Kesehatan Tubuh
Polip Usus: Benjolan yang Berpotensi Menjadi Kanker

Table of Contents
Polip usus (colon polyps) adalah benjolan kecil yang tumbuh di lapisan dalam usus besar atau kolon. Benjolan tersebut umumnya tidak berbahaya. Namun, pada beberapa kasus, polip dapat berkembang menjadi kanker usus setelah bertahun-tahun sehingga sebaiknya diwaspadai dan ditangani dengan tepat.
Meski terdengar mengkhawatirkan, deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah polip berkembang menjadi kondisi yang lebih serius. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa itu polip usus, faktor risiko, gejala, hingga langkah pencegahannya. Mari simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.
Apa Itu Polip Usus?
Polip usus adalah benjolan kecil yang tumbuh di lapisan dalam usus besar (kolon) atau rektum. Polip merupakan sejenis tumor, yaitu pertumbuhan massa sel yang tidak normal dan dapat tumbuh secara tunggal maupun multiple.
Adapun bentuk dari polip dapat menonjol seperti bertangkai (pedunculated) atau rata (flat). Polip usus besar atau colon polyps sebenarnya cukup umum terjadi dan cenderung tidak berbahaya. Namun, terkadang dapat tumbuh menjadi kanker bila tidak diangkat.
Colon polyps diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu neoplastic dan non-neoplastic. Berikut masing-masing penjelasannya:
-
Neoplastic polyps: Polip yang berpotensi berkembang menjadi kanker (ganas), biasanya ditandai dengan polip berukuran lebih dari 1 cm.
-
Non-neoplastic polyps: Polip yang tidak berpotensi berkembang menjadi kanker (jinak).
Colon polyps bisa terjadi pada siapa saja, namun kondisi ini lebih sering ditemukan pada orang berusia di atas 50 tahun. Selain itu, orang yang merokok, memiliki berat badan berlebih, dan mempunyai keluarga dengan riwayat penyakit serupa juga berisiko lebih tinggi terkena colon polyps.
Penyebab Polip Usus
Penyebab polip usus adalah perubahan (mutasi) genetik yang menyebabkan terbentuknya sel abnormal pada usus. Polip tersebut dapat tumbuh di berbagai bagian dalam usus besar atau rektum. Jika pertumbuhan sel abnormal tersebut semakin aktif, potensi polip untuk berkembang menjadi sel kanker juga semakin tinggi.
Beberapa faktor yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya polip usus adalah sebagai berikut:
-
Terdapat anggota keluarga dengan riwayat penyakit serupa.
-
Memiliki riwayat polip usus atau kanker kolon.
-
Berusia di atas 50 tahun.
-
Overweight.
-
Menderita penyakit radang usus, seperti kolitis ulseratif atau penyakit Crohn.
-
Jarang berolahraga.
-
Menderita diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol.
-
Merokok.
-
Menderita kelainan genetik tertentu, seperti:
-
Familial adenomatous polyposis (FAP).
-
Sindrom Gardner.
-
Serrated polyposis syndrome.
-
Sindrom Peutz-Jeghers.
-
MYH-associated polyposis (MAP).
Gejala Polip Usus
Colon polyps sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas sehingga kerap tidak disadari oleh penderitanya. Namun, sebagian penderita mungkin merasakan sejumlah keluhan, mulai dari perubahan kebiasaan BAB hingga penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas. Berikut adalah beberapa gejala yang mungkin muncul pada penderita polip usus:
-
Perubahan kebiasaan BAB (diare atau konstipasi).
-
Perubahan warna feses menjadi warna merah cerah hingga gelap karena terdapat darah pada feses.
-
Nyeri perut. Polip besar pada usus besar dapat menyumbat sebagian usus sehingga bisa menyebabkan nyeri atau kram perut.
-
Lemas dan sesak karena anemia defisiensi zat besi akibat perdarahan kronis.
-
Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
Diagnosis Polip Usus
Dikarenakan colon polyps kerap tidak disadari, kondisi ini biasanya terdiagnosis saat penderitanya melakukan pemeriksaan dengan tujuan lain. Maka dari itu, individu yang memiliki risiko tinggi terkena colon polyps dianjurkan untuk melakukan skrining rutin agar kondisi ini bisa terdeteksi sejak dini.
Adapun beberapa pemeriksaan yang dapat membantu dokter dalam mengonfirmasi diagnosis polip usus adalah sebagai berikut:
-
Kolonoskopi: Prosedur medis yang dilakukan dengan memasukkan selang khusus yang dilengkapi dengan kamera melalui dubur untuk memeriksa lapisan dalam usus besar. Bila ditemukan adanya benjolan yang dicurigai polip, dokter akan memotong dan mengangkatnya untuk diperiksa di laboratorium.
-
Uji feses: Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi colon polyps. Uji feses ini meliputi FIT (fecal immunochemical test) dan FOBT (fecal occult blood test). Keduanya digunakan untuk memeriksa darah yang terdapat di dalam tinja serta mendeteksi kanker usus besar sejak dini.
-
Kolonoskopi virtual (CT colonography): Pemeriksaan ini dilakukan dengan menggunakan CT scan untuk melihat kondisi usus besar.
-
Flexible sigmoidoscopy: Prosedur ini mirip dengan kolonoskopi, yaitu prosedur yang dilakukan dengan memasukkan tabung kecil yang dilengkapi lampu dan kamera untuk memeriksa sepertiga bagian terakhir usus besar (sigmoid).
Cara Mengatasi Polip Usus
Jika dokter menemukan pertumbuhan polip di dalam usus besar, dokter dapat merekomendasikan beberapa tindakan untuk mengangkat seluruh polip tersebut. Adapun beberapa prosedur medis yang biasanya dipilih sebagai metode pengangkatan colon polyps adalah sebagai berikut:
-
Polipektomi: Memotong dan mengangkat polip tahap awal atau berukuran kecil menggunakan tabung khusus yang dimasukkan melalui rektum.
-
Pembedahan invasif minimal: Ukuran polip sudah besar biasanya akan diangkat melalui pembedahan. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan metode laparoskopi.
-
Protokolektomi total: Prosedur yang dilakukan untuk mengangkat usus besar dan rektum. Prosedur ini biasanya digunakan untuk mengatasi colon polyps pada penderita kelainan genetik, seperti FAP.
Cara Mencegah Polip Usus
Seseorang yang telah terdiagnosis colon polyps dianjurkan untuk melakukan skrining secara rutin setidaknya setiap 5 tahun sekali, terutama jika sudah berusia 45 tahun ke atas. Hal ini bertujuan untuk mencegah atau mendeteksi kanker usus besar sejak dini.
Pada dasarnya, cukup sulit untuk sepenuhnya mencegah munculnya colon polyps, terutama karena kondisi ini dapat dipengaruhi oleh faktor kelainan genetik. Meskipun demikian, Anda tetap dapat melakukan berbagai upaya berikut guna membantu meminimalkan risiko terbentuknya polip usus.
-
Memperbanyak konsumsi makanan sehat dan tinggi serat, seperti buah-buahan dan sayuran.
-
Menghentikan kebiasaan merokok.
-
Tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
-
Mengurangi konsumsi makanan berlemak.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Rutin berolahraga setiap hari.
-
Memenuhi kebutuhan vitamin D dan kalsium tubuh.
-
Mengurangi konsumsi daging merah.
Perlu diingat bahwa informasi yang disampaikan dalam artikel ini bertujuan untuk edukasi semata dan tidak dapat menggantikan diagnosis maupun saran medis dari tenaga kesehatan profesional. Meski cenderung tidak berbahaya, polip usus tetap perlu diwaspadai dan diberikan penanganan yang tepat agar tidak berpotensi menjadi kanker di kemudian hari.
Oleh karena itu, jika Anda mengalami sejumlah gejala yang dicurigai sebagai polip usus, seperti perubahan warna feses, nyeri perut, hingga lemas dan sesak, segera konsultasikan dengan Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals terdekat untuk memperoleh diagnosis dan penanganan yang tepat.
Namun, tentu saja, mencegah lebih baik daripada mengobati. Jadi, sebagai langkah menjaga kesehatan organ pencernaan, Anda dapat melakukan medical check up secara rutin menggunakan paket Skrining Sistem Pencernaan Lengkap di Siloam Hospitals. Dengan rutin melakukan skrining, Anda dapat mendeteksi adanya risiko penyakit dalam sistem pencernaan, termasuk polip usus.
Paket pemeriksaan tersebut dapat Anda pesan secara praktis melalui aplikasi MySiloam. Selain itu, Anda juga dapat mengakses fitur kesehatan lainnya untuk mempermudah perjalanan kesehatan Anda, seperti memeriksa jadwal praktik dokter, memesan janji temu dengan dokter terkait, serta melihat hasil pemeriksaan kesehatan secara online. Mari unduh aplikasi MySiloam sekarang dan nikmati akses layanan kesehatan yang mudah dan cepat.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini
TERPOPULER
Skrining Sistem Pencernaan Lengkap
Skrining Lite
13 Service/Item
Rp2.000.000
TERPOPULER
Feme Faeces / Feses Lengkap
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp144.900
TERPOPULER
Routine Faeces / Feses Rutin
Feses, Pencernaan
1 Service/Item
Rp112.500
TERPOPULER
Occult Blood (Faeces) / Tes Darah Samar (Feses)
1 Service/Item
Rp148.500







