atau HCl. Karena itulah, cairan empedu yang bersifat basa mampu menetralkan pH pada lambung agar enzim pencernaan bisa bekerja secara optimal.
Cara Menjaga Kesehatan Saluran Empedu
Seperti yang telah diketahui, saluran empedu memiliki peranan yang cukup krusial pada sistem pencernaan. Apabila mengalami gangguan pencernaan dan dikhawatirkan terjadi masalah pada saluran empedu, Anda bisa segera mengunjungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan.
Salah satu pemeriksaan medis yang dapat mengamati masalah pada saluran empedu adalah ERCP atau endoscopic retrograde cholangiopancreatography. Melalui prosedur ini, dokter akan memasukkan alat endoskopi ke dalam tubuh lalu mengambil gambar saluran empedu menggunakan sinar X. ERCP ini biasanya akan dilakukan untuk mendeteksi batu empedu pada seseorang.
Di samping itu, ada beberapa cara menjaga kesehatan saluran empedu yang bisa Anda lakukan, di antaranya:
- Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang.
- Menjaga berat badan agar tetap ideal.
- Rutin berolahraga.
- Hindari konsumsi makanan tinggi lemak secara berlebihan.
Demikian ulasan mengenai fungsi empedu yang bisa disampaikan. Kesimpulannya, fungsi empedu adalah hal yang sangat penting dalam proses pencernaan manusia. Jadi, kesehatan saluran empedu ini harus terus dijaga.
Untuk menjaga kesehatan empedu, Anda dapat rutin melakukan medical check-up secara keseluruhan di Siloam Hospitals terdekat. Siloam Hospitals merupakan rumah sakit yang siap memberikan pelayanan kesehatan secara optimal untuk masyarakat karena telah dilengkapi oleh peralatan canggih serta tenaga medis profesional.
Apabila ingin melakukan medical check-up atau kontrol rutin dengan dokter Siloam Hospitals, Anda dapat membuat janji temu terlebih dahulu melalui aplikasi MySiloam. Praktis, Anda bisa mengunduh aplikasi MySiloam yang dapat diakses dari mana saja dan kapan saja. Mari jaga selalu kesehatan Anda #bersamaSiloam.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







