Apa Itu ERCP? Kenali Tujuan, Indikasi, dan Prosedurnya
Kesehatan Tubuh

Apa Itu ERCP? Kenali Tujuan, Indikasi, dan Prosedurnya

20 April 2026 4 menit waktu baca
Ercp adalah

 

Endoscopic retrograde cholangiopancreatography, atau ERCP, adalah tindakan medis yang menggabungkan rontgen dan endoskopi. Kombinasi tersebut biasanya digunakan untuk mendiagnosis dan menangani kelainan pada pankreas, hati, serta saluran empedu. 

 

Salah satu penyakit yang sering kali didiagnosis dengan ERCP adalah batu empedu, terlebih karena hasil pemeriksaan ERCP mampu memberikan gambaran saluran empedu hingga pankreas yang detail. Pahami tindakan ERCP lebih lanjut di artikel berikut. 

 

Apa Itu ERCP (Endoscopic Retrograde Cholangiopancreatography)?

 

Tindakan ERCP adalah prosedur medis yang memadukan alat endoskopi (tabung atau selang panjang dan lentur yang dilengkapi dengan kamera pada bagian ujungnya) dan sinar X (rontgen). 

 

“ERCP merupakan salah satu prosedur diagnostik dan terapi yang dapat dilakukan untuk kondisi kelainan pankreatobilier (pankreas, hati, dan saluran empedu).”

dr. Hardianto Setiawan Ong, Sp.PD-KGEH, FINASIM

 

Selain kerap digunakan untuk tujuan diagnosis, ERCP juga dapat menjadi alat pendukung dalam penanganan masalah pankreas, hati, dan saluran empedu. Contohnya, ERCP dapat dilakukan seraya mengeluarkan batu empedu atau menangani penyempitan saluran empedu.

 

Sebagian orang menganggap ERCP merupakan tindakan medis yang sama dengan MRCP, padahal keduanya berbeda. MRCP (magnetic resonance cholangiopancreatography) adalah pemeriksaan pencitraan noninvasif yang menggunakan MRI untuk menghasilkan gambaran detail saluran empedu dan pankreas tanpa tindakan endoskopi. Sementara itu, ERCP menggunakan endoskopi untuk membantu diagnosis dan digunakan untuk tindakan terapi.

 

Walau fungsi keduanya memang sama, yakni untuk mendeteksi masalah pankreas, hati, serta saluran dan kantong empedu, ERCP dan MRCP memiliki perbedaan dari segi teknologi.

 

Indikasi Medis ERCP

 

ERCP umumnya dilakukan untuk mendiagnosis beberapa indikasi medis pada bagian saluran pencernaan tertentu. Adapun beberapa indikasi medis yang membutuhkan tindakan ERCP adalah sebagai berikut:

 

  • Pankreatitis, baik akut maupun kronis.

  • Tumor atau kanker hati, pankreas, dan saluran empedu.

  • Peradangan saluran empedu.

  • Batu empedu.

  • Komplikasi pembedahan pada pankreas dan empedu.

  • Pankreas divisum (kelainan berupa dua saluran pankreas yang terpisah).

 

Prosedur ERCP

 

Prosedur endoscopic retrograde cholangiopancreatography melibatkan beberapa tahap, mulai dari persiapan, tindakan, hingga pascaprosedur. Berikut penjelasannya.

 

Persiapan Sebelum ERCP

 

Sebelum menjalani prosedur ERCP, terdapat beberapa hal yang perlu dilakukan pasien untuk memastikan bahwa prosedur dapat dijalankan dengan baik dan aman, yaitu:

 

  • Memberitahukan informasi medis kepada dokter atau tim medis terkait sebelum melakukan ERCP. Hal-hal yang perlu disampaikan adalah sebagai berikut:

    • Sedang hamil.

    • Konsumsi obat-obatan tertentu.

    • Menderita diabetes dan menggunakan insulin.

    • Alergi obat-obatan tertentu.

    • Memiliki kondisi medis yang dapat mempengaruhi jalannya prosedur ERCP, seperti gangguan pembekuan darah, dan sejenisnya.

  • Berpuasa selama 8 jam sebelum melakukan ERCP sesuai instruksi dokter.

 

Tindakan ERCP

 

Setelah semua langkah persiapan dilakukan secara saksama, maka tindakan ERCP dapat dilaksanakan. Umumnya, ERCP akan berlangsung kurang lebih selama 1 sampai 2 jam. Tahapan prosedur ERCP di antaranya:

 

  • Pasien diminta mengenakan jubah medis serta melepas seluruh perhiasan atau aksesoris.

  • Pasien berbaring dengan posisi miring ke kiri atau tengkurap. Posisi tersebut disesuaikan dengan organ tubuh yang ingin diperiksa.

  • Tim medis akan memberikan obat bius untuk pasien.

  • Dokter memasukkan alat endoskop melalui mulut pasien dan mendorongnya hingga sampai pada lambung dan duodenum.

  • Udara akan dipompa ke dalam lambung dan duodenum melalui alat endoskop agar organ tubuh dapat terlihat dengan jelas.

  • Dokter selanjutnya memasukkan kateter melalui endoskop.

  • Alat tersebut lalu didorong kembali hingga sampai pada saluran empedu dan pankreas.

  • Melalui kateter, pasien diberikan pewarna kontras agar saluran empedu dan pankreas bisa terlihat jelas.

  • Dokter kemudian mengambil gambar dengan sinar X (fluoroskopi).

 

Untuk menangani kasus tertentu, dokter mungkin akan melanjutkan prosedur ERCP dengan tindakan ini:

 

  • Menyayat ujung saluran empedu dan pankreas untuk mengatasi penyumbatan yang terjadi pada organ tubuh tersebut.

  • Biopsi atau mengambil sampel jaringan organ tubuh yang diduga abnormal untuk mendeteksi tumor dan kanker.

  • Memasang stent atau ring untuk menangani penyempitan pada saluran empedu.

 

Pascaprosedur ERCP

 

Setelah prosedur ERCP, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan. Masa pemulihan pasien biasanya berlangsung sekitar 1 sampai 2 jam hingga pengaruh obat bius hilang. Apabila keadaan umum pasien baik dan tidak ada tanda-tanda komplikasi pascaprosedur, pasien bisa pulang lebih awal sambil tetap menjalani perawatan.

 

Demikian penjelasan terkait tindakan ERCP untuk diagnosis dan penanganan masalah pankreas, hati, dan saluran empedu. Perlu diketahui bahwa informasi ini bersifat edukasi semata dan tidak dapat menggantikan pemeriksaan, diagnosis, maupun rekomendasi pengobatan dari dokter.

 

Jika Anda atau anggota keluarga mengalami masalah saluran cerna, konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Gastroenterologi-Hepatologi di Siloam Hospitals terdekat guna memperoleh evaluasi, diagnosis, dan pengobatan yang tepat. 

 

Pemeriksaan dan penanganan terkait masalah pankreas, hati, dan saluran empedu dapat berbeda di setiap rumah sakit, tergantung pada kondisi pasien, tujuan pemeriksaan, dan fasilitas kesehatan yang tersedia. Meski demikian, tenaga medis akan menentukan langkah pemeriksaan dan pengobatan sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.


Untuk mempermudah akses layanan kesehatan, Anda dapat menggunakan aplikasi MySiloam. Melalui aplikasi ini, Anda dapat melihat jadwal praktik dokter, membuat janji konsultasi, serta mengakses hasil pemeriksaan medis secara online. Unduh MySiloam dan manfaatkan berbagai fitur yang memudahkan perjalanan kesehatan Anda.

Dokter Kami
dr-hardianto-setiawan-ong-sppd-kgeh-finasim

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Hardianto Setiawan Ong, SpPD-KGEH, FINASIM

Penyakit Dalam

Subspesialis Gastroenterohepatologi


Siloam Hospitals Kebon Jeruk

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-albertus-daniel-sppd

Online & Kunjungi Rumah Sakit

dr. Albertus Daniel, SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya

Tersedia :

Tersedia hari ini

dr-ra-aditya-adhi-puruhita-sppd

Kunjungi Rumah Sakit

dr. Ra Aditya Adhi Puruhita, M.M.R., SpPD

Penyakit Dalam

Spesialis Penyakit Dalam


Siloam Hospitals Putera Bahagia

Tersedia :

Tersedia hari ini

message

ArticleDetail