Kesehatan Tubuh
Varises Esofagus - Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Table of Contents
Varises esofagus atau esophageal varices adalah kondisi ketika terjadi pembesaran pembuluh darah vena di esofagus (kerongkongan). Umumnya, kondisi ini disebabkan oleh penyakit liver yang parah, misalnya sirosis. Varises esofagus tidak menimbulkan gejala yang signifikan, namun bisa membahayakan karena dapat menyebabkan perdarahan. Ketahui lebih lanjut tentang penyebab, gejala, dan pengobatan esophageal varices melalui ulasan di bawah ini.
Apa itu Varises Esofagus?
Seperti yang sudah dijelaskan bahwa varises esofagus adalah pembesaran pembuluh darah vena yang ada di esofagus atau kerongkongan. Sebagai informasi, esofagus merupakan saluran yang menghubungkan mulut dan lambung. Kondisi ini kerap ditemukan pada orang dengan penyakit hati (liver).
Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan pada wanita. Hampir 50% pasien varises esofagus akan mengalami pendarahan pada suatu waktu. Saat didiagnosis, sekitar 30% pasien sirosis hati mengalami varises esofagus yang meningkat hingga menjadi 90% dalam 10 tahun.
Penyebab Varises Esofagus
Varises esofagus disebabkan oleh terhambatnya aliran darah menuju vena porta, yakni pembuluh darah vena besar yang fungsinya menerima darah dari organ ke saluran pencernaan, termasuk esofagus, lalu mengalirkannya ke liver. Jika aliran darah dari vena porta ke liver terhambat (hipertensi portal), aliran darah tersebut akan berpindah ke vena kecil.
Esophageal varices terjadi ketika darah yang beralih dari vena porta terlalu banyak sehingga memberikan beban berlebih pada vena kecil dan menyebabkan dinding vena esofagus mengalami pelebaran. Terjadinya hipertensi portal atau hambatan pada vena porta bisa dipicu oleh beberapa kondisi berikut ini:
-
Prehepatik (sebelum liver): Obstruksi vena portal, splenomegali (pembesaran organ limpa) masif dengan peningkatan aliran darah vena limpa.
-
Pascahepatik (setelah liver): Gagal jantung kanan, perikarditis konstriktif, dan obstruksi vena hati (sindrom Budd-Chiari).
-
Intrahepatik: Terbentuknya jaringan parut di hati (sirosis hati) akibat hepatitis, fatty liver, konsumsi alkohol secara berlebihan, atau masalah pada saluran empedu.
Risiko terjadinya esophageal varices dapat meningkat bila seseorang memiliki beberapa kondisi di bawah ini:
-
Kecanduan alkohol.
-
Mengidap hepatitis B atau hepatitis C kronis.
-
Mengidap gangguan kesehatan yang berisiko memicu penggumpalan darah.
Gejala Varises Esofagus
Esophageal varices umumnya tidak menimbulkan gejala yang signifikan, kecuali jika terjadi komplikasi berupa perdarahan. Ketika telah mengalami perdarahan, beberapa gejala yang dikeluhkan oleh penderita varises esofagus adalah sebagai berikut:
-
Muntah darah dalam jumlah besar.
-
Feses berwarna hitam, keras, atau disertai darah.
-
Pusing karena kehilangan darah.
-
Pada kasus yang parah, penderita bisa kehilangan kesadaran.
-
Penurunan berat badan.
-
Nyeri perut.
-
Gatal pada kulit.
-
Kram otot.
Esophageal varices berisiko lebih tinggi menimbulkan perdarahan bila pasien menderita sirosis hati berat atau sudah mencapai gagal hati, aktif mengonsumsi minuman beralkohol, serta pernah mengalami perdarahan esophageal varices sebelumnya. Varises yang ukurannya besar serta menunjukkan adanya garis-garis merah juga lebih rentan pecah.
Namun, di beberapa kasus, orang dengan kondisi ini juga bisa menunjukkan gejala yang menyerupai penyakit liver. Beberapa gejala tersebut, di antaranya sebagai berikut:
-
Penyakit kuning (jaundice).
-
Rentan mengalami perdarahan atau memar.
-
Asites (penumpukan cairan di perut).
-
Pelebaran pembuluh vena di sekitar pusar.
Diagnosis Varises Esofagus
Dokter biasanya melakukan pemeriksaan esophageal varices pada pasien yang telah didiagnosis sirosis sebelumnya. Diagnosis sirosis biasanya ditegakkan dengan bantuan beberapa tes penunjang, seperti tes darah, USG, FibroScan, dan biopsi. Sedangkan, untuk mengonfirmasi diagnosis varises esofagus, beberapa tes penunjang yang digunakan adalah:
-
Endoskopi, untuk melihat kondisi vena esofagus melalui selang kecil yang dilengkapi dengan kamera. Endoskopi dimasukkan melalui mulut pasien.
-
Endoskopi kapsul, untuk melihat kondisi vena esofagus menggunakan kapsul berkamera yang ditelan oleh pasien.
-
Tes pencitraan vena porta, hati, atau organ lainnya di dalam perut menggunakan USG Doppler, CT scan, atau MRI.
-
Tes kadar sel darah, fungsi hati, dan fungsi ginjal, untuk menentukan tingkat keparahan, faktor risiko, maupun komplikasi penyakit ini pada pasien.
Pengobatan Varises Esofagus
Tujuan utama pengobatan varises esofagus adalah mencegah terjadinya perdarahan yang dapat mengancam jiwa. Hal ini bisa dilakukan melalui perawatan untuk menurunkan tekanan darah dalam vena portal. Perawatan tersebut, di antaranya:
-
Pemberian obat-obatan untuk mengurangi tekanan dalam vena porta serta mengatasi gejala yang timbul.
-
Menjaga berat badan ideal.
-
Menghentikan konsumsi minuman beralkohol.
-
Pemasangan karet khusus yang elastis untuk mengikat vena porta melalui prosedur endoscopic band ligation atau ligasi varises.
Sementara itu, bila sudah terjadi perdarahan, pasien memerlukan penanganan darurat di rumah sakit. Penanganan tersebut, di antaranya:
-
Melakukan pengikatan pada varises yang mengalami perdarahan melalui prosedur endoskopi.
-
Pemberian obat-obatan untuk menghambat aliran darah menuju vena porta dan antibiotik guna mencegah infeksi.
-
Sclerotherapy, yaitu suntikan untuk menutup perdarahan pada varises esofagus.
-
Transfusi darah untuk menggantikan darah yang terbuang.
-
Transplantasi hati untuk penderita penyakit hati stadium lanjut.
Komplikasi Varises Esofagus
Apabila esophageal varices tidak terdeteksi lebih dini dan tidak mendapatkan pengobatan, maka esophageal varices bisa pecah dan menyebabkan perdarahan. Pada kondisi ini, penderita akan mengalami muntah darah (hematemesis) dalam jumlah banyak, nyeri pada perut, BAB berwarna hitam (melena), BAB berdarah (hematochezia), dan keadaan mengancam jiwa, yaitu syok akibat hilangnya darah dalam volume besar.
Komplikasi juga bisa terjadi akibat tindakan yang dilakukan untuk menangani esophageal varices, misalnya perdarahan yang berulang (kambuh) dan timbulnya jaringan parut yang dapat menyebabkan penyempitan kerongkongan.
Varises esofagus sulit untuk dicegah. Namun, komplikasinya bisa dihindari bila Anda segera memeriksakan diri ke dokter setelah merasakan gejala yang mengarah pada kondisi ini, terutama bagi penderita penyakit hati. Anda dapat mengunjungi Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Siloam Hospitals untuk mendapatkan perawatan yang tepat.
Lalu, sebagai langkah pencegahan penyakit hati lebih lanjut, Anda bisa melakukan pemeriksaan hati secara rutin dengan memesan paket Cek Fungsi Hati dari Siloam Hospitals. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk mengidentifikasi masalah yang terjadi pada organ hati dan saluran empedu. Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi MySiloam untuk pemesanannya.
Artikel Terkait
Dokter Kami
Siloam Hospitals Bekasi Sepanjang Jaya
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Putera Bahagia
Tersedia :
Tersedia hari ini
Siloam Hospitals Kelapa Dua
Tersedia :
Tersedia hari ini







